• Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (10)

    • Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 4:5-7, Mazmur 78:18-19, Lukas 11:16

      Pada pencobaan Yesus yang kedua, setan membawa Yesus ke bubungan Bait Suci dan meminta Yesus terjun dari atas. Setan mengingatkan Yesus akan Mazmur 91 yang mengatakan bahwa Malaikat akan diutus oleh Bapa di surga untuk menatang Yesus sehingga kaki-Nya tidak terantuk ke batu. Ini adalah pencobaan yang jauh lebih sulit daripada yang pertama. Kelihatannya setan memakai sesuatu yang baik, yang tidak berdosa, memakai sesuatu yang sungguh-sungguh agamawi, bahkan sesuatu yang merupakan inti dari gereja, yaitu Firman. Setan tidak memakai praise and worship untuk mencobai Yesus, setan tidak memakai segala ornamen di dalam gereja untuk mencobai Yesus. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Firman Tuhan itu penting sekali, pusat dari gereja adalah Firman Tuhan. Setan mengambil Firman dan menyodorkannya dengan tafsiran yang salah kepada Yesus Kristus. Perhatikan bagaimana Yesus keluar dari jebakan ini dan bagaimana Yesus melawan jebakan setan. Setan mengutip Firman, lalu Yesus Kristus mengatakan: “Ada pula tertulis janganlah engkau mencobai Tuhan Allahmu”. Yesus mengambil Firman dari kitab Ulangan 6:16. Perhatikan bahwa pencobaan kedua ini tidak bisa kita lawan kecuali kita mengenal dan mendalami Firman. Yang Yesus Kristus lakukan bukan melawan Firman di Mazmur dengan Firman di Ulangan 6. Yang Yesus lakukan adalah melawan tafsiran firman yang salah dari setan dengan tafsiran Firman yang benar dari Yesus Kristus.

      Banyak orang Kristen terjebak di dalam pencobaan kedua ini. Jika kita tidak mengenal Firman, maka ketika seseorang mengatakan sesuatu yang ada di dalam Alkitab maka kita berpikir bahwa kita harus mentaatinya. Contoh yang sederhana, ada orang mengatakan bahwa ular adalah wujud dari setan, ini ada di kitab Kejadian. Ular yang mencobai Adam dan Hawa, maka ular itu setan. Dahulu ada suatu ajaran, yang mungkin menggelikan, tetapi banyak orang Kristen mempercayainya. Kalau ada lukisan ular, langsung dibakar. Demikian juga dengan patung ular harus dibuang, guci bergambar ular harus dipecahkan. Karena ular itu adalah lambang dari setan. Kelihatannya ini adalah sesuatu yang benar, ada di Alkitab tetapi jangan lupa bahwa Musa ketika di padang gurun dan orang-orang Israel sakit, Musa meninggikan tongkat ular, maka ular itu adalah lambang keselamatan. Kalau kita tidak mengerti yang satu, kita berpikir bahwa yang ini benar, tetapi kalau kita mengerti ada berbagai macam ayat di dalam Alkitab, maka kita akan menemukan paradoks, bukan anti-tesis, tetapi paradoks yang membuat kita berpikir secara lebih dalam sehingga pikiran kita mengkristal dan menemukan kebenarannya. Inilah sebabnya kalau kita melihat teologia reformed dari orang-orang reformed dan puritan maka kita akan mendapat berkat Tuhan yang luar biasa di dalam sejarah gereja. Ketika mereka berkotbah, satu kotbah mereka, di bawahnya begitu banyak ayat referensi. Sering sekali dalam bahasa yang aslinya. Ini membuat kita mendapatkan suatu pikiran yang luas, mengerti secara keseluruhan. Banyak hamba Tuhan tidak mau belajar baik-baik. Kalaupun mereka tidak mengerti bahasa asli, setidaknya mereka bisa membaca banyak commentary yang terpercaya dari para raksasa rohani yang menyatakan Firman, mengupas dalam bahasa aslinya dan memberi tafsiran, commentary yang begitu sehat. Tetapi mereka tidak mau akan hal itu, mereka membuang dari buku-buku yang baik yang Tuhan sudah berikan melalui sejarah gereja dan orang-orang yang Tuhan sudah urapi pada masanya.

      Paulus mengatakan kepada Timotius: “Timotius, apa yang aku perintahkan, aku ajarkan kepadamu saat ini, ajarkan kepada orang lain yang cakap untuk mengajar orang lain”. Maka Timotius harus mengingat kalimat Paulus, lalu kemudian diajarkan kepada seseorang yang cakap mengajarkan ke orang lain. Paulus sudah membuat patron bagaimana pengajaran yang benar itu terus sepanjang sejarah gereja. Dia sudah mempersiapkan Timotius untuk berbicara 3 level di bawah yaitu Paulus, Timotius, seorang yang cakap mengajar orang lain. Dengan begitu seluruh teologia gereja itu ada. Kita harus mengerti Firman. Kita harus mengerti Firman dengan tafsiran yang baik. Kita harus mengerti Firman dengan teologia yang sehat. Kita harus mengerti Firman untuk membawa kita semakin takluk kepada Tuhan, hidup dengan God-centred, not self-centred.

      Sekarang hamba Tuhan sudah tidak membahas dengan baik Firman, memiliki satu spirit untuk mendapatkan keuntungan dari jemaatnya. Itu semua sudah mendukakan hati Tuhan. Ketika saya mengatakan demikian, saya tidak mengatakan bahwa kita lebih baik atau kita satu-satunya gereja yang benar, sama sekali tidak. Tetapi bukankah kita harus menuju kepada yang Tuhan kehendaki? Gereja dipersiapkan sebagai mempelai wanita Kristus yang murni dan tidak bercacat cela sampai bertemu dengan Tuhan. Bukankah kita harus memiliki kemurnian di dalam hati? Pantaskah kita menggunakan Firman untuk mendapatkan uang? Bukankah kita memiliki satu kemurnian di dalam hati untuk mengharapkan Kristus? Pantaskah kita mengharapkan Dia untuk mendapatkan berkat? Arah hati kita harus benar. Seluruh gereja kita menuju ke sana. Tidak ada gereja yang sempurna, tetapi minimal arah dan tujuannya harus tepat.

      Yesus berkata di depan setan, kalimat ini diutarakan oleh Allah kepada kita untuk kita baca supaya kita tahu cara menghadapi setan. Perhatikan bagaimana cara untuk melawan setan. Kata Yesus: “Ada pula tertulis …”. Bila kita bertemu setan yang menggunakan ayat Alkitab, kalau kita tidak membaca ayat Alkitab, kita tidak mungkin bisa menghadapinya, bahkan kita terjebak dalam salah mentafsirkannya. Kita harus memiliki suatu tafsiran yang murni, yang benar dan yang sehat.

      Kata Yesus: “Ada pula tertulis jangan engkau mencobai Tuhan Allah”. Di dalam Alkitab ada beberapa kali kata “bagaimana manusia mencobai Tuhan.” Dalam Alkitab, mencobai Tuhan itu seperti apa:

      1. Mencobai Tuhan dengan membatasi Tuhan.
        Kita mencobai Tuhan dengan memberi batasan kepada Tuhan. Lihat Mazmur 78:18-19. Di sini kata mencobai Tuhan muncul. Ayat tersebut mempunyai konteks di mana Allah sudah berjanji kepada Israel bahwa Dia menyertai. Tetapi Israel selalu menjadi bangsa yang tegar tengkuk, mereka selalu bersungut-sungut. Ingin air. Ketika sudah diberi air, mereka meminta daging, terus seperti itu, tidak pernah puas. Mereka berteriak: “Apakah Tuhan beserta kita atau tidak? Apakah Tuhan sanggup menyediakan hidangan di padang gurun?” Teriakan itu adalah teriakan tuntutan. Sungutan itu adalah suatu bentuk tidak mengakui bahwa Allah sudah memberikan anugerah sebelumnya. Jangan kita bersungut-sungut, jikalau apa yang kita inginkan belum atau tidak terjadi. Kita boleh berdoa kepada Tuhan, kita boleh menyatakan isi hati dan keinginan kita kepada Tuhan, tetapi dengan ucapan syukur (seperti kata Paulus). Kalau kita bersungut-sungut, artinya kita tidak puas dengan hidup yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Apakah tidak ada berkat Tuhan yang besar dalam hidup kita? Kenapa terus marah? Kenapa terus bersungut-sungut? Kenapa terus mencobai Tuhan? Tuhan marah kepada Israel, mereka sudah ditolong, tetapi ketika mereka menginginkan sesuatu yang tidak ada, mereka bersungut-sungut. Ini adalah bentuk membatasi Allah. Dengan marahnya dan bersungut-sungutnya mereka, mereka mau menentukan waktu, cara, dan tempat Allah harus menyatakan kuasa-Nya. Kita tidak sadar akan hal ini.

        Ketika saya membaca, menyelidiki hal ini, sungut-sungut dan marah-marah adalah hal yang sepele dan biasa terjadi. Kenapa marah-marah atau sungut-sungut? Kenapa Israel berbuat seperti itu? Tidak puas dengan hidup. Tetapi itu bukan hanya tidak puas, itu adalah suatu teriakan untuk Tuhan: “sekarang dengar keinginanku, lakukan sekarang di tempat ini segera, dengan cara yang aku inginkan!” Tuhan pasti menuntun hidup kita, pasti memberi anugerah yang terbaik, Dia sudah memberikan Anak-Nya, apalagi yang lain. Tetapi tidak berarti kita boleh membatasi Tuhan, harus hari ini, di sini, dengan cara seperti ini Engkau memberkati aku. Dia adalah Allah yang bebas dan tidak terikat, Dia adalah Allah yang mengasihi kita di dalam kedaulatan-Nya. Kalau kita memaksa bahwa ini harus terjadi karena aku beriman, itu sebenarnya adalah suatu teriakan bahwa kita tidak beriman. Aku mengakui kuasa-Mu, lakukan sekarang! Dia berkuasa dan kalau Dia tidak mau melakukan sekarang, kita juga tidak dapat berbuat apa-apa. Jangan bersungut-sungut, jangan menuntut Allah untuk hal ini. Bersungut-sungut artinya tidak bersyukur, tidak mengakui anugerah yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Ada orang yang sudah bertahun-tahun dikeluarkan dari kesulitan yang besar, hidupnya sekarang terus bersungut-sungut. Saya tidak habis pikir. Dahulu Tuhan tolong, sekarang Tuhan pasti tolong, tetapi yang membuat Tuhan tidak menolong adalah sungut-sungut itu, karena kalau Tuhan menolong ketika kita bersungut-sungut, berarti Tuhan adalah budak kita. Jangan membatasi Allah. Dia berhak menolong kita sekarang, 10 tahun lagi, atau kapan saja. Dia berhak menolong kita dengan burung gagak, atau cara lain yang biasa. Tetapi yang paling penting adalah kita mau taat pada-Nya atau tidak. Alkitab mengatakan bahwa Israel mencobai Tuhan. Jangan sampai kita mencobai Tuhan dan membangkitkan kemarahan-Nya.

      2. Mencobai Tuhan dengan menuntut tanda.
        Lihat Lukas 11:16. Hati-hati ketika kita minta tanda, apa motivasi kita. Apakah kita sungguh-sungguh sedang berada di dalam suatu ketidakjelasan sehingga kita minta tanda atau karena kita sebenarnya tidak mau taat, kita tidak percaya, kita tidak mengenal Dia. Kalau kita terus minta tanda, sebenarnya kita tidak percaya kepada-Nya, kita tidak mengenal-Nya. Alkitab mengatakan: “mereka mencobai Yesus dengan meminta tanda”. Sebaliknya, Gideon meminta tanda, tetapi Allah tidak marah. Tidak setiap kali kita minta tanda Allah akan marah. Tetapi dalam hal Gideon, dia meminta tanda karena:

        – Dia mendapat tugas khusus dan dia tidak percaya dia diberi tugas khusus

        – Gideon merasa ragu-ragu ketika dia berjalan, apakah yang dipikirkannya benar. Ini adalah suatu ketulusan untuk mengetahui lebih lanjut akan pimpinan Tuhan. Tetapi sebenarnya banyak orang yang begitu jelas dan nyata, tetapi terus minta tanda, sebenarnya intinya adalah menunda ketaatan kepada Tuhan. Di sini Allah menyatakan suatu kemarahan. Yesus sudah melakukan tanda-tanda, Dia sudah mengajar dengan begitu jelas, tetapi orang Israel masih minta tanda. Yesus mengatakan: “Aku tidak akan memberimu tanda kecuali tanda nabi Yunus”. Tanda bahwa Anak Manusia akan mati, dikubur tiga hari dan akan bangkit sama seperti Yunus ada di perut ikan tiga hari. Dan tanda kedua dari nabi Yunus adalah Israel tidak akan percaya, tetapi bangsa-bangsa lain akan percaya kepada Yesus. Ini adalah tanda penghakiman kepada orang Israel.

      Masih ada 3 lagi prinsip mencobai Tuhan. Tetapi biarlah pada hari ini kita diingatkan supaya kita tidak membatasi cara kerja Allah. Juga jangan kita meminta tanda dengan didorong motivasi ketidakpercayaan. Biarlah kita hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.


  • Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (9)

    • Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 4:5-7

      Pencobaan yang pertama, setan memakai kebutuhan yang ditinggikan. Pencobaan yang kedua, setan memakai Firman dan mujizat. Ini adalah cara kerja setan menggunakan sesuatu yang kelihatannya tidak berdosa kelihatannya tetapi dia menambahkan sesuatu di dalamnya, meninggikannya, membuat kita mengejarnya dan akhirnya itu menjadi ilah. “Engkau lapar Yesus? Ubah batu jadi roti”. Setan memberikan suggestion kepada Yesus Kristus untuk melakukannya yang memang Dia lakukan. Mungkin banyak di antara kita terjebak dalam hal ini, kita mementingkan apa yang ada di dalam daging kita. Aku mengejar-ngejarnya. Ada orang yang mengejar karir atau uang atau seks, sampai meninggalkan anak istrinya atau menggunakan segala cara akhirnya melanggar kesucian Allah. Ketika kebutuhan yang ditinggikan, orang sudah tidak lagi dapat berpikir jernih dan melupakan ordo. Seharusnya yang di atas itu adalah ketetapan Allah, kesucian Allah, kehendak Allah, bukan nafsu dan kebutuhan kita. Orang yang terus menerus memelihara ordo, dia akan diberkati oleh Tuhan. Kristus memberikan kepada kita bagaimana seharusnya kita hidup. Tidak salah dengan kebutuhan itu. Tetapi kalau kita terus menerus mengincar itu untuk diisi, engkau sedang menaikkan itu dan itu akan menjadi ilah. Alkitab mengatakan demikian, bersyukur kepada Tuhan untuk hidup ini, karena Tuhan memperhatikan kita, dan nyatakanlah apa yang menjadi keperluan, kebutuhan kita dengan ucapan syukur. Orang yang memerlukan sesuatu tetapi dapat berdoa dengan ucapan syukur, artinya orang tersebut menempatkan kehendak Allah lebih tinggi peringkatnya daripada kebutuhannya.

      Pdt. Stephen Tong mengatakan tentang apa yang dapat kita pelajari dari setan. Pertama, setan itu mengetahui ia tidak akan mendapatkan pahala tetapi bekerja dengan tekun. Kedua, setan selalu tidak mau terang-terangan di depan. Itu rendah hati. Setan tidak akan muncul di depan kita ketika ia memerintah kita. Setan tidak memunculkan dirinya ketika dia bekerja. Maka kalau orang Kristen mau meninggikan dirinya agar dilihat orang ketika melayani maka rohaninya lebih rendah dari setan. Setan mengerti bagaimana mendapatkan sesuatu profit yang sebesar-besarnya, dia tahan dan menyangkal diri, walaupun sebenarnya dia ingin keluar dan suatu hari dia akan keluar. Ketiga, setan rajin bible study. Kalau kita tidak pernah bible study, kita akan kalah dengan setan. Kalau kita tidak mendapat anugerah dari Tuhan mengerti Firman, kita pasti kalah dengan setan. Ini adalah kehebatan setan yang kita secara positif harus belajar. Ada satu kalimat yang saya terus ulangi yaitu ingat akan arah direction.

      Kalau kita melihat satu buku kotbah atau ringkasan kotbah atau apapun saja berkenaan dengan kotbah di dalam gereja atau seorang hamba Tuhan, jangan lupa ingat arah direction. Kalau saudara tidak mengerti arah, saudara pikir kalimat ini benar, ada di dalam Alkitab tetapi sebenarnya setan menipu untuk menggunakan Alkitab yang memang benar tertulis seperti itu tetapi arahnya itu menjauh. Sebagai contoh, kalau saudara pergi ke Jakarta lalu naik taksi di bandara, saudara akan naik yang terpercaya, tetapi itu tidak cukup. Saudara harus memperhatikan supir taksi tersebut akan membawa saudara ke mana, saudara harus peka. Jika tujuan saudara ke Grogol, saudara akan protes jika supir membawa ke Bogor. Di dalam seluruh kehidupan sehari-hari, saudara mengerti ini. Di dalam urusan mengenai rohani banyak orang tidak peka. Ini adalah prinsip penting, mengerti arah. Ketika Yesus dicobai oleh setan, ia menggunakan Mazmur 91. Tetapi Yesus tidak setuju dengan setan karena dia memutar arah yang lain. Kalimat-kalimat di dalam Mazmur 91 adalah kalimat yang diperuntukkan bagi semua orang yang berjalan di dalam ordinary life, di dalam ordinary providentia. Tuhan berjanji akan melindungi, menatang, mengirimkan malaikat-Nya bagi orang yang biasa melakukan tanggung jawabnya tetapi bukan berarti kemudian orang itu terus terjun dari bukit kemudian malaikat akan menatang. Bukan seperti itu artinya. Calvin mengatakan, ada orang menggunakan Firman, keluar dari konteksnya dan mengaplikasikannya secara liar. Biarlah kita boleh punya hati takut akan Tuhan, karena Dia pemilik Firman. Biarlah kita boleh sadar kita itu bukan diminta untuk mengambil Firman seenaknya.

      John Flavel, seorang puritan menuliskan sebuah tesis, dia mengatakan beberapa prinsip ketika engkau mendengarkan kotbah maka engkau harus berhati-hati di dalam arahnya dan cek di dalam tiga hal ini. Tidak ada satu kotbah yang dinyatakan kepada kita tanpa tujuan. Seluruhnya ada tujuan dan harus dicek.

      1. Apakah arahnya mendorong kita menyukai dosa kedagingan atau mendorong kita menyangkal diri menuju kesucian?
        Banyak orang yang ingin untuk mendengar kotbah yang enak untuk didengar. Paulus mengatakan kepada Timotius sebelum dia mati. Timotius, pada akhir jaman, banyak orang berkumpul untuk mendengar pengajaran dari orang yang mengajarkan sesuai dengan keinginan telinga mereka. Setiap kali kalau mendengar kotbah dari seorang hamba Tuhan yang langsung menyenangkan kita, perhatikan yang disenangkan itu apa? Kalau daging, berarti arahnya menjauh dari Tuhan. Contohnya, berapa puluh tahun yang lalu ada satu gereja namanya Children of God yang terkenal di Jakarta. Mereka mengkotbahkan Allah itu cinta. Ini benar ada di dalam Alkitab. Kotbahnya berisi tentang cinta, mengasihi sesama dan semua orang menyukainya. Lalu bentuk kasih itu ujungnya adalah seks. Akhirnya satu dengan yang lain di dalam kebaktian setelah pulang mereka bermain seks karena cinta. Jikalau saudara melihat seorang hamba Tuhan terus berkotbah mengenai satu ayat, satu prinsip tanpa melihat yang lain, saudara harus hati-hati. God is love, itu benar. Tetapi di tempat yang lain, Tuhan itu Allah yang murka. Tuhan itu api yang menghanguskan. Mengapa saya sering sekali bicara berkenaan dengan penghakiman Allah, bicara mengenai kesucian Allah, bicara mengenai murka Allah? Apakah tidak ada bicara berkenaan dengan kasih Allah?

        Saya mengerti Allah itu kasih, dan Allah mengasihi kami luar biasa. Dan kasih-Nya membuat kami tidak bisa berkata-kata. Tetapi saya tidak mau menekankan itu. Pertama-pertama, karena banyak gereja selalu bicara kasih, saya harus memutar balik. Engkau harus tahu satu hal Allah itu adalah Allah yang penuh dengan kesucian. Sekali Dia marah tak mungkin ditarik lagi. Maka engkau akan menghargai cinta Tuhan. Orang yang mengerti kerasnya Allah, dia akan menghargai kelembutan Allah. Orang yang mengerti Allah yang menghakimi, dia akan mengerti dan menghargai satu keselamatan Allah. Orang yang mengerti kesucian Allah, dia akan mengerti dan menghargai penuh dengan air mata. Kalau terus berbicara tentang cinta, orang Kristen akan jadi lembek. Orang Kristen menjadi tidak mengenal Tuhan. Orang Kristen kemudian jadi mengenal allah yang lain. Allah itu begitu lembut, Allah itu begitu mengasihi kita, Allah itu begitu murah hati dan Allah itu begitu rendah hati. Dan di dalam banyak bahkan seluruh hidup maka cinta dan kebaikan dari kasih setia Tuhan itu terus muncul. Tetapi ketika itu muncul saudara semakin mengerti cinta Tuhan, semakin takut akan Dia. Hati saudara gemetar. Jikalau kita mengerti Allah itu keras, kita akan menghargai kelembutan-Nya. Kalau mengerti Allah itu Suci, kita akan menghargai cinta-Nya. Kalau mengerti Allah itu murka, saudara akan menghargai pengampunan-Nya,tetapi kalau saudara tidak mengerti kekerasan Allah, tidak mengerti penghakiman Allah, tidak mengerti kesucian Allah, saudara mempermainkan Dia. Gereja Children of God mengkotbahkan terus tentang cinta dan ada gereja yang terus mengkotbahkan tentang berkat.

        Berkat tidak perlu dikotbahkan, kita semua tahu Allah itu pemberi berkat, tetapi takut akan Allah perlu dikotbahkan karena kita tidak takut akan Tuhan. Saudara tidak usah meminta berkatpun Tuhan akan berikan. Dia mengatakan “kalau seorang ibu, mungkinkah dia melupakan anaknya? Pun kalau dia melupakan anaknya, Aku tak mungkin melupakan engkau hai Israel”. Dia mencintai kita, kita tidak perlu didik untuk meminta berkat, Dia memberkati kita dengan limpah. Kita perlu dididik untuk takut akan Tuhan. Saudara, teologia sukses, terus bicara berkat, ujungnya orang makin cinta uang, makin terus menggunakan kotbah untuk melihat peluang bisnis, menggunakan kotbah untuk mendapat profit, menggunakan hamba Tuhan untuk melihat future /masa depan untuk kemakmuranku, terus seperti itu. Itu sesuatu hal yang menjijikan sekali di hadapan Allah. Jangan pernah seperti itu, maka biarlah kita boleh bertemu dengan Kristus dan ketika kita boleh bertemu, bertumbuh mengenal Dia, biarlah kita boleh rest di dalam Dia. Hati kita memiliki contentment di dalam Dia dan ketika itu terjadi maka apakah kehidupan kita akan sukses ataupun tidak, apakah kita akan diangkat tinggi atau akan dibawakan ke tempat rendah, itu adalah tidak menjadi sesuatu hal yang utama lagi, karena aku ingin hanya untuk dipimpin oleh-Mu dan dekat dengan-Mu ya Tuhan. Alkitab terus membawa kita ke sana.

      2. Apakah itu berpusat pada diri/self-righteous/self-exaltation atau berpusat kepada Allah?
        Salah satu contoh yang jelas adalah bicara berkenaan dengan ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Dan Yesus mengatakan begitu sangat tajam kepada ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Berkenaan dengan ahli Taurat dan orang Farisi, kita sering kali menganggap bahwa Yesus itu membenci Taurat, bahwa Paulus itu tidak suka kepada Taurat. Jawabannya adalah tidak. Banyak orang Kristen bahkan sekarang sudah diajarkan bahwa Taurat itu tidak berlaku, bahwa Perjanjian Lama itu tidak terlalu penting, bahwa hukum-hukum Allah itu tidak penting, tetapi sekarang yang paling penting adalah kasih karunia, anugerah, grace. Di dalam Alkitab terbagi menjadi dua, masa Kejadian sampai Maleakhi disebut sebagai masa hukum, law, di dalam Matius sampai Revelation itu adalah masa grace. Dan kemudian kita berkata oh ini sekarang masa grace, Tuhan memberikan anugerah, itu adalah sesuatu kesalahan yang sangat fatal karena Yesus sendiri mengatakan jikalau hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari ahli-ahli Taurat atau orang Farisi, maka engkau tidak bisa masuk ke dalam kerajaan Allah. Maka yang melakukan Taurat Tuhan-lah yang masuk ke dalam kerajaan Allah. Yesus kristus mengatakan, “jangan engkau sangka bahwa Aku akan meniadakan hukum Musa, hukum Taurat”, Aku katakan kepadamu langit dan bumi bisa berlalu, tapi satu iota, satu nokta tidak akan berlalu dari hukum Taurat, Aku datang untuk menggenapinya. Ini adalah masa dari anugerah, betul. Tetapi itu tidak menghancurkan Taurat. Lalu kemudian seperti itu, apa yang salah dari orang Farisi dan ahli Taurat, bukan hukum Tauratnya, bukan law-nya, tetapi perhatikan baik-baik, mereka adalah orang-orang yang kemudian membaca Taurat lalu berusaha untuk melakukan Taurat sebisa mungkin, sesempurna mungkin.

        Yesus katakan, “munafik engkau”, karena tidak ada satu orang pun yang bisa melakukan hukum Taurat secara sempurna. Tetapi bukan itu saja, mereka melakukan hukum Taurat, lalu dengan keberhasilan mereka, mereka datang kepada Tuhan. Mereka mentaati hukum itu, lalu ketaatan itu dipakai untuk mengatakan kepada Tuhan, aku layak ke surga karena melakukan hukum. Ini mendirikan self-righteous, mendirikan kebenarannya pada dirinya sendiri. Ini menjadikan self-exaltation, meninggikan diri sendiri. Dengan kekuatanku, dan ketaatan, aku akan pergi ke sorga. Bukan seperti itu. Orang Kristen sejati akan mengatakan bahwa dirinya tidak benar, Kristus-lah yang membenarkan dan itu adalah anugerah, Kristus membenarkan, mengutus Roh-Nya yang suci, mendorong aku dengan sukacita mentaati Taurat, karena Dia bekerja di dalam aku, aku rela untuk memuliakan Dia dengan ketetapan yang Dia sendiri tulis. Sekali lagi orang Kristen itu tidak meng-abolish Taurat, orang Kristen itu menggunakan Taurat sebagai bentuk satu sukacitanya melayani Tuhan dan cintanya untuk menyenangkan hati Allah. Orang Kristen menyadari aku tidak mungkin bisa pergi ke surga, aku sama sekali tidak layak, aku penuh dengan kekotoran, Kristus ampuni dosaku, lalu kemudian Kristus mengampuni, Kristus memberikan Roh-Nya, Roh-Nya kemudian menuntun kita membaca Firman, dan ketika kita dituntun membaca Firman, kita memiliki satu kerinduan, aku rindu melakukan Firman-Mu sebelumnya aku tidak bisa, tetapi dengan Roh Kudus aku melakukannya, aku melakukannya bukan untuk kebenaranku sendiri, tetapi aku mau melakukannya untuk Engkau Tuhan, karena Engkau begitu murah hati, Engkau begitu mengasihi aku, aku mau melakukannya untuk memuliakan-Mu, maka Roma 11 ayat yang terakhir mengatakan satu kalimat kesimpulan mengenai orang yang hidup dalam God-centered. “Segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia, bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya”.

      3. Apakah arahnya menerima design dunia atau kepada Alkitabiah?
        Poin yang ketiga sebenarnya adalah sesuatu yang sulit sekali, karena kita berada di dalam dua kerajaan, satu adalah kerajaan Allah dan satu adalah kerajaan dunia. Kerajaan Allah dan kerajaan dunia memiliki hukum-hukum yang berbeda, bertolak belakang, 180 derajat, memiliki prinsip hidup, etika, dan filosofi yang berbeda, tetapi masalahnya adalah kita berada di tengah-tengah dua kerajaan ini, sampai kita bertemu dengan Tuhan, dan ini akan menjadikan kita selalu akan confuse, bagaimana cara untuk kita boleh hidup di tengah-tengah dunia ini, bagaimana cara saya bisa melayani Tuhan di tengah-tengah dunia ini. Saya tidak punya waktu untuk menjelaskan semuanya ini, ini adalah case per case. Saya ambil contoh, pada suatu hari saya diundang di satu gereja dan saya berkotbah di sana, cukup banyak anak-anak muda, dan satu tahun kemudian saya diundang, saya begitu kaget, karena persekutuan itu sekarang anak mudanya makin sedikit dan yang membuat saya kaget adalah set-up gerejanya dibuat café. Mereka mengakomodir gaya dunia untuk menarik orang muda datang ke gerejanya. Bagaimana bisa membuat sesuatu garis untuk mengatakan ini dari kerajaan Allah, ini cara dunia menjadi sesuatu yang tidak mudah, salah satu masalah di dalam misionaris dan dalam gereja masa kini adalah hal itu. Banyak pemimpin gereja berpikir kalau tidak pakai musik sekarang, tidak mungkin anak muda mau datang, saya tidak mengatakan bahwa ini adalah pasti salah, saya hanya mau mengatakan spirit-nya yang salah, karena untuk mengakomodir yang sifatnya duniawi. Perhatikan apa yang sudah dikatakan oleh John Flavel, apakah gereja itu mengakomodir design dunia atau biblical arahnya mendekati makin menuju kepada cara-cara dunia atau kepada cara-cara Alkitabiah, dan dia mengatakan yang mengakomodasi design dunia, akan membuat dirinya ditertawakan oleh dunia.

        Gereja yang mengakomodir design dunia, cara dunia, maka suatu hari akan ditertawakan oleh dunia. Dan ini sungguh-sungguh terjadi. Pembahasan mengenai same sex marriage apakah itu diterima atau tidak di gereja, ada orang-orang yang konservatif mengatakan tidak bisa, tetapi ada orang-orang Kristen yang mengatakan bisa. Bagaimana seharusnya kita bersikap seperti ini. Saudara perhatikan baik-baik, saudara boleh uji perkataan saya, saudara perhatikan apa yang Alkitab katakan. Allah menciptakan manusia menurut peta dan teladan Dia, diciptakannya laki-laki dan perempuan dan Allah kemudian membentuk institusi pernikahan itu. Institusi pernikahan bukan merupakan ide manusia, institusi pernikahan adalah ide Allah dan Allah menyatakan tidak baik manusia sendiri saja, Aku akan memberikan kepadanya penolong yang sepadan dengan dia, dan dia akan menikah, dia akan menjadi satu keluarga dan dia harus keluar dari orang tuanya. Manusia, kapan pernah kita punya issue dan punya sesuatu design pernikahan? Allah-lah yang men-design dan kemudian kita men-dekonstruksi seluruhnya, itu adalah sesuatu kejahatan. Saudara perhatikan baik-baik, tidak pernah ada, dan tidak pernah boleh, dan tidak disahkan di dalam Alkitab sejak dari Kejadian sampai Wahyu berkenaan dengan same sex marriage. Tetapi itu tidak berarti bahwa saudara boleh menghina sesukanya orang gay atau lesbian. Alkitab mengatakan bahwa kita harus mengasihi bahkan orang yang menganiayai kita. Kita tidak boleh memojokkan mereka, kita harus minta kuasa dari Kristus untuk kita boleh punya kekuatan melayani mereka dan mereka boleh keluar dari sesuatu kejahatan atau dosanya. Tetapi sekali lagi itu bukan sesuatu hal yang bisa dilegalkan, apalagi diberkati di dalam gereja. Dosa adalah tetap dosa, kebenaran adalah tetap kebenaran, dan kita tidak perlu mengatakan bahwa itu adalah sesuatu kebenaran untuk kita bisa diterima oleh mereka, ini adalah sesuatu yang sulit sekali, tetapi sesuatu yang sulit sekali menjadi sesuatu hal yang tidak beres, tidak benar.

        Perhatikan baik-baik, kalau sesuatu bersifat antithesis, saudara tidak pernah bisa mendapatkan sesuatu kesamaan hak. Saudara harus memiliki kesamaan hak, apakah dia orang Afrika atau apakah dia orang Amerika, kalau saudara lebih suka menjamu kepada orang Amerika, dan kemudian saudara membuang muka saudara kepada orang Afrika, Alkitab mengatakan engkau dan saya sedang berdosa. Mereka punya hak yang sama. Tetapi, ketika berbicara berkenaan dengan pernikahan, pembunuhan, dosa, maka ada dosa dan kebenaran, saudara tidak bisa samakan persamaan haknya. Segala sesuatu yang antithesis tidak mungkin ada persamaan haknya, saudara tidak bisa bicara kepada Tuhan, Engkau tidak adil, Engkau harus punya persamaan hak, Engkau kalau hidup, setan juga mesti hidup, itu antithesis, tidak mungkin ada persamaan hak di dalam hal ini. Misalkan kalau satu orang sudah mengklaim menikah dengan satu orang, sudah tidak mungkin orang lain klaim. Tidak bisa engkau mengatakan sama haknya, mesti adil, mesti mengasihi, Tidak pernah bisa. Ini hal filosofi yang paling rendah, paling sederhana, paling dasar, dan kita sedang dilawan, kita sedang dipermainkan, tetapi mereka memang mempermainkan, mungkin mereka tidak sadar. Sekarang kembali lagi mengenai pembahasan mengenai same sex-marriage, ada orang konservatif mengatakan tidak bisa, ada orang Kristen yang mengatakan bisa dengan alasan cinta kasih, lalu kemudian saudara perhatikan baik-baik, orang yang Kristen ini, saya tidak tahu dari gereja mana, kemudian dia menulis di dalam diskusi website itu tidak usah khawatir karena gerejanya menerima mereka yang ingin diberkati pernikahan sesama jenis. Kemudian, apa yang ditulis orang yang same sex marriage itu? Siapa yang minta diberkati oleh gereja? Gereja kalau sudah kehilangan hak kesulungannya, dia akan kehilangan apapun saja, dia berpikir bahwa dia bisa menjangkau. Kita harus menjangkau banyak orang, dengan spirit inkarnasi datang kepada mereka, tetapi tidak mengakomodasi cara-cara dunia. John Flavel mengatakan jikalau engkau melakukan hal ini, mengakomodasi design dunia, akan ditertawakan oleh dunia.

        Biarlah kita boleh mengerti setan selalu akan memberikan kepada kita prinsip-prinsip Firman Tuhan, tetapi sebenarnya adalah sesuatu yang selalu arahnya diselewengkan, arahnya diselewengkan kepada keinginan daging, arahnya diselewengkan kepada akomodasi dunia, arahnya selalu akan diselewengkan untuk membuat kita selalu punya self-righteous dan bukan God-centered, bukan God exaltation. Kiranya Tuhan boleh memimpin, dari satu per satu kita punya pikiran, membedah satu per satu daripada apa yang Alkitab katakan dan kiranya Roh Kudus yang menerangi kita, Dia memelihara jalan kita.


  • Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (8)

    • Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 4:5-7, Mazmur 91:11-12

      Ketika membaca ayat-ayat ini, hal yang paling utama adalah kiranya kita takut kepada Tuhan. Saya sungguh tidak bisa mengerti bagaimana orang berani hidup tanpa Kristus, tanpa Firman dan tidak mengenal pribadi Allah. Setan terus menerus mematikan manusia, membuat kita berada di dalam lumpur yang menarik kita, semakin kita bergerak semakin kuat tarikannya ke bawah. Kecuali ada pertolongan dari Surga kepada kita, maka tidak mungkin kita bisa keluar dari lumpur itu. Tetapi hebatnya, cara setan memasukkan kita ke dalam lumpur dan pada saat yang sama kita tidak menyadari bahwa kita sedang terhisap di dalam lumpur. Ini adalah kematian perlahan–lahan, sama seperti seekor katak, dimasukkan di panci yang dipanaskan terus menerus, dan kemudian mati. Katak memiliki kekuatan di dalam dirinya untuk beradaptasi dengan suhu di sekitarnya sampai titik suhu tertentu, sama seperti kita. Manusia diberikan kemampuan untuk beradaptasi. Pertama, saudara akan merasakan hal yang tidak benar, tetapi ketika saudara mengijinkan itu terjadi, maka kemudian saudara akan berada di dalam posisi merasa ini baik dan tidak ada masalah, Saudara mulai beradaptasi. Saudara tidak sadar, bahwa kita sedang dimatikan sampai suhu tertentu. Ini adalah pekerjaan setan yang menarik kita, yang berusaha melumpuhkan kita. Bagaimana kita berani hidup tanpa Tuhan dan Firman-Nya? Setan saja berani mencobai Anak Allah. Apalagi terhadap kita? Dengan mudah sekali dia akan menggocoh kita.

      Kita akan masuk mengenai temptation setan kepada Yesus Kristus. Sebelumnya saya mau mengingatkan beberapa hal seperti yang sudah dibahas sebelumnya.

      1. Setan mengetahui Firman. Di dalam Yakobus dikatakan setan gemetar kepada Tuhan. Tetapi satu hal, setan tidak pernah taat kepada Tuhan. Yang membedakan antara pengikut setan dengan pengikut Kristus hanya satu, yaitu ketaatan membaca Firman. Setan mengetahui Firman. Kalau saudara melihat di dalam ayat-ayat ini, luar biasa kejahatan dan keberanian dan kecongkakan setan. Setan berani bicara kepada Yesus Kristus: ada tertulis, berarti itu adalah Firman. Firman itu adalah Yesus Kristus sendiri. Tidak ada nabi atau rasul yang mengeluarkan kalimat dari dirinya sendiri. Itu dikontrol oleh Firman. Firman itu dinyatakan di dalam hati para nabi. Dinyatakan itu adalah Firman-Nya Kristus. Sekarang Firman itu diambil oleh setan kemudian disodorkan kepada Kristus. Luar biasa! Itu adalah tipuan. Itu adalah hal yang sangat tidak tahu diri dan sangat kurang ajar. Tetapi jikalau setan begitu berani berbicara demikian kepada Kristus, apalagi kepada kita.

      2. Setan menggunakan Alkitab dan melakukan tafsiran yang salah. Kalau orang Kristen tidak mengetahui Firman, akan mudah sekali dihancurkan oleh setan. Jangan berbangga jika saudara pergi ke gereja dan melayani Tuhan. Setan menipu kita dengan memakai Firman lalu dia menggunakan Firman itu untuk memalsukan Firman. Ini teknik tinggi. Pencobaan setan kepada Yesus Kristus itu tiga lapis. Tiap lapisan makin lama tekniknya makin tinggi. Kalau Tuhan memberikan kita cukup waktu untuk meng-explore semuanya, itu yang dikatakan oleh Ibrani, Yesus Kristus dicobai dari segala macam sisi. Setan pertama kali mencobai Yesus, dengan memakai kebutuhan (sedang lapar) untuk menjatuhkan Yesus. Tetapi sekarang sudah tidak memakai kebutuhan, karena Yesus mengatakan: “Ada tertulis manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar daripada mulut Allah”. Lalu setan mengatakan: “Ada juga tertulis, Yesus, jatuhkan diri-Mu dari bubungan bait Allah itu, maka malaikat–malaikat-Nya akan menatang Engkau” (Mazmur 91). Jikalau saudara tidak membaca Alkitab baik-baik, pasti kalah dengan setan. Setan yang tertinggi itu bukan berada di kuburan tetapi letaknya di mimbar, di dalam gereja. Itulah sebabnya maka Yohanes mengatakan anti-christ. Anti-christ itu bukan orang beragama lain yang kemudian menghancurkan gereja, anti-christ adalah di antara kita sendiri. Orang–orang yang memakai Firman, memutarbalikkan Firman untuk menjatuhkan hati jemaat, supaya jemaat tidak mengenal Allah. Peperangan yang terbesar bukanlah peperangan bom atom. Peperangan yang terbesar yang menjatuhkan semua orang, bahakan anak–anak Tuhan sekalipun adalah peperangan tafsiran.

      3. Tafsiran yang dilakukan oleh setan itu, membawa kepada satu arah yang kesannya manis dan menyenangkan untuk daging, dan disetujui oleh natur manusia yang berdosa. Salah satu bentuk tipuan setan yang tinggi adalah menggunakan ayat Alkitab yang tepat, tetapi membawa ke arah yang berdosa. Perhatikan baik–baik direction-nya dan juga spirit-nya. Banyak orang Kristen dan kita tidak mengerti hikmat ini. Perhatikan apa yang terjadi kepada Adam dan Hawa ketika mereka dicobai oleh setan dan apa yang terjadi kepada Yesus Kristus ketika dicobai. Ketika setan mencobai Adam dan Hawa, setan menggunakan kalimat Allah, tetapi kalimat itu dibuat antithesis. Kalimat itu dibuat kontras 180 derajat. Kalimatnya tidak pernah diucapkan oleh Allah. Setan datang kepada Adam dan Hawa dan mengatakan kepada Hawa, “Tentu Allah berfirman, semua buah dari pohon di tempat ini engkau tidak boleh makan bukan?” Sebenarnya, Tuhan mengatakan: semuanya boleh kecuali ini. Setan melakukan antithesis. Tetapi ini tidak mungkin works kepada Yesus Kristus. Kepada orang–orang yang tidak mengenal Firman, maka setan akan mudah sekali untuk menipu, dia akan membalikkan perkataan Tuhan yang ada di dalam Alkitab karena orang tersebut tidak pernah membaca dan menyelidiki Firman. Tetapi kepada orang–orang Kristen yang meneliti Firman, maka setan akan menggunakan ayat yang benar–benar di dalam Alkitab. Setan akan mengambil ayat itu, memberikannya kepada kita, dan mengarahkannya ke suatu tujuan yang bukan dari Tuhan. Perhatikan arahnya. Setan memakai ayat Alkitab untuk mengarahkan kita untuk menyenangkan daging dan pikiran kita yang berdosa. Di sini setan akan mengeluarkan Firman lepas dari konteksnya. Dengan kata lain, dia akan menambahkan atau mengurangkan dan akan menerapkan Firman Tuhan bukan pada kondisi seperti yang Tuhan inginkan.


        Maka kita harus menguji setiap roh. Sebagai hamba Tuhan saya harus berani untuk diuji, karena saya harus bertanggung jawab di hadapan Allah. Di dalam 1 Yohanes 4:1, Yohanes mengatakan, “Ujilah setiap roh!” berarti Yohanes sendiri mau diuji. Dan yang menggerakkan Yohanes adalah Roh Kudus. Ketika Roh Kudus menuliskannya melalui tangan Yohanes “ujilah setiap roh”, maka Roh Kudus sendiri meminta jemaat untuk menguji Dia. Jangan saudara memiliki satu asumsi dasar yaitu percaya saja. Itu akan mematikan rohanimu. Penipu akan selalu bicara percaya saja. Kita memang harus percaya kepada Firman, tetapi kita harus mengujinya dan lihat baik–baik. Perhatikan Mazmur 91:11-12, seluruh katanya sama, tidak ada kesalahan di dalam titik komanya. Tetapi yang dikerjakan oleh setan adalah dia melepaskan ayat tersebut dari seluruh konteksnya. Dan kemudian menyodorkannya kepada Kristus Yesus. Kalau hal itu disodorkan kepada kita, maka akan menyenangkan daging kita, dan akan membawa kita untuk mendapatkan benefit dari Firman itu untuk keinginan berdosa kita. Dan itu yang dilakukan oleh setan. Calvin mengatakan setan sedang memperkosa dan mengorupsi Firman, dan menggunakan Firman itu seenaknya, lalu mengaplikasikannya secara liar. Mazmur 91:11-12 mau mengatakan, orang–orang yang sungguh–sungguh takut akan Tuhan, ketika dia berjalan, dan kemudian ada orang lain yang ingin menghancurkan dia, maka Tuhan berjanji: Akulah yang menjadi pelindungmu”. Tetapi ayat 11-12 ini dipakai untuk Yesus. Tidak ada orang yang sedang mengganggu dan memusuhi Dia. Sekarang kepada Yesus, setan berkata, “Jatuhkanlah diri-Mu dari tempat bubungan bait Allah itu lurus ke bawah, nanti malaikat akan menatang Engkau”. Tidak ada konteksnya sama sekali. Setan menggunakan Firman, memutarbalikkannya, mengeluarkan Firman yang memang ada, tetapi tidak memberikan konteks yang sesungguhnya. Dia sedang memperkosa, mengorupsi, memenggal Firman, dan mengaplikasikannya secara liar.

        Contohnya, banyak orang berkotbah mengenai Maleakhi tentang perpuluhan. Kita harus memberikan perpuluhan karena satu hal yaitu Tuhan sudah memberikan kepada kita uang itu. Kita bersyukur kepada Tuhan, dan itu bentuk iman bahwa milikku adalah sepenuhnya milik-Mu Tuhan. Ada orang bertanya kepada saya apakah perpuluhan itu masih berlaku sampai sekarang? Bukankah itu ada di dalam Perjanjian Lama? Saya katakan kepadanya benar bahwa perpuluhan ada di dalam Perjanjian Lama, maka saat ini perpuluhan itu tidak lagi berlaku. Bapak tidak harus memberikan 10%, tetapi boleh memberikan 20%, 30%, 40% bahkan semuanya. Maksud orang tersebut adalah kalau bisa jangan memberikan apa–apa untuk Tuhan. Perpuluhan adalah bentuk kita berterima kasih kepada Tuhan. Sebelum engkau memberikan perpuluhan, maka Tuhan sudah memberikan terlebih dahulu kepadamu. Bagaimana mungkin engkau bisa memberikan perpuluhan kalau tidak ada berkat Tuhan datang kepadamu? Tetapi sekarang terbalik, orang memberikan perpuluhan agar mendapatkan berkat lebih besar. Perhatikan arah dan spirit-nya. Ayat ini ditulis oleh nabi Maleakhi untuk menghardik orang Israel karena mereka menyimpan uang mereka. Mereka tamak. Maleakhi mengatakan engkau mencuri uang Tuhan, engkau memiliki hati yang tidak beres di hadapan Tuhan, engkau berpikir bahwa kalau engkau memberikan itu maka Tuhan tidak akan setia kepada janji-Nya? Engkau tidak mempercayai Tuhan, engkau greedy!

        Tetapi sekarang, ada banyak hamba Tuhan mengatakan jikalau engkau memberikan perpuluhan, maka Tuhan akan memberikan lebih banyak. Perhatikan arah yang sedang dituju oleh pendeta itu? Dia sedang mengobarkan greedy , bukan mematikan dosa greedy . Ayat Alkitabnya sama, direction-nya berbeda. Perhatikan, ini tipuan yang licin sekali. Kecuali sungguh–sungguh kita minta belas kasihan Tuhan mengerti Firman, dan Roh Kudus menerangi kita, saudara tidak akan sadar akan hal ini. Ayat Alkitabnya sama tetapi, yang satu mematikan dosa, yang satu lagi mengobarkan dosa. Yang satu membuat orang mencintai Tuhan, yang satu membuat orang memberikan perpuluhan bukan karena cinta kepada Tuhan, tetapi investment . Tidak ada satu perasaan pikul salib, tidak ada satu perasaan ketaatan karena itu adalah invest . Sehingga ketika saudara melakukannya, itu menyenangkan daging. Setan menggunakan kalimat yang precise , tepat, tetapi arahnya akan membawa kita kepada kesenangan daging. Dan kalau kita mendengarkannya, memperhatikannya, dan menyetujuinya karena natur manusia sudah corrupt , sudah jatuh di dalam dosa. Gereja Tuhan, perhatikan arah. Ketika engkau membaca apapun saja perhatikan arahnya. Apakah itu membuat kita memikul salib, mengikuti Kristus, menyangkal diri, dan semakin taat kepada Tuhan? Atau menyukakan daging kita? Perhatikan arahnya.

        William Perkins , seorang Puritan. 300 tahun yang lalu di dalam commentary-nya, dia menuliskannya di dalam konteks ketika dia berperang dengan hamba–hamba Tuhan dari gereja Anglican yang palsu (Saya tidak katakan semua gereja Anglican palsu, dengan hamba-hamba Tuhan yang palsu) yaitu salah satu hal utama yang dikerjakan setan pada umat Tuhan adalah membawa seseorang kepada presumption , atau anggapan, atau kepercayaan, yang kosong yang tidak ada tentang kasih Allah, anugerah Allah, dan perkenanan Allah padaku. Tuhan memang beranugerah, mengasihi, memberikan perkenanan, tetapi bukan seperti apa yang mereka maksudkan. Jadi mereka selalu mengatakan Allah beranugerah padamu, Allah mengasihi engkau, Allah memberkati engkau. Benar Allah memberkati kita, benar Allah memberikan anugerah itu, tetapi bukan seperti yang mereka kotbahkan, bukan seperti yang jemaat lihat atau pikirkan. William Perkins menyatakan tanda orang-orang seperti ini adalah mereka tidak akan ketat, tidak akan teliti, dan mereka tidak akan hati-hati di dalam membaca Firman. Biasanya mereka mengambil Firman untuk pleasure dan profit kehidupan mereka sendiri. Seperti apa yang dikatakan Daud di dalam Mazmur 19. Mereka selalu menuntut extra ordinary providence dan mengabaikan lawful ordinary providence. Mereka adalah orang-orang yang lancang, gegabah, congkak, terlalu yakin pada diri mereka sendiri.

        Daud menegaskan: Bebaskan aku dari dosa ini. Jangan biarkan aku berada di dalam dosa seperti ini. Perhatikan baik-baik, Abraham, Musa, Daud dan semua rasul-rasul adalah orang diberkati Tuhan, dan mereka dipakai oleh Tuhan dan Tuhan begitu jelas berbicara kepada mereka atau kadang-kadang Tuhan itu begitu jelas memberikan beberapa hal penampakan atau hal-hal yang ajaib, bahkan mujizat-mujizat kepada mereka. Iman mereka menopang mereka. Tetapi mereka tidak pernah congkak atau mereka gegabah atau lancang. Mereka adalah orang yang menyadari bahwa dirinya tidak layak mendapatkan miracle. Aku adalah orang yang sungguh-sungguh berdosa di hadapan-Mu. Milikilah hati yang selalu menyadari bahwa kita ini adalah orang yang tidak layak ditolong oleh Tuhan, tetapi kita minta pertolongan Tuhan. Kadang Tuhan menolong dengan extra ordinary providence , dengan miracle tetapi kadang Dia menolong atau Dia akan berkata-kata dengan cara yang lebih sederhana. Tuhan menggunakan segala cara yang kelihatannya natural tetapi sebenarnya itu adalah pengaturan tangan-Nya yang tidak terlihat.

        Satu hal yang sangat menjijikan di dalam hal ini, ketika ada orang yang berani di hadapan Allah mengatakan, “aku meng-claim Firman, meng-claim janji Tuhan”. Ketika Allah berjanji, Alkitab dengan jelas menyatakan Dia tidak pernah curang dan Dia adalah Allah yang memberikan kasih setia sampai pada masa tuaku. Tidak pernah ada satu nabi yang berani mengatakan “aku claim”. Itu sifat yang tidak benar dan bukan dari anak-anak Tuhan. Tuhan bukan petugas asuransi. Dia adalah Allah dan di dalam kerangka kedaulatan Allah, Dia yang berjanji, Dia berhak untuk tidak menyatakan janji itu kepada kita. Di dalam Ibrani 11 ada tulisan bahkan mereka itu adalah orang-orang yang tidak mendapatkan janji itu. Meskipun kehidupan mereka sudah memberikan kesaksian yang benar, tidak ada kesalahan pada mereka, tetapi mereka tidak mendapatkan janji itu. Alkitab kemudian mengatakan: Tetapi Allah tidak malu menjadi Allah mereka karena Allah sudah menyediakannya di Surga. Itu tempat kediaman yang jauh lebih baik daripada di dunia. Allah berhak kepada siapa Dia mengasihani dan kepada siapa Dia menarik. Dia berhak untuk memberikan janji-Nya dan menentukan kapan janji-Nya itu terlaksana. Kita tidak pernah boleh untuk meng-claim kepada Dia. Kita tidak pernah boleh untuk menyatakan harus terjadi hari ini, sebaliknya kita boleh mengatakan: Tuhan berikan aku kekuatan untuk terus memandang janji-Mu yang tidak pernah akan binasa dan Engkau pasti akan setia kepadaku. Berikan aku kekuatan, Tuhan. Itu namanya iman. Itu namanya kesetiaan. William Perkins, Calvin, dan bapak-bapak gereja, sudah menyatakan cara kerja setan di dalam hal ini. Dia akan menggunakan ayat Alkitab yang tepat lalu kemudian memberikannya kepada kita. Mencopotnya dari seluruh konteksnya, mengaplikasikannya secara liar. Dia sedang mengkorupsi, dia sedang memperkosa daripada teks dan kemudian mengarahkan kepada jiwa kita untuk seakan-akan itu Tuhan menjanjikannya dan itu akan menyenangkan daging. Setiap kali Firman Tuhan menyenangkan daging saudara harus hati-hati karena itu teknik dari setan.

      Sekarang saya akan masuk ke dalam teknik setan yang lain di dalam temptation ini juga. Teknik setan di dalam temptation yang kedua itu ada 2 hal yang besar. Pertama adalah dia menggunakan Firman: “Ada tertulis”, Yesus. Kedua, dia menggunakan mujizat. Lihat Matius 4:5-6. Setan menginginkan mujizat terjadi. Setan menginginkan Yesus membuat mujizat. Setan membujuk Yesus untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Anak Allah di hadapan seluruh orang Israel dengan menggunakan mujizat. Yesus menggunakan pengajaran dan berkotbah ketika Dia menyatakan bahwa Dia adalah Anak Allah kepada orang Israel. Yesus akan menggunakan mujizat untuk menyatakan ketepatan, meneguhkan pengajaran-Nya, tetapi Dia tidak mengobral mujizat. Perhatikan kalimat setelah ini, camkan di dalam hati saudara. Keinginan yang liar untuk terus-menerus melihat mujizat untuk diri sendiri adalah tanda anak neraka. Saya tidak akan berbicara ini kalau tidak ada basis Alkitab dan teologi yang jelas. Saya sengaja bicara seperti ini untuk membuat saudara melihat kembali Alkitab. Saya akan membawa saudara-saudara di dalam 3 tempat ayat Alkitab. Ketiga-tiganya adalah anak-anak neraka yang menginginkan mujizat. Yang pertama adalah Lukas 16:19-31. Perhatikan baik-baik apa yang diminta oleh orang ini: “Berikan kesaksian mujizat, Bapa Abraham, kirim Lazarus untuk bangkit dari orang mati, katakan dia kepada saudara-saudaraku”. Di sini kita dapat melihat detail eskatologi apa yang terjadi. Di dalam neraka orang itu tetap bisa berpikir, tetap memiliki kasih, cinta, tetapi di dalam neraka dia menyodorkan pikiran yang tetap adalah pikiran setan. “berikan mujizat, bangkitkan Lazarus supaya dia pergi ke tempat semua saudara-saudaraku, masih ada 5 saudara di sana, supaya mereka jangan seperti aku”. Perhatikan, ini adalah penginjilan cara setan. Lalu kemudian apa yang dikatakan oleh Bapa Abraham? Ada pada mereka kesaksian nabi dan kesaksian Musa (5 Kitab Taurat). Tetapi orang ini mengatakan: Tidak. Kalau ada orang yang dibangkitkan pasti mereka akan percaya. Abraham mengatakan: Tidak, kalau mereka tidak mau menerima pengajaran kami, tidak mungkin mereka percaya dengan kebangkitan. Saudara-saudara, saya tidak mengatakan bahwa mujizat Tuhan tidak ada pada hari ini. Ada. Sampai detik ini ada. Tetapi kalau engkau terus menginginkan extra ordinary providence, yang supranatural terjadi terus-menerus, Saudara harus hati-hati karena itu bukan dari Tuhan. Kadang saya lihat orang-orang terlalu congkak, terlalu berani berkata bahwa Tuhan sudah berbicara kepada mereka, dan sering mendapatkan penglihatan-penglihatan. Saudara cek umur Abraham, Petrus, Yunus, dan semua nabi-nabi, berapa kali mereka mendapatkan suara Tuhan? Tidak sering. Jikalau Tuhan memberikan satu mujizat, maka langkahnya itu luas dan jejaknya sampai kepada kekekalan. Mujizat bukan untuk mujizat itu sendiri. Setiap orang yang terus-menerus berbicara mujizat dan mengingikannya secara membabi buta, itu adalah tanda anak neraka. Saudara uji kalimat saya. Saudara lihat kembali di dalam Alkitab.

      Saya tidak mengatakan bahwa setiap kali mujizat itu ada, maka itu pasti dari setan. Itu juga salah. Tetapi saya mau mengatakan, setiap kali mujizat ada, jangan berpikir itu pasti dari Tuhan. Yesus tidak sering mengadakan mujizat dan ketika Dia melakukan mujizat itu untuk meneguhkan sebuah pernyataan. Ketika Dia menyatakan bahwa Dia adalah Roti yang Hidup, maka kemudian Dia membelah-belah roti itu. Itu untuk menegaskan apa yang menjadi pengajaran-Nya. Dia tidak sembarangan. Mujizat Tuhan bukan untuk kesukaan kita pribadi. Saudara harus tahu itu untuk apa. Ada seorang misionaris pergi ke satu daerah di Afrika lalu kemudian ada perang suku dan kemudian seorang anak mati di dalam peperangan suku itu. Lalu misionaris itu berdoa kepada Tuhan, minta belas kasihan. Dia bahkan tidak minta untuk anak itu dibangkitkan. Dia tidak tahu anak itu bisa dibangkitkan atau tidak. Dia adalah orang protestan. Dan ketika dia berdoa, kemudian anak itu bangkit. Sebelumnya misionaris ini terus memberitakan Injil tetapi tidak mendapatkan buah yang nyata tetapi begitu mujizat terjadi maka itu menggenapi pemberitaan Injil. Intinya itu adalah pengajaran. Perhatikan sekarang Lukas 23:8, Herodes menyukai mujizat dan ingin melihatnya. Ada orang pergi ke gereja karena ingin melihat atraksi mujizatnya. Jika demikian, saudara persis satu sifat dengan Herodes. Kita harus bertobat. Kita harus mengerti bahwa yang paling utama itu adalah Firman. Kemudian dalam Markus 15:31-32. Imam-imam menginginkan mujizat. Dia meminta Yesus turun dari salib. Yesus tidak melakukannya karena tujuannya Yesus datang bukan untuk melakukan mujizat. Yesus datang untuk menggenapi seluruh rencana Allah yaitu supaya semua manusia boleh mengenal-Nya. Dan bagaimana manusia boleh mengenal-Nya? Manusia harus memiliki satu relasi dengan Allah Bapa kembali dan itu harus dengan penebusan di atas kayu salib dan Yesus Kristus mengajar dan Dia meneguhkan pengajaran itu. Tetapi yang terjadi sekarang adalah atraksi entertainment yang bersifat supranatural ada di dalam gereja. Setan akan menggunakan hamba-hamba Tuhan untuk memutar seluruh arah gereja. Sudah berapa banyak dari kita jatuh di dalam jebakan ini?

      Saya akan akhiri dengan 1 Korintus 1:22-23. Bagi orang dunia, orang yang tidak dipilih, bagi anak-anak neraka, maka pengajaran tentang Yesus Kristus yang disalib adalah stumbling block dan hal yang bodoh karena mereka menuntut miraculous sign, mereka menuntut bukti tentang keberadaan Yesus Kristus. Temptation setan kepada Yesus Kristus: Engkau Anak Allah, jatuhkan diri-Mu, maka akan ada malaikat-malaikat yang menatang Engkau. Dia menggunakan Alkitab, memutarbalikkannya dan dia menginginkan mujizat itu terjadi. Kiranya kasihan Tuhan memimpin hidup kita.