• Hari Pentakosta – Bagaimana kita bersikap kepada Roh Kudus

    • Efesus 4:30 dan 1 Tesalonika 5:19

      Dua ayat di dalam Alkitab yang harus kita ingat selalu dan yang Tuhan kehendaki untuk kita kerjakan di hadapan Roh Kudus-Nya. Efesus 4:30 “Jangan mendukakan Roh Kudus” dan 1Tesalonika 5:19 “Janganlah padamkan Roh“. Mengerti tentang siapa pribadi Roh Kudus dan apa pekerjaannya merupakan salah satu bidang di dalam teologia dan di dalam tafsiran Alkitab yang paling banyak di salah mengerti oleh gereja masa kini. Billy Graham bertanya kepada seorang hamba Tuhan yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan apa yang harus diajarkan kepada gereja pada masa kini, maka hamba Tuhan itu kemudian menyatakan, ajarkan Roh kudus itu dengan benar. Dia adalah Allah oknum ketiga, Dialah yang melahirkan gereja, kita tidak bisa memanipulasi Dia dan menggunakan Dia untuk menyatakan sesuatu otoritas atau untuk menyatakan sesuatu mujizat yang menipu umat manusia, yang sebenarnya tidak membawa manusia itu dekat dan takut akan Allah. Alkitab menyatakan biarlah gereja jangan mendukakan Roh Kudus, biarlah gereja tidak memadamkan Roh kudus.

      Roh Kudus adalah pribadi oknum ketiga. Pribadi, berarti Dia memiliki pikiran, perasaan, dan kehendak. Kita harus sinkron dengan pikiran-Nya, kehendak-Nya, dan perasaan-Nya, menghormati pribadi-Nya. Banyak orang mengatakan kepada orang lain atau melakukan suatu tindakan menghembus, maka orang itu jatuh. Itu adalah sesuatu penghujatan kepada Roh Kudus karena satu-satunya pribadi yang boleh menyatakan hembusan nafas Roh Kudus hanya Allah oknum kedua yaitu Yesus Kristus. Sebelum Yesus Kristus meninggalkan dunia ini, Dia berbicara kepada murid-murid-Nya dan kemudian Dia mengatakan terimalah Roh Kudus dan kemudian Dia menghembuskan nafas-Nya, itu artinya Allah oknum kedua mengirimkan kepada dunia ini Allah oknum ketiga. Allah oknum pertama itu Allah Bapa mengutus Yesus Kristus, Allah oknum kedua yaitu Yesus Kristus mengutus Roh Kudus. Ini adalah prinsip, tidak pernah boleh ada satu hamba Tuhan berani untuk menghembuskan dan menyatakan itu adalah Roh Kudus, ini berarti tidak mengerti akan prinsip Alkitab dan tidak mengenal Allah. Kita harus menanam di dalam hidup kita bahwa Roh Kudus itu begitu penting dan Roh Kudus itu pribadi.

      I. Jangan mendukakan Roh Kudus. Ini berarti Dia pribadi. Itu juga berarti bahwa ketika gereja mendukakan Roh Kudus, membuat Roh Kudus itu marah, tetapi marah di dalam cinta. Alkitab tidak mengatakan bahwa Roh Kudus marah kepada kita, Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus berduka kepada kita, dan duka itu berarti ada dua gabungan ini, yaitu kemarahan dan cinta. Allah hanya mengatakan 2 hal ini kepada gereja yaitu jangan mendukakan Roh Kudus dan jangan memadamkan Roh Kudus. Di dalam seluruh Alkitab, ada 5 ayat yang dipakai bagaimana manusia berespon kepada Roh Kudus. Tiga ayat dipakai untuk orang yang dibinasakan.

      1. Menentang Roh Kudus. Kalimat dari Stefanus ketika dia sebentar lagi dirajam,” Hai engkau orang Farisi, orang Israel, engkau sama batunya dengan nenek moyangmu yang sudah bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun generasi demi generasi engkau menentang Roh Kudus”.
      2. Menghujat Roh Kudus. Yesus mengatakan, ”dosa terhadap Anak Manusia diampuni, tetapi dosa terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni”. Banyak gereja dan hamba Tuhan salah mengerti ayat ini. Mereka berpikir kalau kita menyatakan miracle itu tidak sejati, kalau kita menyatakan gereja ini tidak beres atau kita mengatakan ini adalah pekerjaan dari setan, kita menyatakan orang itu menghujat Roh Kudus, tidak! Menghujat Roh Kudus itu artinya kita mengeraskan hati untuk tidak mau menerima dan tidak mau takluk kepada Yesus Kristus. Karena pekerjaan Roh kudus yang paling utama adalah menyatakan siapa itu Yesus Kristus.
      3. Mendustai Roh Kudus. Ananias dan Safira menyembunyikan sebagian dari uang hasil penjualan tanah mereka dan mereka menyatakan kepada Petrus bahwa semua adalah hasil penjualan mereka dan mereka persembahkan untuk gereja. Lalu kedua orang itu mati di tempat. Ini mau dinyatakan oleh Tuhan pada waktu gereja mula-mula bahwa di dalam gereja ada orang yang sebenarnya palsu. Tuhan memperlihatkan orang itu sudah menipu hamba Tuhan, orang itu sudah menipu gereja Tuhan lalu kemudian orang itu dimatikan. Ini hanya satu-satunya kejadian di dalam Alkitab. Apakah setelah itu ada orang yang menipu hamba Tuhan yang sejati? Jawabannya tetap ada. Tetapi kenapa tidak dimatikan? Karena Allah itu begitu beranugerah. Tetapi suatu hari pada hari penghakiman, orang-orang itu semua akan dimunculkan. Allah begitu murka terhadap orang itu. Ayat ini selalu menyatakan, bagaimana seseorang itu sejati atau tidak, diukur bagaimana dia memiliki kesungguhan di dalam keuangannya kepada Tuhan. Tiga ayat pertama ini menentang Roh Kudus, menghujat Roh Kudus, mendustai Roh Kudus, tidak ada kata “jangan” di depan. Ketiga ayat ini menyatakan bahwa mereka adalah orang yang pasti dibinasakan. Mereka bukan kaum pilihan, bukan merupakan anggota gereja yang sejati, bukan merupakan anggota gereja yang kudus dan am, gereja yang tidak terlihat. Orang itu mungkin pergi ke gereja, bisa berdiskusi teologi, dan melayani dengan kita, tetapi sebenarnya dia bukan orang yang sejati. Maka Alkitab tidak pernah mengatakan jangan engkau menentang Roh Kudus, jangan engkau menghujat Roh Kudus, jangan engkau mendustai Roh Kudus, tidak! Alkitab mengatakan dia menentang Roh Kudus, dia menghujat Roh Kudus, dia mendustai Roh Kudus. Tetapi kepada anak-anak Tuhan, Alkitab mengatakan dua ayat ini “jangan engkau mendukakan Roh Kudus dan jangan engkau itu memadamkan Roh Kudus”.

      II. Jangan memadamkan Roh. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa Roh Kudus digambarkan sebagai api yang menyucikan dan memurnikan gereja Tuhan. Roh Kudus adalah api yang memberikan kuasa berperang untuk Tuhan di hadapan dunia. Dia adalah api yang menimbulkan cinta di dalam diri kita bagi Allah. Dia adalah api yang mengiluminasi Firman bagi gereja Tuhan untuk kita boleh mengerti isi hati Allah. Dia adalah api yang membakar hati gereja untuk berjuang bagi Injil. Alkitab mengatakan secara pribadi Roh Kudus tidak mungkin bisa dipadamkan. Secara pribadi, kita adalah manusia ciptaan dan Dia adalah Pencipta, tak mungkin kita melawan Pencipta kita. Secara pribadi, Dia tidak bisa dipadamkan tetapi apa yang ayat Alkitab itu katakan, Roh Kudus sangat mungkin menarik Diri-Nya, tidak lagi beroperasi, tidak lagi bekerja secara jelas di dalam sebuah gereja, di dalam sebuah keluarga atau di dalam pribadi kita. Hal ini bisa terjadi karena kita tidak lagi menghargai Dia. Jikalau Dia sudah menarik diri maka seluruh hidup kita menjadi sia-sia. Jikalau Dia sudah keluar dari sebuah gereja, sebesar apapun gerejanya, di hadapan Dia itu nothing. Jika kita mendukakan Dia, suatu hari Dia akan menarik Diri-Nya dan pekerjaan-Nya tidak begitu jelas lagi kita lihat dan kita makin lama akan melalui suatu degradasi kerohanian.

      Calvin mengatakan bahwa Roh Kudus itu adalah ibu dari gereja. Di dalam keluarga jikalau tidak ada seorang ibu maka anak-anak akan menjadi liar dan tidak ada masa depan. Itu yang terjadi kepada diri kita dan gereja Tuhan jikalau Roh Kudus meninggalkan kita. Di dalam Alkitab ada dua hal ini. Dalam Perjanjian Lama yaitu imam Eli (1 Samuel 2). Allah menarik seluruh berkat-Nya dari imam Eli, orang yang diurapi Allah untuk menjaga seluruh Israel, tetapi kedua anaknya, Hofni dan Pinehas, berbuat seenak-enaknya di dalam Bait Suci. Eli sudah memperingati anak-anaknya jangan berbuat seperti itu tetapi di hadapan Allah, Eli tidak sungguh-sungguh menegur dengan begitu tajam kepada anak-anaknya. Tuhan begitu marah dan intinya Aku akan meninggalkan engkau dan Aku akan mengurapi orang lain yaitu Samuel. Eli menghormati anaknya lebih daripada Tuhan. Dosa-dosa anaknya dibiarkan sedemikian rupa, ini adalah kecelakaan yang besar. Di dalam Perjanjian Baru, ada satu ayat Alkitab yang menggambarkan Roh Kudus meninggalkan gerejanya, “Aku akan mengambil kaki dian-Ku dari padamu”. Suatu gereja yang sebagus apapun saja, kalau kaki dian itu diambil, maka sudah tidak akan kemungkinan lagi kaki dian itu akan kembali lagi. Biarlah kita boleh menghargai Tuhan dan menghargai Roh Kudus.

      Tanda-tanda Roh Kudus itu padam:

      1. Kotbah menjadi tumpul.
      2. Yohanes 16: 8. “Dan kalau Ia (Roh Kudus) datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” Roh Kudus tidak datang untuk menyatakan kesuksesan, kemakmuran, kenyamanan. Richard Sibbes , seorang puritan, menyatakan jikalau Roh Kudus itu datang, Dia akan menyatakan betapa sangat hina kehidupan kita, sangat rendah, sangat kasihan dan itu membuat kita akhirnya menyadari dan berteriak Tuhan kasihani aku. Itu adalah jalan kehidupan bagi orang itu.

      3. Doa menjadi dingin dan layu.
      4. Cek dalam kehidupan doa kita, kalau doa itu makin lama makin dingin dan layu, maka sebenarnya Roh Kudus mulai padam di dalam hidup kita.

      5. Kemalasan dan kenyamanan mulai menyebar.
      6. Saudara mulai malas mendengar kotbah, tidak ada lagi sesuatu yang urgent, biasa saja. Saudara makin malas mengikuti banyak kegiatan. Jika merasa makin nyaman, Roh Kudus sedang meninggalkan saudara, bertobatlah!

      7. Dosa mulai bertumbuh satu per satu dan makin disukai.
      8. Kalau Roh kudus datang dan membakar hati kita, kita makin lama makin jijik, mungkin kita jatuh dalam di dosa itu lagi tetapi kemudian kita berteriak kepada Tuhan meminta pertolongan dan pengampunan. Tetapi kalau Roh Kudus mulai padam, maka dosa itu mulai bertumbuh satu per satu dan makin disukai.

      9. Tidak lagi memiliki kehausan untuk mengenal Allah.
      10. Saudara malas membaca Alkitab, malas mendengarkan kotbah, enggan berbicara mengenai hal-hal rohani, tidak ada kehausan sama sekali. Yeremia mengatakan, “Jikalau engkau mau bermegah jangan karena kekayaan atau kemakmuran, jikalau engkau mau bermegah, bermegahlah karena satu hal ini, yaitu engkau mengerti dan mengenal Aku”. Dan Paulus mengatakan, “Apa yang aku kehendaki, adalah mengenal Dia dan kuasa di dalam kematian-Nya supaya aku boleh dibangkitkan.” Jikalau saudara memiliki satu fokus dalam hidup, aku ingin semakin mengenal Engkau, berbahagialah karena engkau sedang dinyatakan Roh Kudus hadir dalam hidupmu.

      11. Keinginan untuk nama Kristus dimuliakan di dunia ini mulai redup.
      12. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang semakin hari semakin tidak suka penginjilan dan misi, merasa cukup dengan pergi ke gereja saja. Begitu itu terjadi, saudara makin lama akan menjadi makin dingin dan akhirnya beku.

      Prinsipnya kita mendukakan dan memadamkan Roh kudus adalah ketika kita bergerak di dalam jalan yang bertentangan dengan Dia. Ada 5 poin bagaimana kita itu mendukakan Roh Kudus:

      1. Jikalau kita menjauhi Firman yang seharusnya menjadi pusat hidup kita.
      2. Pekerjaan Roh Kudus tidak mungkin bisa dipisahkan dari Kristus dan Firman. Kalau seseorang mengatakan aku diurapi Roh Kudus, tetapi dia tidak mengenal Firman itu sesuatu kebohongan, sebaliknya adalah benar ada orang yang mengerti Firman mengenal teologia, tetapi dia tidak diurapi oleh Roh Kudus, itu mungkin terjadi. Martin Lloyd Jones mengatakan the death of orthodoxy, orang yang punya doktrin yang benar mungkinkah mempunyai gereja yang mati? Jawabannya iya, karena tidak ada urapan Roh Kudus. Tetapi di tempat yang lain, kalau orang mengatakan aku diurapi oleh Roh Kudus tetapi firmannya itu tidak benar, itu adalah suatu kebohongan. Mari kita lihat pada hari pertama Pentakosta, Kisah Para Rasul 2:14-40, kotbah Petrus pertama kali ketika dia berhadapan dengan ribuan orang. Petrus mengutip kitab Yoel (ayat 17-21,22,24,25), lalu dia berkotbah bukan tentang Roh Kudus tapi tentang Kristus. Petrus mengutip Firman di dalam Perjanjian Lama dan kemudian dia berbicara mengenai Kristus, sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dia mengatakan, “Bertobatlah engkau! Biarkan dirimu dibaptis dan engkau mendapatkan pengampunan dari Allah”. Ketika Roh Kudus bekerja, tidak mungkin bisa dipisahkan dari Firman dan dari Kristus. Hampir sebagian besar gereja ketika berbicara mengenai Roh Kudus, mereka berbicara mengenai mujizat dan kesembuhan. Di dalam Kisah Para Rasul ini, tidak ada kotbah kesembuhan. Alkitab mengatakan Stefanus dipenuhi oleh Roh Kudus dan dia menyusuri seluruh Perjanjian Lama. Kehebatan dari Stefanus, di depannya ada ratusan orang yang sebentar lagi merajam dia, dengan kuasa Roh Kudus dia mengingat seluruh ayat Alkitab dari sejak Abraham, dan setelah itu dia bicara mengenai Kristus, dan setelah dia bicara mengenai Kristus maka seluruh batu itu datang kepada Dia.

        Roh Kudus akan mencelikkan kita akan Firman, Firman akan mempermuliakan Kristus. Jadi jika hidup kita, gereja dan keluarga kita, bergerak menjauhi Firman yang seharusnya menjadi pusat hidup kita, maka kita sedang mendukakan Roh Kudus. Ada orang yang seakan-akan mendekat kepada gereja, tetapi tidak sampai kepada Firman. Dia hanya menikmati seluruh praise and worship, seluruh kegiatan gereja, tetapi sepanjang hidupnya, tidak pernah mengenal Firman. Alkitab mengatakan “Aku akan memberikan kepadamu penolong yang lain, Aku akan memberikan kepadamu penghibur yang lain” yaitu Roh Kudus untuk membuat engkau mengerti dan mentaati Firman. Alkitab tidak katakan bahwa Dia akan membuat engkau melakukan mujizat. Saya tidak katakan mujizat tidak ada, mujizat tetap ada! Tetapi itu bukan tanda kesejatian. Kalau orang Kristen dibuat terpesona dengan seluruh mujizat tetapi tidak mengerti Firman, maka seluruh pemimpin gereja itu sedang mendukakan Roh Kudus, berdosa kepada Dia. Alkitab mengatakan orang yang mengasihi Aku akan mentaati Firman. Alkitab dengan jelas menyatakan, pada hari terakhir akan banyak orang berseru-seru kepadaku “Tuhan, Tuhan bukankah aku bernubuat demi nama-Mu, bukankah aku mengusir setan demi nama-Mu, bukankah aku membuat mujizat demi nama-Mu?”. Yesus Kristus mengatakan,“Enyahlah engkau dari padaku hai pembuat kejahatan, Aku tidak mengenal engkau!” Jikalau seluruh gerakan hidup kita tidak mendekat kepada Firman, bertobatlah! Sungguh-sungguh minta pengampunan dari Tuhan karena kita sedang mendukakan Roh Kudus Allah, dan jika kita berada di dalam posisi tersebut dan memegang hal itu, saudara akan lihat makin lama hidup saudara akan makin dingin dan kering.

      3. Jikalau kita tidak memberitakan dan mendukung pemberitaan Injil dan misi di dalam bentuk apapun.
      4. Alkitab begitu jelas, dengan kehadiran Roh Kudus dan penyertaannya di dalam gereja adalah “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka di dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ketahuilah bahwa Aku menyertai engkau sampai kepada akhir jaman”. Ayat ini mau menyatakan bahwa ada janji yang begitu jelas, saudara mau menyadari janji penyertaan Tuhan, beritakan Injil! Lihat satu prinsip ini, pertama kali saya dengar dari Pdt. Stephen Tong , saya sudah langsung tahu ini benar. Karena itu bukan saja dari mulut dia, dari seluruh orang yang dipakai oleh Tuhan. Orang yang tidak mengabarkan Injil, maka orang itu makin lama makin dingin. Gereja kalau tidak mengabarkan Injil, gereja itu akan menjadi satu monumen, itu adalah benar. Mengapa harus memberitakan Injil? Karena itu adalah Firman. Jikalau kita memberitakan Injil, entah orang itu datang atau tidak datang dalam gereja kita, api Roh Suci kita terus terjaga. Di dalam sejarah gereja, saudara akan menemukan orang-orang seperti William Carey , seperti A.B. Simpson atau seperti Billy Graham , mereka keluar dari gerejanya, dan beberapa dari mereka, orang-orang gereja Protestan, Presbyterian, Reformed seperti kita. Karena mereka minta untuk gereja memberitakan Injil. William Carey mengabarkan Injil ke India dan gereja pada waktu itu mengatakan “William Carey, kau harus tahu, gereja kita menganut predestinasi, jadi entah kau pergi ke sana atau tidak, orang itu kalau diselamatkan, dia akan tetap diselamatkan. Tidak ada yang salah dengan predestinasi, tetapi mereka salah mengerti denyut jantung Allah. Biarlah kita boleh mengerti, predestinasi mendorong kita untuk memberitakan Injil, bukan untuk menyetopnya. Allah menyertai William Carey yang keluar dari gereja itu untuk memberitakan Injil. Biarlah kita boleh mengerti, kita harus memberitakan Injil. Orang Reformed harus memberitakan Injil. Jangan kita melawan orang yang memberitakan Injil, apapun saja denominasinya, berkati, minta anugerah Tuhan.

      5. Jikalau kita memiliki kesombongan, tidak mau diajar.
      6. Alkitab dengan jelas mengatakan, Roh Kudus mendorong kita untuk memuliakan Kristus dengan hati yang murni. Dan memuliakan Kristus itu adalah dengan mentaati Dia. Di dalam Alkitab dikatakan, Roh itu membawa kita makin rendah hati dan makin rela taat. Ini bicara mengenai attitude of heart, keadaan hati kita, apakah kita mau untuk belajar, mau untuk rela taat. Orang yang memberontak ketika Allah mendidik hidup kita adalah orang yang sombong. Contohnya yaitu orang Israel di padang gurun. Allah mendidik orang Israel selama 40 tahun untuk satu hal yaitu bergantung kepada Allah setiap hari. Tetapi orang yang sambil berjalan, sambil mengikuti Tuhan, sambil bersungut-sungut adalah orang-orang yang mendukakan Roh Kudus.

        Hal yang lain adalah kita tidak sepenuhnya mau mendengar dan taat kepada Firman yang diberitakan/yang dikhotbahkan karena menyakitkan. Dia bekerja seperti x-ray , memberikan kepada kita hal-hal yang perlu dibereskan di dalam seluruh organ dalam hidup kita. Firman itu akan mungkin sangat menyakitkan, tetapi seharusnya kita bersyukur ketika Roh Kudus menyatakan dengan Firman.

        Hal yang lain, kita tidak sepenuhnya mau mendengar dan taat kepada Fiman yang diberitakan ketika mulai muncul spirit criticism yang melihat kesalahan-kesalahan yang sekunder, yang tidak penting, sehingga membuat saudara tidak bisa mengerti secara prinsip dasar apa yang Tuhan mau ajarkan kepada kita. Itu bahaya sekali. Itu mendukakan Roh Kudus. Di dalam Alkitab, ada satu pribadi yang Allah sanjung terus, bahkan ketika dia sudah jatuh dalam dosa, yaitu Daud. Sampai dia memiliki jabatan yang setinggi apapun saja, hati yang mau belajar itu terus menerus ada. Rendah hati. Biarlah kita boleh memiliki satu hati yang mau mendengar, meskipun orang yang berbicara mengenai Firman Tuhan adalah orang yang lebih bodoh dari kita atau kita tidak suka kepada pribadinya. Meskipun yang berbicara Firman Tuhan itu adalah orang yang menyatakan sesuatu data yang tidak akurat, tetapi ketika dia berbicara mengenai Kristus itu adalah suatu kebenaran dan arahnya untuk memuliakan Kristus, kita setuju atau tidak, hal yang penting adalah kita harus mengerti, hari itu, Tuhan memakai orang itu dan mengurapinya untuk berbicara kepada kita. Biarlah kita sungguh-sungguh tidak mendukakan hati Roh Kudus.

      7. Jikalau kita berbuat dosa yang sengaja atau kita menyimpan dosa yang begitu jelas.
      8. Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan mortification of sin . Mematikan dosa. Tetapi jikalau kita malah memberikan bahan bakar untuk dosa itu makin lama makin besar, nafsu itu makin lama makin luas, maka kita sedang melawan Roh Kudus. Kalau kita hidup tenang-tenang saja, tidak ada pergumulan terhadap dosa, itu menyatakan Roh Kudus sedang padam atau mungkin memang saudara bukan milik Roh Kudus. Roh Kudus membuat kita makin sadar akan dosa, dan ketika Dia berbicara, Alkitab dengan jelas menyatakan, Dia bukan roh yang merasuk. Apa perbedaan Roh Kudus dengan setan? Setan itu merasuk, memaksa. Roh Kudus kalau bekerja, Dia akan tegas dan jelas, tetapi Dia tidak pernah akan memaksa kita. Dia adalah Roh yang memiliki kelembutan hati. Oswald Chamber , menyatakan kalau Roh Kudus berbicara, itu lembut, jangan lawan! Ketika kita lawan, maka suatu hari Dia akan diam.

      9. Jikalau ada kemalasan. Kemalasan dan hidup yang nyaman, itu akan merupakan lawan dari pekerjaan Roh Kudus.
      10. Tidak berarti bahwa kita tidak boleh menikmati segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi perhatikan, kalau niat perjuangan itu hilang maka kita mendukakan Roh Kudus. Roh Kudus itu adalah Roh yang menggiatkan gereja, bahan bakar untuk gereja itu bergerak. Orang seperti C.S. Lewis , dia tinggal di England tempat yang begitu nyaman, tetapi Api Roh Kudus tetap ada di dalam dirinya. Dia menulis sedemikian rupa untuk semua orang boleh mengenal Kristus. Dia melakukan apapun saja, seefektif mungkin dalam waktu hidup yang Tuhan berikan, untuk nama Kristus dikenal dan ditakuti. Perhatikan dua ayat Alkitab. Pertama adalah bicara mengenai talenta, kedua adalah bicara mengenai amanat agung. Talenta maka ada satu orang punya satu talenta lalu kemudian dia sembunyikan. Hai hambaku yang malas dan jahat! Seluruh kemalasan tidak bisa ditolelir di dalam hidup kita. “Pergilah keseluruh dunia, beritakan kepada semua makhluk”. Bagaimana saudara memenuhi perintah Allah ini, kalau kita malas? Bahkan pergi ke tempat orang-orang yang ada di depan kita pun, kita tidak lakukan.

      Saya berharap gereja ini penuh dengan kekuatan, kerajinan, zealous untuk Tuhan. Saya berharap kiranya Tuhan menolong kita. Hari ini, jika saudara menyadari dosa-dosa yang seakan-akan tidak kelihatan tetapi sebenarnya sudah kita kerjakan, bertobatlah dan minta sekali lagi Roh Kudus untuk membakar hati kita untuk menghidupkan kita, keluargamu, dan juga gereja ini untuk boleh hidup mempermuliakan Dia. Tanpa Dia seluruh ibadah ini kosong. Tanpa Dia seluruh hidup kita menjadi sia-sia. Kiranya kasihan Tuhan menolong hidup kita.


  • Kenaikan Yesus Kristus ke Surga

    • Kisah Para Rasul 1:1-11

      Yesus menyelesaikan seluruh tugas yang dinyatakan oleh Allah Bapa di dalam kekekalan kepada Dia dan itu diselesaikan bukan di atas kayu salib, bukan juga dengan kebangkitan-Nya dan kemudian naik ke Surga, tetapi akan dinyatakan Roh Kudus bagi Gereja-Nya dan sampai saat ini Dia akan bekerja bahkan sampai kita bertemu dengan Tuhan. Ini adalah The Work of Christ. Ketika seseorang ditanya apakah pekerjaan Kristus itu? Maka orang akan berpikir bahwa Dia mati di atas kayu salib, menebus dosanya, itu adalah pekerjaan Kristus. Benar, hal yang paling utama dari pekerjaan Kristus dan itu adalah hal yang paling sulit dalam seluruh kehidupan-Nya adalah Dia mau mati menanggung seluruh dosa saudara dan saya. Tetapi, ketika kita bicara mengenai pekerjaan Kristus secara total, secara komplit, The Work of Christ itu adalah termasuk di dalamnya The Ascencion of Christ, kenaikan Kristus ke atas surga.

      Hari ini saya akan berbicara dua hal yang penting berkenaan dengan kenaikan Kristus ke atas surga.

      1. Kenaikan Yesus ke surga secara hakekat. Kenaikan Yesus ke surga menyatakan bahwa Dia adalah Ilahi, Dia adalah Tuhan. Dia adalah Allah yang turun ke dunia, dan pada saat Dia turun ke dunia maka Dia sekarang naik ke tempat asal-Nya. Yang dari atas akan kembali ke atas, yang dari bawah akan kembali ke bawah (Efesus 4:9-10). Jadi, hal yang pertama berkenaan dengan hakekat adalah bahwa yang dari atas akan turun lalu kembali lagi ke atas. Yang dari bawah akan berusaha naik, tetap dia akan kembali lagi ke bawah. Ini yang membedakan antara Kristus Yesus dengan seluruh pendiri agama yang lainnya yaitu, asalnya. Seluruh pendiri agama adalah seorang manusia dan mereka berusaha untuk mendidik, mendisiplin dirinya untuk menjadi baik, suci dan bisa diterima ke surga tetapi apapun saja yang dilakukannya sebenarnya dia adalah dari dunia ini. Ketika dia mau ke surga, dia harus mati, dia harus kembali lagi ke tanah. Yesus Kristus adalah Allah yang hadir mengambil natur manusia menjadikan Dia adalah Allah sekaligus manusia yang sejati. Dia bukan berasal dari dunia, Dia berasal dari surga, Dia diutus oleh Bapa ke dunia ini, dan setelah Dia menyelesaikan seluruh tugas-Nya di dunia ini selama lebih dari 33,5 tahun maka kemudian Dia kembali lagi ke surga. Kenaikan Yesus Kristus menyatakan secara hakekat Yesus Kristus itu adalah Allah itu sendiri.

        Hal yang lain berkenaan dengan hakekat kenaikan Yesus ke surga. Perhatikan Kisah Para Rasul 1:9 yang ditulis oleh Lukas dan apa signifikansinya. “…Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Dia disaksikan oleh mereka dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka”. Setiap kali Alkitab menggunakan sesuatu kalimat, perhatikan dia tidak akan berdiri sendiri, ada sesuatu yang sebenarnya mau dikatakan dan ketika saudara mempelajari biblical theology baru saudara akan mengerti ada ayat-ayat lain yang hampir menyerupai/sama dan saudara baru akan mendapat keutuhan arti ayat Kisah Para Rasul 1:9. Mari kita melihat Daniel 7:13-14. Daniel ditulis 700 tahun sebelum Yesus Kristus. Di dalam penglihatan yang diberikan Allah kepada Daniel maka ia melihat ada seorang seperti Anak Manusia. Perhatikan baik-baik, Yesus Kristus, meskipun Dia adalah Anak Allah tetapi Dia paling senang menyatakan diri berkenaan dengan Aku adalah Anak Manusia (The Son of Man). Anak Manusia datang untuk menyelamatkan, Anak Manusia datang untuk melakukan kehendak Bapa. Ketika Dia naik ke surga, Lukas menyatakan Dia naik dan diiringi awan-awan. Daniel, 700 tahun sebelumnya sudah melihat apa yang terjadi di dalam kekekalan ketika Dia naik ke surga. Dia adalah pemenang, Dia adalah Anak Allah yang kemudian mengambil seluruh jarahan daripada dunia ini dan menyatakan itu kepada Bapa-Nya di surga. Lihat Matius 24:29-30. Ketika Lukas berbicara di dalam Kisah Para Rasul bahwa Yesus terangkat ke surga dan ada awan-awan, itu bukan sesuatu yang tidak penting. Dia sedang mau menyatakan kepada pembacanya, untuk mengingat akan penglihatan yang dinyatakan oleh Allah kepada Daniel, Dia bukan sembarang manusia. Engkau menyalahartikan Dia, engkau boleh salah mengerti akan Dia, engkau boleh menolak Dia, tetapi ketika engkau sudah melihat secara keseluruhan, engkau harus tahu bahwa Dia bukan manusia yang diangkat ke surga.

        Dia adalah Anak Allah itu sendiri yang datang boleh di tempat tahta Allah Bapa yang Maha Kuasa. Dia tadinya ada dalam dekapan Allah Bapa dan Dia akan kembali di hadapan Allah Bapa, itu adalah tempat asal-Nya. Seluruh nabi berbicara mengenai sesuatu penglihatan yang terjadi. Matius menuliskan penglihatan yang terjadi pada waktu, time and space di bumi ini, Daniel melihat sesuatu yang tidak ada time and space, yaitu di dalam kekekalan. Matius menulis, Dia yang naik dengan awan-awan, suatu saat Dia akan datang menghakimi seluruh dunia dan Dia akan turun di tengah-tengah dari awan-awan. Ini adalah berbicara mengenai penghakiman, kalau saudara melihat 3 ayat ini dan semuanya berbicara mengenai Kristus yang naik dan kemudian Yesus yang turun, itu berbicara berkenaan dengan pertama, The Victory of Christ, kemenangan Kristus. Yang kedua adalah Kristus adalah penghakim dunia ini dan ketiga terakhir bicara berkenaan dengan Kristus yang mulia. Dia bukan pendiri agama yang menambah hukum-hukum agar hidup kita menjadi lebih baik, tidak! Dia adalah Tuhan itu sendiri. Kalau saudara tidak menerima Dia, maka sebenarnya saudara menerima tuhan yang lain di dalam hati. Manusia diciptakan di dalam hatinya pasti menjadi seorang penyembah. Siapapun saja, apapun agamanya, atau bahkan bilang tidak beragama, ketika dia diciptakan, maka dia akan menyadari, meskipun mungkin dia tidak bisa mendefinisikan tetapi sebenarnya kita semua adalah makhluk penyembah. Maka itu menyembah sesuatu yang saudara rasa yang paling atas bisa orang lain, bisa dirinya sendiri, bisa materialisme. Tetapi hari ini, ketika Kristus naik ke surga, Dia mau menyatakan kepada Gereja-Nya dan kepada seluruh dunia, Akulah Tuhan. Maka ketika peristiwa ini muncul, saudara harus memilih, apakah Dia itu Tuhan kita. Kalau saudara-saudara mau mengatakan aku tidak mau Dia, maka saudara pasti memiliki tuhan yang lain. Sekali lagi, manusia tidak mungkin tidak, merupakan makhluk penyembah dan menentukan kepada siapa dia menyembah. Yosua di hari tuanya ketika dia mau meninggalkan bangsanya dan sebentar lagi dia akan mati, lalu kemudian dia mengatakan kepada seluruh pemimpinnya untuk mereka menentukan di dalam hati kepada siapa mereka akan menyembah, tetapi Yosua dan seluruh keluarganya akan menyembah Yahweh. Maka ini adalah sesuatu hal yang tidak pernah bisa kita luputkan di dalam hidup. Hari ini, saudara harus mendengar bahwa di dalam hidup saudara harus menentukan siapa Tuhan saudara.

        Tetapi perhatikan bahwa bukan karena saudara mengatakan Yesus Tuhan, maka menjadikan Dia sebagai Tuhan. Saudara menyatakan Dia Tuhan atau bukan, Dia tetap Tuhan. Yesus itu Tuhan. Tetapi pertanyaannya, yang mengubah hidup saudara adalah apakah Dia Tuhan atas hidup kita atau tidak? Itu yang mengubah hidup. Richard Baxter di dalam satu tulisannya Saint’s Everlasting Rest menyatakan, seorang yang munafik, mungkin dia tidak sadar bahwa dia munafik mengatakan kepada dirinya bahwa Kristus adalah Tuhan, Kristus adalah yang utama tetapi emosinya tidak bersaksi kepada dia untuk hal itu. Dia lebih senang berelasi dengan dunia ini daripada dengan Kristus Yesus. Maka sebenarnya itulah tuhannya. Biarlah kita tidak melupakan hal ini karena itu menentukan nasib kita, dunia ini dan di dalam kekekalan.

      2. Kenaikan Tuhan Yesus Kristus yaitu secara pesan / message. Perhatikan pesan terakhir-Nya.

        Pertama, berkenaan dengan Kerajaan Allah, Kingdom of God. Perhatikan Kisah Para Rasul 1:3. Setelah Yesus mati dan bangkit, Dia menampakkan diri. Alkitab menyatakan tidak lebih dari sekitar 520 atau 530 orang dan ada 500 orang di luar murid-murid dan bersama dengan murid-murid dan beberapa wanita, Dia menampakkan diri secara pribadi. Dia berbicara tentang satu hal yaitu Kingdom of God, yaitu Kerajaan Allah. Ini adalah isi hati Dia yang terdalam. Suatu hari Yesus Kristus ditanya oleh murid-murid-Nya, Tuhan ajar aku berdoa. Lalu Dia mengatakan, berdoalah demikian, “Bapa Kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga”. Ini adalah apa yang ada di dalam isi hati Yesus Kristus. Yesus Kristus mengatakan, kalau saudara boleh membedah isi hati Yesus Kristus maka Dia sepanjang 33,5 tahun sampai Dia naik ke surga ini yang terus menerus diucapkan-Nya bahkan ketika Dia sudah mati, Dia bangkit, Dia memperpanjang waktu-Nya di dunia 40 hari, ini yang terus menerus dikatakan-Nya yaitu, Aku mau Kerajaan Allah hadir di bumi. Saudara-saudara ingin hidup mempermuliakan Tuhan? Tidak ada cara yang lain kecuali Kerajaan-Nya datang. Apa arti Kerajaan-Nya datang? Yaitu Kehendak-Nya jadi.

        Sejak Adam dan Hawa memberontak, manusia sudah tidak taat maka kita menjadi musuh Allah. Allah dikeluarkan dari kehidupan manusia. Aku mau hidup tanpa Engkau mengurus hidupku. Maka, ketika manusia memilih hidup tanpa Tuhan, 2 hal terjadi. Pertama, hidup manusia makin lama makin hancur. Kedua, hidup kita pada akhirnya akan dimurkai oleh Allah. Ini adalah kalimat dari the whole Bible. Lihatlah negara ini (Australia), peraturannya makin lama makin melawan Alkitab. Gerakan feminism berusaha untuk membalikkan ordo. Saya tidak menyetujui jikalau seorang laki-laki abuse istrinya. Itu adalah dosa. Tetapi Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa ada ordo; laki-laki menjadi kepala rumah tangga dan istri itu harus menjadi teman, pewaris kasih karunia Allah. Tapi kalau saudara mau membalikkan ordo, silahkan. Tetapi saudara-saudara akan mengerti beberapa puluh tahun kemudian, maka negara, maka rakyat, maka keluarga pasti akan hancur. Negara ini, Australia, memperbolehkan homosexual, harus ada gay / lesbian, harus ada same sex marriage. Saudara mau mengatakan itu bebas? Silahkan. Saudara akan tahu, saudara mengubur masa depan saudara sendiri. Manusia, kalau dia tidak takut kepada Tuhan, saudara jangan pikir bahwa Tuhan akan rugi; kita yang akan rugi. Hidup makin lama makin hancur karena kita diciptakan itu ada caranya hidup.

        Saudara menciptakan apapun saja, ada caranya hidup. Contohnya LCD ini, tertulis 220 volt. Saudara mengatakan: Ga mau 220, terlalu boros; saya mau colokkan ke 110. Silahkan. Saudara akan hancur. Saudara mengerti prinsip ini? Hal yang paling dasar sudah dilupakan oleh dunia. Dunia sudah membuang Allah. Dunia tidak peduli lagi tentang Tuhan tetapi Kristus Yesus mengumpulkan satu jemaat, dari segala bangsa yang menyatakan: Biarlah kerajaan-Mu datang. Mereka meratap, berdoa, mereka berusaha untuk kerajaan Tuhan datang. Apa sih artinya kerajaan Tuhan datang? Yaitu kehendak-Mu jadi. Pemerintahan-Mu jadi dalam hidupku, dalam keluargaku, dalam gereja, dalam nation. Karena ini adalah milik-Mu, Engkaulah yang berhak untuk bertahta, Engkaulah yang berhak untuk memiliki. Aku diciptakan oleh Engkau, Engkau layak memakai aku. Tetapi banyak orang mengatakan diri Kristen, selain menyebut Yesus Tuhan, merasa cukup dengan datang ke gereja 2 jam, selanjutnya dipakai oleh dunia ini dan menggunakan semuanya untuk diriku. Seluruh dunia sudah melawan Allah. Hidup makin lama makin hancur dan hidup akan dimurkai oleh Allah tetapi kebalikkannya, adalah Tuhan akan memunculkan orang-orang yang di dalam hatinya ditaklukkan kepada Kristus dan orang ini adalah orang yang belajar taat – obedience. Dan apa yang terjadi kepada orang yang taat ini? Pertama, hidup makin lama makin suci dan yang kedua hidup akan berkenan dan memuliakan Allah. Yang tadi hidup makin lama makin hancur dan hidup akan dimurkai oleh Allah. Yang satu adalah hidup makin lama makin suci dan hidup ini akan tetap untuk selama-lamanya. Alkitab menyatakan kalau Firman ini tidak mungkin akan berlalu dan orang-orang yang sungguh-sungguh menjalankan Firman ini maka dia akan tetap untuk selama-lamanya. Dan bukan itu saja maka hidup itu akan dimuliakan oleh Allah, bukan dimurkai.

        Tanda orang Kristen yang sejati adalah adalah dia akan berseru dengan kalimat yang sama yang Yesus sebagai Kepala Gereja pernah berseru, dan kalimat itu adalah Thy will be done – kehendak-Mu jadi. Orang-orang itu ada tersebar di seluruh dunia. Alkitab mengatakan pada waktu terakhir, maka semua orang yang dipilih ini akan berkumpul, dan ini adalah dari segala bahasa, bangsa, dan zaman dan mereka semua mengatakan satu kalimat yang sama Thy will be done. Dan itu adalah isi hati Kristus. Thy will be done, kalimat ini begitu sulit untuk dilakukan lebih daripada diucapkan. Tetapi tidak ada hal yang lain, kalimat ini harus harus diucapkan karena ini adalah Alkitab dan kalimat ini adalah kalimat yang menjadikan kehendak Allah jadi. Jim Elliot mengatakan Thy will be done dan dia mati di Auca. David Livingstone menyatakan Thy will be done dan dia mati di Afrika. Hudson Taylor menyatakan Thy will be done maka dia mati di Cina. Semuanya mengatakan Thy will be done. Ada orang-orang mengatakan Thy will be done dan orang itu boleh hidup sukses dan orang itu tetap diberkati Tuhan dan dia takut akan Tuhan dan nama Tuhan dipermuliakan. Ada orang-orang yang mengatakan Thy will be done dan orang itu kemudian dilupakan tetapi kehendak Tuhan jadi dan mempengaruhi banyak orang. Thy will be done. Apakah itu ada dalam hatimu? Apakah kita memperhatikan benar-benar apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus sebelum Dia naik ke Surga?

        Dia berbicara kepada murid-murid-Nya supaya menjadikan Kerajaan Surga di dunia. Dan murid-murid-Nya mengerti, ketika bicara mengenai itu mereka harus pergi menjadi seturut dengan apa yang Tuhan kehendaki. Ada yang menjadi pelayan Tuhan, ada yang menjadi teolog, apa yang menjadi orang-orang eksekutif, ada orang yang menjadi bos, ada yang menjadi raja, ada yang menjadi pembantu, semuanya mengatakan Thy will be done . Aku mau untuk melakukan kehendak-Mu apapun saja Engkau mau kerjakan di dalam hidupku dalam bentuk apapun saja, di tempat dan di manapun saja Thy will be done . Kerajaan Allah, Kerajaan Surga sekali lagi ini tidak mudah, tetapi tidak ada kemungkinan yang lain, maka mari jemaat semua, belajar taat untuk hal-hal yang kecil. Alkitab mengatakan engkau harus kerja keras, jangan engkau malas. Alkitab mengatakan bahwa ada orang dikasi 1 talenta, 2 talenta, 5 talenta dan yang Tuhan puji adalah yang memiliki 2 talenta dan 5 talenta karena mereka bekerja keras. Saudara rajin bukan untuk mencari lebih banyak uang tetapi Thy will be done . Saat ini, engkau mungkin sedang berselisih antara suami dan istri dan mungkin engkau mau cerai dan Allah sendiri mengatakan bahwa tidak boleh ada perceraian kecuali karena perzinahan, maka engkau harus mengampuni satu dengan yang lain. Engkau tidak rela, tetapi Alkitab mengatakan engkau jangan pergi dulu untuk beribadah sebelum engkau selesaikan masalah kamu dengan orang lain. Maka engkau harus mengerti prinsip ini dan Thy will be done. Sulit? Ya. Ada air mata? Ya. Thy will be done . Itulah satu-satunya kerajaan Allah dihadirkan dan nama Tuhan dipermuliakan. Apapun itu dalam konteks hidup saudara. Kita tidak diminta oleh Allah untuk memikul salib orang lain atau memikul salib yang begitu besar yang kita tidak bisa pikul. Tetapi dengan hal yang kecil, salib yang kecil, yang ada di depan mata saudara dan Tuhan terus bicara kepada saudara untuk saudara itu pikul, ambil dengan rela hati dan tidak bersungut-sungut. Thy will be done .

        Kedua, beritakan Injil. Menjadi saksi-Nya (Kisah Para Rasul 1:8 dan Markus 16:15-20). Yesus Kristus naik ke Surga dan ketika diangkat, kemudian Dia berbicara dengan penuh kuasa: Pergilah, jadikanlah segala bangsa murid-Ku. Baptislah mereka di dalam nama Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Dan ketahuilah bahwa Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Setelah itu, Dia tidak terlihat lagi. Itu adalah teriakan-Nya yang terakhir. Itu adalah isi hati-Nya yang dinyatakan kepada gereja. Gereja yang tidak memberitakan Injil adalah gereja yang sudah berdosa di hadapan Allah. Ini adalah kalimat terakhir. Para teolog mengatakan: Ini adalah great commandment. Semua amanat Yesus adalah agung tetapi kenapa kalimat ini disebut sebagai amanat agung? Karena ini diucapkan terakhir kali sebelum Dia tidak terlihat lagi. Dia naik ke Surga, beritakan Injil. Ada satu lukisan yang pernah dijabarkan oleh pendeta Stephen Tong. Lukisan itu melukiskan bagaimana Yesus itu terangkat ke Surga sambil tangan-Nya memberkati, bukan ke atas tetapi ke bawah sambil muka-Nya itu muka yang sedih. Dia mengatakan berkali-kali: Aku sebentar lagi, tidak ada lagi di tengah-tengah kamu. Betapa Dia mencintai murid-murid-Nya. Engkau akan berduka tetapi engkau tidak akan berduka karena Aku akan memberikan kepadamu Penolong yang lain karena Roh-Ku akan menyertai engkau. Engkau tidak melihat Aku lagi tapi engkau tahu bahwa Aku itu ada. Aku menyertai engkau tetapi tidak di dalam fisik ini tapi Roh-Ku akan menyertai. Dan kemudian, Dia naik Surga. Lukisan itu melukiskan seperti ini; Dia turunkan tangan ke bawah dan Dia melihat murid-murid-Nya sedih karena Dia tahu mereka diutus seperti domba di tengah-tengah serigala. Mereka akan pergi dan dunia akan membenci mereka dan akan mati syahid. Tetapi ketika itu terjadi, Yesus Kristus sudah mengatakan kepada mereka: Jikalau itu terjadi, engkau jangan discouraged karena Aku sudah mengatakannya kepadamu. Murid tidak mungkin lebih dari gurunya. Itu akan terjadi. Tetapi dengan jalan seperti ini Kerajaan Allah akan tersebar. Tidak ada cara lain. Gereja yang sejati harus mengerti isi hati Allah. Dan isi hati Allah itu apa? Kerajaan Allah dan itu dinyatakan melalui pengkabaran Injil. Beritakan Injil jadi saksi-Nya. Ini adalah perintah terakhir yang ditinggalkan Tuhan bagi kita semua.

        Saya akan menjelaskan dengan satu kalimat supaya meng-encourage saudara untuk sadar akan tugas ini. Perhatikan baik-baik. Yesus Kristus tidak bisa lagi untuk melakukan hal ini. Gerejalah yang melakukannya. Ini adalah tugas yang sudah dilakukan oleh Yesus Kristus 33,5 tahun dan sekarang tongkat estafet itu ada di tangan kita. Pekabaran Injil bukan cuma salah satu aktifitas gereja. Itu adalah api di dalam hidup kita. Ketika saya mengatakan hal itu, ketika saya mengatakan Yesus Kristus tidak bisa lagi melakukan hal ini adalah karena memang Dia tidak lagi menjadi satu pribadi yang bertubuh tetapi itu tidak berarti bahwa Dia tergantung kepada kita. Itu juga tidak berarti kalau saudara-saudara gagal, Dia tidak bisa apa-apa. Saudara perhatikan baik-baik, kalau kita tidak mau mengabarkan Injil, Dia akan membangkitkan orang lain. Saya tidak mau menjadi Esau. Milikilah hati seperti Yakub. Jangan buang hak kesulungan itu dan engkau membuat ini tidak berharga. Yakub tahu, aku ingin dipakai oleh Tuhan. Aku tunggu hari itu. Ketika Esau membuangnya, sebelum hak kesulungan itu tumpah ke bawah, diambil. Aku sekarang yang dipakai Tuhan. Aku. Saudara boleh jadi egois. Egois untuk Tuhan mengurapi aku. Orang lain tidak mau dipakai, tidak apa-apa. Aku mau dipakai. Orang lain itu suka-suka hidupnya. Aku mau dipakai habis untuk Engkau. Beritakan Injil. Gereja ini harus memberitakan Injil. Berita Injil itu ada di mana-mana. Saudara ketemu orang di pasar, di mal, di mana saja berikan traktat.

      Jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Akan ada aniaya. Akan ada kematian. Maka itu adalah sesuatu yang menakutkan bagi kita. Tetapi Alkitab mengatakan: Engkau harus mengabarkan Injil. Itulah sebabnya tak mungkin ada seseorang yang sanggup sampai akhir kecuali Roh-Nya sendiri, Roh Kristus yang sudah naik ke Surga itu menaungi kita. Itulah sebabnya, Dia mengatakan: Aku menyertai engkau sampai pada kesudahan zaman. Aku akan memberikan Roh Kudus kepadamu. Saudara mengerti sekarang bahwa ini hari yang penting? Yesus Kristus naik ke Surga. Dia adalah Tuhan itu. Dan Dia menyatakan: Beritakan Injil sampai semua bangsa takluk dan menyatakan Thy will be done. Kiranya kehendak-Nya, isi hati-Nya digenapi di dalam hidup kita, di dalam gereja ini.


  • Hal-hal yang diajarkan Alkitab tentang keluarga

    • Amsal 31:1-31

      Sebenarnya di dalam seluruh pergumulan keluarga dan di dalam relasi suami-istri dan di dalam relasi keluarga dengan gereja dan pekerjaan, maka sebenarnya ada 3 hal yang paling utama, tetapi hari ini saya tidak mungkin menyelesaikan ketiga-tiganya karena khususnya yang terakhir itu akan membahas masalah yang besar. Pertama berkenaan dengan keseimbangan antara keluarga dan gereja. Kedua berkenaan dengan perkataan Yesus, “Jikalau engkau itu tidak membenci suamimu, istrimu, ayahmu, ibumu, anak-anakmu, engkau tidak bisa mengikuti Aku.” Ini adalah sesuatu yang sering sekali disalah mengerti. Ketiga sebenarnya adalah bicara mengenai ordo. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa suami itu kepala rumah tangga, kepala istri. Sekarang gerakan feminism sedang melanda luar biasa untuk membuat wanita sejajar dengan laki-laki.

      Saya tidak akan menjelaskan point yang ketiga karena itu akan memerlukan seminar sendiri dan waktu berjam-jam untuk menjelaskan dengan tepat berkenaan dengan ordo ini. Tetapi saya akan memberi hint terlebih dahulu point yang ketiga, meskipun saya tidak jelaskan di sini, supaya jangan ada unsur dosa di dalam diri kita mengambil advantage dari ayat tersebut. Ketika Paulus meyatakan suami adalah kepala istri dan istri harus tunduk kepada suami, sama seperti Kristus adalah kepala jemaat dan jemaat itu harus tunduk kepada Kristus. Sebagai suami tidak berarti saudara boleh abuse istri. Harus diingat, relasi suami-istri, suami adalah kepala keluarga dan istri adalah pewaris tahta kasih karunia Allah itu adalah relasi cinta dan hormat. Kalau suami tidak mencintai istri, kalau suami tidak korban untuk istri, kalau suami itu tidak sungguh-sungguh mengerti pergumulan istri, tak mungkin istri itu akan menghormati suami. Standarnya itu adalah Kristus dan jemaat. Bukankah Kristus yang mati terlebih dahulu bagi jemaat? Jemaat itu tidak kenal Kristus, tetapi Kristus terlebih dahulu mati, maka jemaat kemudian mau menyerahkan hatinya. Jaman sekarang terjadi peperangan yang besar antara laki-laki dan perempuan, tetapi kalau saudara mengerti prinsip ini, yang disebut sebagai biblical order, biblical ordo, itu akan menjadikan sesuatu hal yang indah di dalam kehidupan keluarga kita. Suatu hari kalau Tuhan pimpin, maka saya akan berbicara lebih dalam lagi tentang hal ini. Sekarang saya akan masuk ke dalam kesulitan di dalam pikiran kita mengerti ayat-ayat Alkitab tentang keluarga yang sering sekali disalah mengerti.

      1. Berkenaan antara kerja, keluarga dan gereja.
        Ini adalah hal yang terus-menerus akan menarik hati dan pikiran kita, dan kemana pun saja saudara-saudara melangkah, kalau kita tidak mengerti prinsip Alkitab, selalu akan dipenuhi dengan guilty feeling yang tidak perlu. Kita berpikir bahwa keseimbangan itu adalah masalah dengan waktu, sebenarnya tidak demikian. Sebelum saya jelaskan prinsip Alkitab, maka kita harus hati-hati dengan perenungan pikiran kita, kalau tidak, nanti kita akan bersalah kepada Tuhan. Apa yang saya mau katakan adalah sering sekali kita selalu against berkenaan dengan gereja dan keluarga. Padahal kalau kita mau berpikir dengan cermat, yang menghabiskan paling banyak waktu bukan gereja, tetapi kerja. Tetapi mengapa di dalam hidup kita, kita tidak pernah complaint mengenai kerja? Kita sedang tidak fair untuk menempatkan masalah ini. Mari kita baik-baik memikirkan Firman. Baik-baik untuk kita berhati-hati di dalam pikiran kita yang sudah jatuh di dalam dosa. Di luar sana orang-orang yang tidak mengenal Allah mengambil waktu orang-orang yang sudah ditebus oleh Kristus dari pagi sampai malam dan kita tidak pernah complaint sekalipun. Tetapi ketika kita bicara berkenaan dengan gereja, hanya 1 minggu 2 jam, kalau saudara-saudara mengikuti 1 persekutuan yang lain mungkin 2 jam lagi, 1 minggu hanya 4 jam, saudara bekerja 1 hari 8 jam, saudara tidak pernah complaint terhadap dia. Biarlah kita boleh berhati-hati akan hati kita. Apakah sungguh-sungguh kita takut kepada Tuhan? Kenapa yang selalu dibenturkan adalah keluarga dan gereja? Kenapa saudara tidak pernah membenturkan antara keluarga dan pekerjaan? Apa yang sedang terjadi dalam hidup kita? Nah saudara-saudara, biarlah perkataan-perkataan yang tajam ini biarlah boleh menembus hati kita, dan biarlah Roh Kudus boleh menyadarkan kita.

        Saya tidak sedang berbicara berkenaan dengan kepentingan keluarga yang lebih rendah daripada kepentingan gereja, sama sekali tidak. Perhatikan baik-baik, prinsip di dalam Alkitab bukan keseimbangan tetapi keutuhan. Prinsip di dalam Alkitab tidak seperti ini, untuk keluarga, untuk pekerjaan dan untuk gereja masing-masing 5 jam. Bukan di dalam area jam, bukan fenomenanya, tetapi adalah esensinya secara keseluruhan, the wholeness, integrate. Salah satu masalah ketika dosa sudah masuk di dalam hidup manusia, maka manusia itu menjadi disintegrate. Manusia tidak pernah bisa wholeness, tidak pernah bisa berintegrasi. Manusia tidak pernah utuh hidup di hadapan Allah. Kalimat itu sama seperti yang dikatakan oleh Yesaya, padahal Yesaya adalah orang yang dipakai oleh Tuhan, yang ketika berhadapan dengan Allah, kemudian dia melihat dan mendengar malaikat itu berseru: “Suci, suci, sucilah Tuhan!” Langsung dia itu mengatakan: “Celaka aku! Aku orang yang berdosa! Celaka aku!” Kalimat itu boleh diumpamakan seperti satu gelas beling yang jatuh ke lantai dan hancur berkeping-keping (disintegrate).

        Hidup kita ini penuh dengan dimensi-dimensi, ada pasangan hidup kita, perlu uang untuk makan, perlu berelasi dengan mertua dan orang tua, berelasi dengan teman-teman sosial. Kita perlu untuk beribadah di dalam gereja, kita perlu ada talenta studi, saya perlu waktu studi, ada anak-anak yang menuntut kita 24 jam, dan lain sebagainya. Seluruh area hidup ini, kalau kita tidak mengerti core-nya, kita akan ditarik-tarik terus. Seorang anak muda yang terus pergi bersama teman-temannya, orang tuanya akan bertanya dan menariknya. Seorang suami yang terus pulang larut malam, istrinya akan bertanya dan meminta ia memperhatikan anak-anaknya. Hidup kita yang sudah jatuh di dalam dosa terus akan pecah dan terjebak kalau kita tidak mengerti bagaimana kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan di dalam Firman dan Firman itu meluruskan hidup kita. Dan saya mengerti, bahkan di dalam diri saya, ketika kita itu melakukan sesuatu yang begitu sangat meminta waktu di satu tempat, lalu kemudian mulai muncul guilty feeling. Saudara tidak usah bicara mengenai gereja dan keluarga, saudara lama di tempat pekerjaan pun ada guilty feeling terhadap keluarga. Kita berpikir untuk menyeimbangkan, saudara tidak akan pernah mungkin bisa menyeimbangkan sampai saudara mendapatkan core-nya.

        Mari kita perhatikan baik-baik Amsal 31:10-31. Amsal 31 menyatakan seorang istri yang bekerja. Masalahnya bukan di sana, tetapi bagaimana cara menyeimbangkannya? Saya tidak pernah mengatakan bahwa istri tidak boleh bekerja, hanya mengurus anakmu terus di rumah. Istri-istri yang tidak bekerja belum tentu lebih baik anaknya daripada istri-istri yang bekerja. Tetapi apa motivasinya bekerja? Saudara mesti hati-hati karena itu akan mempengaruhi spirit anak kita dan membuat anak kita entah mencintai Tuhan atau membenci Tuhan. Kita tidak bisa melihatnya sekarang. Kita akan melihatnya belasan tahun setelah itu. Apakah seorang istri bertanggung jawab untuk bekerja mengembangkan talenta, atau jika memang keuangan sangat kurang? Jawabannya adalah ya. Di tempat yang lain, apakah istri bertanggung jawab untuk mengasuh anak? Jawabannya adalah ya. Apakah ia bertanggung jawab untuk mengabarkan Injil? Jawabannya adalah ya. Apakah ia bertanggung jawab untuk berdoa syafaat? Jawabannya adalah ya. Maka seluruh aspek ini bukan aspek keseimbangan. Ini adalah bicara mengenai wholeness. Lihatlah perempuan dalam Amsal 31 ini, dia bekerja, tetapi perhatikan, domestic job, tanggung jawab internal itu diselesaikan. Banyak orang bekerja untuk keluar dari tanggung jawabnya karena tidak suka terhadap tanggung jawab yang ada. Kita harus hati-hati karena itu akan mempengaruhi spirit seluruh keluarga kita. Jikalau saudara bekerja karena merasa perlu untuk memenuhi segala keinginanmu (misalnya beli apartemen 5, mobil 6 dll), jika demikian yang mendorong kita itu bukan takut akan Tuhan, tetapi greedy. Pasti rumah tanggamu hancur karena itu dilihat oleh anak. Maka orang perempuan boleh kerja? Maka saya mendorong saudara bekerja, apalagi kalau saudara-saudara adalah orang yang pandai, tetapi keluarga saudara harus tetap diselesaikan.

        Saya cerita dua peristiwa yang benar-benar terjadi. Satu adalah seorang anak yang punya mama dan kemudian akhirnya keluarga itu sulit sekali, lalu kemudian mamanya dari pagi sampai hampir larut malam bekerja keras untuk membiayai keluarganya. Ketika dia harus keluar rumah, dia keluar dengan air mata, terus memikirkan keluarganya, minta belas kasihan Tuhan untuk boleh mendapatkan makanan supaya anaknya bisa hidup. Setelah anaknya itu besar, menikah, maka dia mengatakan, “Mama, terima kasih karena engkau sudah bekerja keras, berkorban bagi aku. Terima kasih.” Dia peluk mamanya dan seumur hidup, maka anak ini terus-menerus akan membiayai mamanya karena sayang, mengetahui mamanya bekerja keras untuk dia. Orang yang kedua, pada saat pernikahan, ketika acara penghormatan kepada orang tuanya, anak yang menikah ini memberikan bunga lalu berbicara,” Mama, saya berterima kasih karena pada waktu aku kecil aku masih ingat mama akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaan untuk mengasuh aku. Aku berterima kasih, Ma.” Inti dari semuanya adalah mama yang pertama dan mama yang kedua itu satu, yaitu pikul salib. Jikalau engkau mau keluar kerja, kerja karena engkau pikul salib, tetapi kalau engkau keluar kerja karena engkau tidak suka di rumah, itu adalah hal yang salah. Sama halnya dengan hamba Tuhan. Sebagai hamba Tuhan, saya harus mengasihi jemaat, saya harus kerja keras untuk jemaat, dan saya harus mengasihi keluarga, saya harus bekerja keras untuk keluarga. Saudara harus kerja keras untuk menghidupi keluarga, saudara harus mengasihi keluarga, saudara harus kerja keras untuk nama Kristus dipermuliakan di dalam gereja. Kita harus berjuang, dengan lutut kita berdoa kepada Tuhan, itu seluruhnya adalah tanggung jawab kita.

        Perempuan di Amsal 31 itu ketika dia bekerja dan urusan rumah tangga diselesaikannya, suaminya bangga. Perhatikan baik-baik, suaminya tidak diperdaya oleh wanita ini. Dari kerja keras wanita ini, maka suaminya menjadi orang yang dihormati, anak-anaknya berbahagia. Di sini kita melihat bagaimana dia bekerja keras di luar rumah, di dalam rumah, dan kemudian dikatakan bahwa ia membuat pakaian dari lenan, menjualnya. Pakaiannya adalah kekuatan, kemuliaannya, dan ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. Dia sedang berbicara tentang Firman kepada anak, kepada seluruh keluarga. Jikalau seorang perempuan bekerja adalah karena untuk superioritas, untuk mendapatkan profit, maka di situ kegagalan dari keluarga itu. Bagaimana ibu di Amsal 31 ini bisa tetap memiliki keseimbangan? Dalam ayat 30: “Istri yang takut akan Allah dipuji-puji.” Jadi ini adalah core-nya. Jadi sekarang, apa yang ada di tengah-tengah isi hatimu dan keluargamu? Kalau Allah tidak ada di tengah, maka engkau pasti akan hancur. Engkau mendapatkan segala sesuatu tetapi hidup pernikahanmu tidak akan bahagia. Perhatikan sekarang seluruh area hidup itu akan terus menerus akan tarik menarik kecuali saudara mendapatkan core-nya untuk membuat sesuatu hal yang firm, yang balance dan di titik tengah itu siapa? Alkitab mengatakan fear of the Lord – takut akan Allah.

        Jikalau ada fear of the Lord – maka saudara mencari nafkah karena tahu itu adalah panggilan. Saudara berdamai dengan mertua itu adalah panggilan. Saudara bergaul dengan banyak teman, itu adalah calling, menjadi saksi dan garam bagi dunia ini. Saudara keluar untuk study karena itu panggilan dan semuanya karena fear of the Lord. Ketika ada seseorang bertanya kepada saya ingin melayani, saya katakan melayani dengan sungguh-sungguh tetapi satu hal yaitu ketika waktumu begitu banyak dipakai untuk pelayanan sekaligus engkau harus perhatikan dan bereskan seluruh keluargamu. Karena ini adalah the wholeness, integrate, seluruhnya. Engkau melakukannya karena takut akan Allah. Apakah fear of the Lord ada di dalam hatimu? Kalau iya jalankan saja dan kau tidak akan merasa bersalah karena Tuhan akan mengkonfirmasi engkau. Tetapi jikalau tidak ada, maka sebenarnya seluruh kehidupan kita adalah kehidupan yang self-centered, tidak mau dipakai oleh Tuhan dan tidak mau pikul salib, tidak mau bayar harganya. Sekali lagi kuncinya adalah apakah aku melakukan ini karena takut akan Tuhan? Amsal 4:23 ayat yang berkali-kali saya katakan. Mari periksa diri kita masing-masing dengan jujur dengan tulus terbuka di hadapan Allah, apakah inti dari hati kita? Apakah itu fear of the Lord? Ataukah hal-hal yang lain? Karena dari hati terpancar seluruh kehidupan. Kalau hati kita hedonism, pleasure at any cost, terpancar dari seluruh kehidupan. Kalau hati kita fear of the Lord terpancar dari seluruh kehidupan.

        Saya berharap dalam poin pertama ini saudara mengerti sekali lagi, mengerti tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah, semuanya the wholeness, saudara harus persembahkan kepada Allah. Pada saat penghakiman terakhir Dia akan tanya: Bagaimana hubungan dengan suami/istrimu? Beres? Menjaga kesucian? Engkau mengasihi dia? Bagaimana hubungan dengan anak-anak? Beres? Engkau mendidik dia? Bagaimana dengan talenta yang Aku berikan kepadamu? Banyak orang yang malas tidak mau untuk menggali talentanya di dalam pekerjaan dengan alasan-alasan sebenarnya adalah dia malas. Biarlah kita boleh mengerti, jagailah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari sanalah terpancar kehidupan. Saya akan akhiri poin pertama ini dengan Firman Tuhan yang mengatakan, orang yang takut akan Tuhan, Roh Kudus akan bekerja di dalamnya dan salah satu tandanya adalah dia suka diam di rumah Tuhan. Jangan terbalik, bukan semua orang yang ada di gereja pasti cinta sama Kristus, tetapi orang yang cinta Kristus pasti akan pergi ke gereja. Mazmur 84:2-8. Sekali lagi, bukan masalah keseimbangan tetapi keseluruhan, the wholeness, hidup yang utuh dipersembahkan kepada Allah dalam seluruh hidup dan keluarganya, dan boleh menjadi satu hati melayani bersama keluarganya terus di rumah Tuhan, terus itu menjadi keinginan kesukaannya, karena dia melihat ada visi yang baru dan dia akan membawa, menggunakan apapun saja yang menjadi talentanya, yang menjadi uangnya, yang menjadi pekerjaannya untuk kemuliaan bagi nama Tuhan. Pikirkan baik-baik dan biarlah saudara boleh mengerti core-nya, The commitment of your heart.

      2. Lihat Matius 10 : 34-38. Apakah benar bahwa Yesus meminta kita untuk membenci seluruh keluarga kita sama seperti Dia membenci pekerjaan setan? Perhatikan baik-baik, salah satu dari ciri interpretasi bidat adalah mengambil satu ayat Alkitab, menekannya dan melupakan ayat-ayat yang lain. Bukankah di Alkitab dikatakan: Hormatilah orang tuamu? Bukankah di dalam Alkitab dikatakan bahwa suami cintailah istri dan istri tunduklah kepada suami? Bukankah di dalam Alkitab bahkan Yesus mengatakan bahwa engkau harus mencintai musuhmu dan bukan membencinya? Dia bahkan mengatakan: Jikalau ditampar pipi kiri, engkau berikan pipi kanan. Engkau disuruh berjalan 1, engkau berjalan 3 langkah bersama dia. Bukankah itu adalah bentuk dari cinta? Bukankah Allah sendiri mengatakan bahwa Aku mengasihi engkau dan God is love? Ayat ini bukan anti-tesis. Ayat ini adalah paradoks.

        Anti-tesis adalah 2 hal yang akan bertentangan dan sampai kapan pun saja dan di dalam kekekalan pun, saudara tidak pernah mungkin akan mendamaikannya. Contoh kalimat anti-tesis dalam Alkitab yaitu engkau tidak bisa memilih 2 tuan. Engkau harus pilih salah satu, God or mammon. Kalau saudara mencintai uang, saudara tidak pernah bisa, sampai kapan pun saja, engkau mengatakan: Aku mencintai ini untuk hidupku untuk mulia bagi Kristus. Tidak pernah mungkin, itu adalah kebohongan. Alkitab mengatakan: Cinta akan uang adalah sumber seluruh kejahatan. Tuhan tidak katakan: Punya uang sumber kejahatan. Yang membuat orang itu jahat, itu cinta uang, bukan uangnya. Jadi uang itu netral. Itu adalah milik Allah yang dipercayakan kepada kita. Tetapi cinta uang itu berarti hati kita itu mendekap pada dia. Itu akar segala kejahatan. Maka itu adalah kalimat anti-tesis.

        Tetapi ketika kita bicara berkenaan dengan suami-istri, orang tua-anak, ini bukan anti-tesis. Ini adalah paradoks. Paradoks itu adalah dua hal yang secara fenomena luar itu bertentangan tetapi di dalamnya ada satu keindahan kalau saudara menemukan kuncinya untuk menyatukan semuanya. Tuhan mau supaya kita mengasihi keluarga kita, supaya gereja memiliki keluarga-keluarga yang sehat dan saling mengasihi. Orang-orang yang dipakai menjadi kesaksian di luar adalah orang-orang yang Tuhan berikan anugerah dalam persekutuan yang indah dalam suami istri di dalam gereja. Tuhan mau engkau makin lama saling mengasihi antara suami-isteri, orangtua dan anak-anakmu. Tetapi mengapa ayat ini begitu sangat tajam? Sekarang saya akan jelaskan arti ayat ini bukan membenci seperti saudara itu tidak suka dan membuang.

        Arti ayat ini dalam bahasa aslinya adalah love-less. Love-less itu adalah sesuatu sedikit atau boleh dikatakan lebih sedikit daripada cinta kepada Kristus. Apa artinya? Jikalau kita adalah orang yang lahir baru, anak-anak Tuhan yang sejati, maka Roh Kudus akan memberikan pertumbuhan rohani dan saudara-saudara perhatikan pertumbuhan rohani itu akan makin lama makin kita itu mengasihi keluarga kita. Tetapi jikalau belum lahir baru maka belum terjadi demikian. Orang yang sungguh mengasihi Tuhan, makin lama makin mengasihi keluarga dengan kesucian dan kemurnian bukan dengan interest pribadi. Dan ketika kita mengasihi keluarga kita dengan makin lama makin suci dan murni, Roh Kudus akan memberikan sesuatu pertumbuhan rohani lagi, yaitu kita melihat kemuliaan Kristus dan Dia menjadi segala-galanya dalam hidup kita. Kita makin mencintai Dia dan apa yang Yesus katakan adalah jikalau kita masuk ke dalam stage seperti ini dalam pertumbuhan rohani tentu seumur hidup tidak ada yang sempurna, maka kita akan sadar makin lama kita akan makin mengasihi Kristus lebih daripada mereka dan gap itu, perbandingan itu, seperti cinta dan benci. Karena mengasihi Kristus jauh lebih besar daripada mengasihi keluarga kita.

        C.S. Lewis mengatakan, jikalau kita makin lama makin mengasihi Kristus dan seakan-akan itu cinta pada Kristus lebih besar dibandingkan dengan cinta kepada keluarga seperti cinta dan benci, tetapi pada saat yang sama engkau akan menyadari bahwa engkau akan mengasihi keluargamu jauh lebih besar dan lebih dalam dari sebelumnya. Ketika saya mendapatkan pengertian ini hati saya melonjak kegirangan. Tuhan, Engkau itu begitu penuh dengan hikmat, dan hikmat-Mu itu benar-benar tersembunyi kecuali kalau engkau memberikan kepada kami Roh Kudus-Mu. Yesus mengatakan kalimat-kalimat paradoks ini, barangsiapa mau mempertahankan, engkau akan kehilangan. Barangsiapa mau menyerahkan nyawanya, engkau akan mendapatkannya. Jikalau engkau merelakan seluruh keluargamu, mengasihi Kristus lebih daripada anakmu, engkau akan tahu, anakmu akan semakin mengasihi engkau. Jikalau engkau mau melepaskan hakmu dan berdoa, “Tuhan meskipun suami saya itu begitu kejam tapi aku tidak akan mencari untuk dia mencintai aku, Tuhan tolong untuk dia boleh takut kepada nama-Mu.” Begitu suamimu mencintai Tuhan maka dia akan menuju ke rumahmu dan mencintai engkau lebih daripada sebelumnya. Ini adalah jalan keselamatan yang Tuhan itu berikan pada kita. Saudara berpikir kalau dia sudah cinta pada Kristus pasti dia tidak cinta sama aku, tidak, sama sekali tidak.

      Saya akan akhiri seluruh khotbah ini dengan dua cerita yang sungguh-sungguh terjadi. Pertama adalah cerita John Sung. Suatu hari dia sebenarnya sudah memiliki satu perjanjian untuk dia pergi keluar kota untuk sebuah kebaktian kebangunan rohani yang besar dan John Sung adalah orang yang sangat sibuk, dia jarang sekali bertemu dengan keluarganya. Tetapi hari itu dia sempat pulang rumah dan kemudian dia tetap harus pergi lagi untuk beberapa bulan atau beberapa minggu, saya lupa. Tetapi hari itu, ketika dia akan berangkat, istrinya sekarat, hampir mati, istrinya itu berada di dalam kesakitan yang begitu besar dan John Sung sangat mencintai istrinya. Maka di dalam posisi seperti ini, John Sung tidak bicara banyak, dia pandang istrinya, dia berlutut di depan ranjang istrinya, dia berdoa kepada Tuhan minta belas kasihan untuk istrinya. Tidak ada air mata. Tulisan itu mengatakan John Sung kemudian menguatkan dirinya, berdiri dan kemudian melangkah untuk melayani Tuhan di kota yang lain karena sudah ada perjanjian dan dia sama sekali tidak membelokkan kepalanya. Kalau saudara orang yang tidak dewasa, jikalau saudara menjadi istri John Sung, saudara akan terluka dan berkata bahwa engkau laki-laki yang tidak cinta kepada istri. Tetapi kalau engkau melihat the whole story, mengapa dia tidak mau berlinang air mata karena supaya istrinya tidak sedih dan dia meninggalkan istrinya, dia tidak membalikkan badan, kenapa? Karena dia sangat mencintai istrinya tetapi dia mesti mencintai Tuhan dan pada saat itu, hatinya mencintai istrinya dengan cinta yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Itu adalah rahasia-rahasia misteri kehidupan.

      Orang yang kedua adalah Hudson Taylor. Sebelum Hudson Taylor menjadi misionaris, orang tuanya terus mendoakannya agar anaknya dipakai Tuhan di China. Pada hari itu setelah dia menjadi besar akhirnya dia memutuskan memang panggilan Tuhan pergi ke China. Ketika orang tua Hudson Taylor akan pergi ke suatu tempat dan papanya harus berpisah karena harus pergi ke kota lain, catatan itu mengatakan bahwa papanya naik kereta api, Hudson Taylor dan mamanya itu kemudian menunggu dan kereta api itu perlahan-lahan bergerak meninggalkan mereka. Hudson Taylor lari-lari kecil karena tahu pergi ke luar negeri pada waktu itu sangat mungkin untuk tidak kembali ke rumah seumur hidup. Dan itu adalah perpisahan hampir sama dengan perpisahan kematian tetapi dia tahu panggilan Tuhan dan kemudian dia melambaikan tangan ke papanya sampai ujung dari jalan itu. Dia bersama dengan mamanya. Beberapa hari kemudian kapal itu berangkat, dan mamanya dengan berat hati melepaskan dia dan kemudian dia ada di geladak kapal itu. Hudson Taylor terus melambaikan tangan ke mamanya. Kapal itu mulai makin lama makin meninggalkan pelabuhan itu, air mata terus ada, mungkin tidak bertemu, mungkin bertemu di Surga. Terus kemudian Hudson Taylor ingat sesuatu, dia masuk ke tempatnya tempat dia simpan bukunya, dia ambil buku lalu kemudian dia tulis I love you Mom, lempar buku itu dan kemudian mamanya itu lihat dan pegang, I love you Mom.

      Jikalau kita mau menyerahkan seluruh orang yang kita kasihi untuk mengasihi Kristus lebih daripada kita, saudara-saudara akan melihat satu hal bahwa orang tersebut mencintai kita lebih dari sebelumnya. Jangan salah mengerti ini dan jangan bodoh dan jangan ditipu oleh setan. Kasihilah Kristus lebih daripada sebelumnya, jangan engkau pertahankan dirimu dan engkau kehilangan dirimu. Kau pertahankan hakmu dan engkau kehilangan suamimu. Engkau pertahankan cintamu kepada anakmu dan anakmu melihat mama begitu egois dan engkau tidak akan mendapatkan cinta anakmu. Ini adalah cinta Kristus yang murni yang suci yang membuat kita boleh memiliki satu keluarga yang indah bagi Tuhan. Kiranya Kristus dipermuliakan. Kiranya keluarga kita boleh diberkati.