Abide in Christ

Mazmur 9:10-16

Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu. Ketika Tuhan menolong orang benar, buahnya adalah mereka, bersama semua orang benar lainnya, memperoleh keyakinan yang bertambah-tambah pada belas kasihan-nya. Kecuali kita sepenuhnya percaya bahwa Tuhan memperdulikan manusia dan urusan mereka, pastilah kita selalu diganggu oleh kegelisahan.

Jika tidak ada kesalehan, tidak ada kesadaran akan karya Tuhan. Daud mengatributkan kepada orang beriman pengenalan akan Tuhan. Banyak orang mengira nama Tuhan hanyalah melambangkan Tuhan saja, tetapi ada ekspresi yang lebih dari itu. Karena esensi Tuhan tersembunyi dan tak dapat dipahami sepenuhnya, nama-Nya berarti karakter-Nya, yang Ia berkenan nyatakan kepada kita.

Bermazmurlah bagi TUHAN. Tidaklah cukup jika manusia sekedar menghormati allah-allah atau allah mana saja. Manusia harus mempersembahkan kepada satu-satunya Allah yang hidup dan sejati ibadah yang adalah hak-Nya, dan yang Ia perintahkan. Biarlah kita boleh yakin, kapan pun orang beriman, yang menyembah-Nya dengan murni dan cara yang layak, menurut penetapan Firman-Nya, berkumpul bersama untuk beribadah dengan sungguh, Ia sudi hadir dan bertakhta di tengah mereka.

Sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya. Pemazmur mengulang, bahwa kita harus merenungkan secara khusus kuasa Tuhan, yang dinyatakan dalam belas kasihan kepada hamba-hamba-Nya, yang ditindas dengan tidak adil oleh orang yang jahat. Dari sekian banyak karya Tuhan, ia memilih satu yang khususnya layak diingat, yaitu menyelamatkan orang miskin dari maut. Kadang Tuhan dalam providensia suci-Nya membiarkan mereka ditindas; tapi akhirnya Ia membalaskan ketidakadilan yang mereka terima. Tuhan menuntut darah orang tak bersalah dan mengingat teriakan umat-Nya. Jika kita mengukur pertolongan Tuhan berdasarkan pemikiran kita, keberanian kita akan selalu gagal, pengharapan kita sepenuhnya padam, dan tempatnya diambil oleh kesuraman dan keputusasaan.

Biarlah penghiburan ini menopang kita, bahwa Ia pada akhirnya akan menunjukkan betapa berharganya darah kita dalam pandangan-Nya.

Heart Aflame: Daily Readings from Calvin on the Psalms by John Calvin