• Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (12)

    • Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Ulangan 34 : 1-4 & Matius 4 : 8-11

      Kita sudah sampai kepada pencobaan dari setan kepada Yesus Kristus yang ketiga. Alkitab sekali lagi menyatakan bahwa Yesus Kristus itu dicobai dari segala aspek tetapi tidak berbuat dosa. Itulah yang membedakan antara Yesus Kristus dengan seluruh pendiri agama yang lain. Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, dicobai dari seluruh bagiannya. Dia adalah manusia yang sejati dan tidak berbuat dosa. Ini adalah sebuah proklamasi, sebuah ajakan untuk semua orang melihat siapa Kristus. Matius adalah pemungut cukai, Matius adalah orang berdosa, Matius adalah orang kotor, tetapi ketika melihat Kristus Yesus, hatinya terpesona. Yesus Kristus mengatakan “Ikutlah Aku” pada waktu itu Matius mungkin saja sedang menghitung semua uang yang didapatkan, dia tinggalkan dan mengikuti Yesus. Dia memperhatikan Kristus, ini bukan pendiri agama, ini bukan orang Farisi dan ahli taurat, ini lain, dan Matius mengatakan “Ini Juruselamat”. Banyak orang mengatakan “Yesus itu Tuhan”. Dia bukan saja memiliki sebutan, dia memang benar-benar Tuhan dan Dia menyatakan Dia sama sekali tidak bersalah. Maka ini adalah pencobaan yang ketiga, yang ditawarkan oleh setan kepada Yesus Kristus. Setan membawa Yesus Kristus masuk ke satu puncak tertinggi. Alkitab menyatakan di dalam Lukas, bahwa setan memperlihatkan dan menawarkan seluruh kerajaan dunia, kuasa, dan kemuliaan kepada Yesus, “Jika Engkau sekali menyembah aku.”

      Apakah setan bohong? Kalau setan 100% bohong, Yesus tidak mengatakannya, itu berarti di dalamnya ada suatu kebenaran. Ini yang membuat kita pasti selalu akan terkelabui oleh setan kecuali kita benar-benar mendapat anugerah oleh Tuhan, mengerti cara kerjanya dan mendapatkan inti kebohongannya. Perhatikan baik-baik, setan tidak pernah akan menyatakan 100% kebohongan. Setan akan menyatakan 99% kebenaran dan 1% kebohongan, itu yang menjadi masalah. Itulah sebabnya di dalam Alkitab ada yang mengatakan bahwa ada jalan yang disangka lurus tetapi ujungnya maut. Lalu bagaimana kita bisa tahu kalau ini adalah kebohongan yang tersembunyi di balik seluruh kebenaran. Maka kalau kita tidak dekat dengan Tuhan, tidak teliti menyelidiki Alkitab, tidak minta pimpinan Roh Kudus, pasti hidup kita tak mungkin tidak kena jebakan setan. Setan akan menyodorkan sesuatu yang merupakan kenyataan. Ini cara kerjanya setan. “Aku berikan kepada-Mu Yesus seluruh kekayaan, kemuliaan dunia kepada-Mu”. Apakah setan memilikinya? Jawabannya adalah, secara essential dia tidak memilikinya, tetapi untuk sementara dan tidak sah, dunia ini memang dimiliki oleh setan. Pemilik dunia ini sesungguhnya adalah Tuhan. Tuhan yang memberikan kekuatan dan kuasa kepada semua orang. Setan sebenarnya tidak punya modal lain kecuali dari kalimat-kalimat Allah. Di dalam Daniel 4:17, maka dikatakan, “Yang Maha Tinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya”. Nah ini adalah kalimat yang sama dengan yang diucapkan oleh setan. Setan mengucapkan kalimat yang sama. “Semua ini milikku dan aku memberikan kepada siapa aku mau memberikan”. Ini adalah kalimat yang menghina Bapa di surga. Bapa di surga sendiri melalui mulut Daniel berkata “Semua ini milik-Ku dan Aku memberikan kepada siapa yang Ku-kehendaki”. Ada kebenaran tetapi ada dusta. Yesus Kristus sendiri menyatakan “Engkau harus hati-hati, engkau harus melihatnya sampai jeli, karena ada jalan yang disangka lebar, pintunya luas, tetapi ujungnya maut. Jadi mungkin setan memberikan kuasa dan kekayaan kepada seseorang, seseorang kemudian tunduk kepada setan dan setan memberikan begitu banyak hal di dunia ini untuk dia memuaskan dirinya. Tetapi perhatikan, jikalau engkau meminta itu, dua hal ini terjadi. Pertama adalah kita tidak setia kepada Allah, dan yang kedua perhatikan kalimat dari Pdt. Stephen Tong , setan tidak pernah dagang rugi. Setan akan memberikan kekayaan dan kemakmuran di dunia ini, tetapi dia tidak pernah memberikan dengan cuma-cuma.

      Kembali ke peristiwa Yesus dibawa ke puncak gunung yang tertinggi dan setan kemudian memperlihatkan seluruh kekayaan kemuliaan dunia ini. Pertanyaannya, kenapa harus di sana? Apa yang sebenarnya itu ditawarkan? Saudara-saudara, apakah Yesus itu gila hormat sehingga menginginkan seluruh dunia ini respect kepada Dia? Apakah Dia itu seperti orang mata duitan, yang mencari harta, sehingga kekayaan dunia ini, kebesarannya, kemuliaannya semuanya Dia ingin untuk dapatkan. Jawabannya bukan itu. Jawabannya adalah tidak mungkin Yesus seperti itu. Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

      Pencobaan pertama adalah bicara mengenai kebutuhan. Pencobaan kedua adalah bicara mengenai Firman. Pencobaan ketiga ini adalah satu pencobaan yang akan masuk ke dalam isi hati Kristus yang terdalam. Setiap pencobaan itu akan terus menjadi hal yang luar biasa sangat sulit. Yesus diperlihatkan seluruh keagungan dunia, di mana ada satu tempat bisa melihat seluruh tanah perjanjian. Setan kembali lagi mengulang hal yang sama yang dilakukan oleh Allah kepada Musa. Musa adalah tipologi dari Kristus. Tempatnya adalah di gunung Nebo dan puncaknya adalah puncak Pisga. Di tempat itu sebelum Musa mati, maka Tuhan mengatakan, “engkau tidak boleh masuk”. Tuhan tidak memperbolehkan Musa masuk ke tempat tanah perjanjian. Tuhan hanya menempatkan Musa di puncak gunung Nebo, di puncak Pisga. Lalu Tuhan mengatakan “Lihat Musa, engkau tidak akan masuk, lihat sejauh matamu memandang, itu adalah tempat di mana tanah perjanjian yang Aku berikan.” Sangat mungkin bahwa tempat Yesus Kristus itu berdiri adalah tempat di mana Musa berdiri. Kemudian apa yang setan sebenarnya mau tawarkan kepada Yesus? Melihat hal ini kita harus mengerti Teologia apa yang menjadi dasar di dalamnya, yaitu apa itu tanah perjanjian, apa itu signifikansi tanah perjanjian. Itu bukan kebesaran tanahnya, atau uangnya, tidak. Semua ini ada di dalam satu Teologia yang penting sekali yang menjadi benang merah dari Kejadian sampai Wahyu yaitu Kerajaan Allah. Perhatikan baik-baik, satu keinginan terdalam dari Yesus Kristus adalah menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini. The Kingdom of God. Yohanes Pembaptis pertama kali berkotbah, dia mengatakan, “Bertobatlah! karena Kerajaan Allah sudah dekat. Pertama kali Yesus Kristus berkotbah, “Bertobatlah! Karena Kerajaan Allah sudah dekat. Pertama kali ketika murid-murid itu diutus, mereka pergi ke seluruh pelosok-pelosok desa, mengabarkan mengenai Kerajaan Allah. Maka ini adalah inti Teologia yang penting sekali. Ini menjadi benang merah, dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru.

      Yesus Kristus suatu hari ditanya, “Tuhan ajar aku berdoa, seperti Yohanes Pembaptis mengajar murid-muridnya berdoa.” Jikalau engkau mau berdoa, berdoalah demikian, Bapa kami di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu. Jadi yang menjadi isi hati Yesus yang terdalam yaitu Kerajaan Allah itu datang. Tetapi perhatikan baik-baik, Kerajaan Allah atau pemerintahan dari Allah itu kalau datang maka selalu akan bersangkut paut dengan tanah perjanjian. Itu akan dimulai dari tanah perjanjian dan kemudian akan menyebar ke seluruh muka bumi. Dari tanah perjanjian itulah Allah menetapkan kerajaan-Nya. Perhatikan baik-baik, seluruh kaitan rencana Allah, kerajaan Allah dan tanah perjanjian, yaitu Yesus harus lahir di tanah perjanjian. Yesus harus pertama-tama mengajar di tanah perjanjian. Yesus harus mati di tanah perjanjian dan gereja akhirnya dibangunkan dan Roh Kudus kemudian turun itu adalah di tanah perjanjian, baru ke seluruh muka bumi. Ada kaitan yang sangat erat antara kerajaan Allah dan tanah perjanjian, dan bukan itu saja Kristus dilantik menjadi raja di tanah perjanjian. Lihat Mazmur 2:6. Ini adalah salah satu Mazmur mesianik. “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus”, di Yerusalem. Maka perhatikan, Kerajaan Allah yang rajanya adalah Yesus Kristus dan tanah itu selalu akan berkait erat dan bukan itu saja, di dalam Perjanjian Lama, sebenarnya ada bayang-bayang yang menjadi kenyataan di dalam Perjanjian Baru.

      Adam dan Hawa begitu berdosa maka dia diusir dan keluar dari taman Eden kemudian di taman Eden ditempatkan Allah malaikat-malaikat yang memutar pedang itu sehingga tidak ada seorang pun yang masuk dari tempat itu menuju ketempat Eden. Dan tempat itu ketika diputar pedangnya, di bagian Timur. Perhatikan, pertama kali dari Yosua menggantikan Musa masuk ke tanah perjanjian arahnya Timur. Seluruh kalimat ini mau menyatakan bahwa tanah perjanjian itu penting sekali di hadapan Allah. Harus ada claim kembali akan tanah perjanjian dan Mesias akan ada di sana. Kerajaan Allah, Kristus menjadi Raja di tanah perjanjian dan kemudian setelah itu, hasil dari semuanya maka Bapa dipermuliakan. Mari kita lihat Filipi 2:11. Dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah Bapa! Mengapa harus ditambahkan kalimat “Bagi kemuliaan Bapa di Surga?” Perhatikan dasar yang penting ini. Allah Bapa dipermuliakan, jika dan hanya jika Allah Anak dipermuliakan. Sekarang gabungkan seluruh dari apa yang sudah saya katakan. Pertama, kerajaan Allah, dan itu menjadi isi hati Yesus Kristus dan kerajaan Allah itu, Yesus menjadi Raja dan Yesus menjadi Raja di mana? Mulai dari tanah perjanjian sampai ke seluruh bumi. Jikalau itu terjadi, jika dan hanya jika itu terjadi, maka Bapa dipermuliakan. Apa yang menjadi isi hati Kristus yang terdalam yaitu Bapa dipermuliakan. Itulah sebabnya di dalam satu kalimat Yesus Kristus “Bapa permuliakanlah diri-Mu” maka kemudiaan Bapa di surga mengatakan “Aku akan mempermuliakan-Mu, sekarang Aku akan mempermuliakan-Nya lagi.”

      Baca Yohanes 12:20-33, ini akan menggabungkan seluruh cerita ini. Ini luar biasa penting, yang merupakan isi hati Kristus, dan sebenarnya adalah isi hati kekristenan. Apa yang sebenarnya ada di dalam kehendak Kristus? Adalah Kerajaan Allah harus jadi sehingga Bapa di Surga dipermuliakan. Sekali lagi, Allah Bapa dipermuliakan jika dan hanya jika Allah Anak dipermuliakan. Dan Kristus menjadi Raja, seluruh bumi akan mengaku, seluruh lidah akan mengaku, seluruh lutut akan bertelut dan mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa. Dan Setan menawarkan tujuan akhir dari seluruh rencana Bapa di Surga yang menjadi keinginan yang terdalam kepada Yesus Kristus.

      Tujuan hidup Yesus Kristus adalah Bapa di Surga dipermuliakan. Dan itu terjadi jika dan hanya jika Yesus itu dipermuliakan di seluruh bumi, dan pada hari itu tidak ada satupun orang percaya kepada Kristus. Pada hari itu, Yesus sama sekali tidak dikenal. Pada hari itu adalah hari pertama sebelum Dia memulai pelayanan-Nya sepanjang 3.5 tahun yang penuh dengan seluruh penderitaan, kesulitannya yang ada, setan sudah menawarkannya di depan sehingga Dia tidak perlu masuk ke dalam seluruh proses itu. Kalau begitu, apa yang menjadi permasalahannya? Begitu tipis tetapi menjadi inti Kristen. Di dalam rancangan Bapa di Surga, di dalam pactum salutis, di dalam Covenant of Redemption sebelum dari dunia ini ada, Bapa di Surga dipermuliakan jika dan hanya jika Anak dipermuliakan, dan Anak dipermuliakan jika dan hanya jika Dia mati diatas kayu salib.

      Dan setan itu mau skip salib, supaya tidak ada salib! Dan salib adalah satu bagian yang Kristus sendiri tidak ingin hadapi. Kristus boleh dihina, Dia boleh dicerca, Dia boleh untuk tidak diperhitungkan, dan Dia tidak pernah mengeluh untuk hal itu. Satu-satunya tempat di mana Dia mengeluh adalah di taman Getsemani, ketika Dia mesti meminum cawan murka Allah, menanggung seluruh dosamu dan dosaku. Dan Dia tidak mau, Dia mengatakan kalau bisa ini lalu dari pada-Ku. Dia mengatakan 3 kali, itu menyatakan keinginan-Nya untuk ini tidak ada. Kristus bukan takut untuk disalib, Kristus tidak mau dimurkai oleh Bapa di Surga. Kristus tidak mau seluruh dosa itu timpa pada Dia, dan akhirnya Bapa di Surga itu memurkai Dia.

      Sekarang anda mulai mengerti ini adalah inti kekristenan, inti kehidupan kita. Saudara, perhatikan kalimat di bawah ini. Tidak pernah ada kemuliaan kepada Bapa di Surga jikalau hidup tanpa salib. Inti seluruh kehidupan kita itu adalah salib! Tidak pernah ada kehendak Bapa di Surga jadi tanpa salib. Setan mengelabui pikiran kita. Tidak ada suatu kedekatan dengan Bapa di Surga tanpa salib! Tidak ada gereja yang sejati tanpa salib! Tidak ada hamba Tuhan yang sejati yang berbicara tanpa salib! Salib adalah isi hati Bapa di Surga dan dinyatakan di dalam Kristus. Engkau boleh melayani, engkau boleh seakan–akan mengikuti apa yang dikatakan gereja, kita seakan–akan boleh kerja keras bagi gereja, tetapi engkau sendiri yang tahu di dalam hatimu yang terdalam apakah engkau membuang salib atau memikul salib. Itulah sebabnya Yesus Kristus menyatakan: barangsiapa mau mengikut Aku, dia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Salib bukan saja tanda kekristenan. Salib itu adalah kehidupan kita. Salib bukan saja lambang gereja. Salib adalah isi hati seluruh anak–anak Tuhan.

      Kalau melihat Alkitab, saudara melihat seluruh pencobaan Yesus Kristus, pencobaan pertama adalah pencobaan bagi seluruh umat manusia. Karena seluruh umat manusia akan mencari makanan terlebih dahulu dibandingkan mencari Tuhan. Yesus Kristus mengatakan: Manusia hidup bukan dari roti saja melainkan dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Aku sudah tahu sekarang, aku harus mendahulukan Tuhan. Ini adalah satu-satunya waktu yang dipakai oleh Tuhan, ditentukan di dalam Alkitab untuk menghormati Sabat. Tetapi saudara pergi ke gereja yang mana? Pencobaan kedua lebih sulit lagi. Alkitab mengatakan adalah kita harus masuk ke dalam satu gereja yang benar yang tidak memutarbalikkan Firman. Yesus Kristus di dalam pencobaan yang kedua memberikan arah kepada kita semua, yaitu bahwa engkau pergi ke gereja, engkau cari Firman yang baik, bukan sembarangan. Bukan hanya community yang baik, tetapi Firman yang baik harus aku dengarkan. Banyak orang mendengarkan Firman yang baik, menjadi orang Kristen yang baik, bahkan dia mau melayani, ikut Perkabaran Injil bahkan, menjadi pengurus, tetapi dia sebenarnya tidak mau memikul salib. Alkitab dengan jelas menyatakan tidak ada kemuliaan bagi Allah Anak tanpa salib. Dan Allah Anak tidak bisa membawa kemuliaan kepada Bapa di Surga tanpa salib. Salib adalah denyut jantung Kristus. Dan itu menjadi denyut jantung gereja Tuhan, dan semua orang – orang yang ditebus-Nya.

      Perhatikan baik–baik, kalau mau ambil dari sisi yang lain, maka pencobaan yang pertama yaitu persis seperti gereja–gereja yang jatuh kepada Injil sosial. Pekerjaan Yesus Kristus itu termasuk salah satunya memberikan cinta, kasih sembako, kasih makanan. Yesus mengatakan: No, manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Tidak salah saudara membagikan sembako, tetapi kalau itu ada dan Firman tidak kuat, itu tidak beres. Lalu kemudian pencobaan kedua setan menawarkan jatuhkan diri-Mu dari bubungan, maka Dia akan menatang Engkau. Tidak, tidak seperti itu. Setan menginginkan Injil mujizat. Mujizat akan membuat Dia cepat populer bukan? Yesus katakan tidak. Perhatikan pencobaan ketiga, setan menawarkan Injil kemakmuran, tidak perlu salib. Banyak gereja gagal di dalam poin ketiga. Dia mau memuliakan Allah tanpa salib. Dia mau berkotbah tanpa berita salib. Dan ini yang terjadi, kemakmuran terus dan terus ditekankan. Hamba–hamba Tuhan tidak mau berbicara berkenaan seseorang harus memikul salibnya untuk dia bisa memuliakan Bapa. Ini adalah satu-satunya jalan. Salib adalah hidup yang dikosongkan sampai seluruh kehendak Allah jadi. Mengikut Kristus adalah mengikut jalan Kristus. Ikut Yesus itu adalah Dia pikul salib, kita harus pikul salib. Tidak enak! Tetapi itu adalah inti kekristenan. itu adalah satu–satunya rel yang Tuhan tetapkan untuk memuliakan Bapa di Surga. Di situ kemuliaan gereja Tuhan, dan kemuliaan kita semua, orang–orang yang sudah ditebus-Nya. Jangan pikir salib itu hanya lambang dan simbol gereja. Salib itu adalah aliran darah seluruh kehidupan Kristiani.

      Saya bawa saudara untuk melihat satu persatu orang–orang yang dipakai Tuhan. Tidak pernah orang dipakai Tuhan tanpa pikul salib. Makin saya menjadi hamba Tuhan, makin saya mau tahu, bukan hanya saja teologia yang diajarkan, saya ingin tahu 2 hal. Pertama, ada di dalam kehidupan orang yang dipakai Tuhan, apa yang menjadi salibnya? Kedua, apa yang menjadi inner sanctum-nya? Inner sanctum adalah perkataan atau doa yang paling dalam yang dia inginkan. Perhatikan Abraham keluar dari Ur-Kasdim, tempat yang begitu nyaman. Dia orang yang paling dihargai di sana, dan orang yang begitu kaya. Lalu kemudian dia lepas semua, dia jalan dan tidak memiliki rumah. Jalan pergi ke mana? Tidak tahu. Pokoknya nanti Tuhan pimpin ke mana, Tuhan pimpin sampai di sana. Itu Abraham. Itu salib bukan? Suatu hari dia harus menyembelih anaknya, dan di dalam pikirannya, anaknya itu pasti mati, tetapi Tuhan akan membangkitkan lagi. Itu bukan iman yang mudah, itu adalah pergumulan yang luar biasa, itu adalah salib bukan?

      Lihat Yunus. Saudara pikir Yunus ini orang yang tidak taat. Arti nama Yunus adalah burung merpati (dove), sangat mungkin dia adalah orang yang paling lembut hati. Alkitab menyatakan Yunus itu menentang Tuhan, tidak taat sama Tuhan itu mau menyatakan apa yang Tuhan berikan kepada hamba-Nya mungkin bahkan buat orang yang paling lembut pun rasa sulit. Yunus harus pergi ke Niniwe. Niniwe itu Asyur. Dan dia itu adalah orang Israel Utara. Israel Utara nanti akan dihancurkan oleh Asyur sedangkan Israel Selatan itu nanti dihancurkan oleh Babel. Itu salib.

      Perhatikan apa salibnya Yesaya? Yesaya adalah Mount Everest of Hebrew’s literature. Tulisannya mengalahkan seluruh literatur orang–orang Ibrani. Ini adalah salah satu dari antara 4 nabi besar, yang sangat brilliant dalam berkotbah dan menulis. Ini adalah orang yang luar biasa pintar. Tetapi apa yang terjadi? Yesaya mengatakan: ini aku, utuslah aku, Tuhan. Maka baik, Aku akan utus ke satu bangsa. Engkau bicara, mereka akan tutup telinga. Engkau berbicara, mereka akan tutup mata. Sepanjang hidup Yesaya tidak ada satu orang pun yang bertobat. Kalau saudara melihat nabi yang gagal, salah satu yang terbesar adalah Yesaya.

      Seluruh nabi sebenarnya gagal, karena 12 nabi besar, 4 nabi kecil, semuanya diutus Tuhan untuk bicara, satu orang pun tidak ada yang bertobat. Apa salibnya Yeremia? Yeremia tidak boleh menikah, Yeremiah harus berkotbah dan kemudian seluruh kampung dan keluarganya membenci dia. Suatu hari nabi Yeremia lari dan sangat mungkin dialah yang dipotong belah dua tubuhnya karena dia masuk ke dalam satu kayu dan dipotong dua oleh raja mungkin Manasye.

      Seluruh nabi ini adalah orang–orang yang memikul salib. Maka saya mau katakan sebagai hamba Tuhan, meskipun ini sulit tetapi ini adalah realita hidup yang kita tidak bisa hindarkan. Tidak pernah ada kemuliaan tanpa salib. Tidak pernah ada gereja yang sejati tanpa salib. Tidak pernah ada kehidupan kekristenan yang sesungguhnya tanpa salib. Barangsiapa tidak menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Aku, dia tidak bisa menjadi murid-Ku. Dan ini yang Tuhan itu nyatakan. Setan akan memperbolehkan saudara melakukan apapun saja, tetapi jangan baca Firman. Setan memperbolehkan kita untuk beribadah apapun saja, tetapi tidak pikul salib. Mari kita renungkan hidup kita, sungguhkah saudara orang Kristen yang sejati? Sungguhkah saudara-saudara masuk ke dalam gereja yang sejati dan mengerti kekristenan sejati? Jangan main-main di hadapan Allah. Engkau pilih masuk ke gereja, dan engkau pilih bacaan–bacaan yang menyenangkan dan memotivasi engkau untuk engkau sukses di hadapan Tuhan. Penipuan! Dan itu adalah penipuan setan salah satu yang tertinggi di dalam hidup kita. Tidak pernah ada. Yesus Kristus tidak masuk di dalam jebakan ini. Dia mau mempermuliakan Bapa di Surga, melakukan kehedak-Nya, Dia sendiri akan dipermuliakan tetapi harus melalui satu, jalan salib. Kiranya Tuhan boleh memimpin hidup kita, mari kita berdoa.


  • Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (11)

    • Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 4:1-7

      Yesus dicobai, Dia adalah Allah yang sejati sekaligus adalah manusia yang sejati. Di dalam Alkitab ada tulisan-tulisan yang mempresentasikan Yesus sebagai Allah yang sejati. Kitab Yohanes mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Dari sejak ayat pertama sampai terakhir maka Yohanes mempresentasikan Yesus adalah Ilahi. Tetapi Matius memiliki sudut pandang yang sedikit berbeda. Matius mau menyatakan kepada orang-orang Yahudi, Yesus adalah Juruselamat. Dia adalah Mesias. Dia adalah manusia sejati yang diurapi oleh Roh Kudusnya Allah untuk menyatakan seluruh rencana dan pekerjaan Allah menyelamatkan umat manusia. Matius menyatakan bahwa Yesus suatu hari bertemu dengan Yohanes Pembaptis dan kemudian Dia minta untuk dibaptis. Seluruh rakyat pada waktu itu melihat Yesus adalah manusia, tetapi apakah sungguh-sungguh hanya manusia saja? Tidak. Dia adalah manusia sejati dan juga Allah yang sejati. Maka Alkitab menyatakan Roh Kudus datang dan mengurapi Dia. Di dalam ayat-ayat yang lain, maka penulis Injil menyatakan Roh Kudus diberikan oleh Bapa kepada Yesus Kristus tanpa hingga. Itu adalah sesuatu yang tidak tertakar, itu adalah sesuatu yang berlimpah-limpah. Dia adalah manusia yang sejati yang dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus. Dia adalah manusia yang sejati yang bergantung sepenuhnya oleh Roh Kudus. Dari pengertian-pengertian bahwa Dia adalah manusia yang sejati yang bergantung sepenuhnya kepada Roh Kudus, Dia menjadi contoh kita, Dia menjadi contoh gereja bagaimana hidup seharusnya di hadapan Allah.

      Banyak orang selalu mengatakan, “O, Yesus bisa lepas dari seluruh pencobaan ini karena Dia adalah Allah.” Jawabannya adalah, Dia adalah Allah tetapi Dia adalah manusia yang sejati. Dan kalau saudara-saudara membaca ayat-ayat Alkitab, saudara harus menyadari maka penulis ini sedang menonjolkan sisi apa dari Yesus Kristus karena dia menyatakan sesuatu sisi keilahian dan kadang-kadang dia menyatakan sesuatu sisi kemanusiaan. Ketika menyatakan sisi keilahian supaya kita mengerti bahwa Dia adalah satu-satunya Allah oknum kedua yang diutus menjadi perantara antara Allah dan manusia. Tetapi ketika berbicara mengenai sisi kemanusiaan, saudara-saudara harus mengerti supaya kita mencontoh hidup-Nya. Itulah sebabnya Ibrani menyatakan bahwa Dia adalah satu pribadi yang dicobai dari segala lapisan tetapi Dia tidak berdosa. Nah saudara-saudara, saudara melihat di dalam Matius 4 ini maka Yesus dipimpin oleh Roh untuk dicobai oleh setan. Dia yang diurapi menjadi Mesias, sekarang Dia harus diuji terlebih dahulu. Dia yang diurapi menjadi Mesias, Dia sekarang dipergelarkan kepada semua orang apakah Dia benar-benar layak dan benar-benar memiliki kemampuan untuk melawan setan dengan bergantung sepenuhnya kepada Roh Kudus dan kepada Firman yang menuntun Dia. Maka ini adalah sesuatu hal yang menjadi penghiburan bagi kita.

      Apa yang dilakukan setan kepada Yesus Kristus menjadi sesuatu yang kita mengerti, taktiknya, caranya, senjatanya setan seperti itu. Dan apa yang dilakukan Yesus Kristus kepada setan menjadikan Dia contoh bagaimana menghancurkan siasat setan. Salah satu siasat setan yang sangat jitu dan itu terjadi bahkan di dalam gereja, yaitu dia menggunakan Firman. Setan meminta Yesus Kristus menggenapi Firman di dalam Mazmur 91 untuk melakukan mujizat. Ini hal yang sangat licik. Setan itu mengerti Firman. Setan itu mendalami Firman. Setan itu mengeksposisi Firman, tetapi setan itu tidak pernah taat kepada Firman dan setan itu membalikkan Firman. Ini adalah pekerjaan setan dari Kejadian sampai Wahyu. Kalau merentang seluruh Kejadian-Wahyu maka akan ada kegagalan dan kehancuran umat Allah dan yang menyebabkan kehancuran umat Allah adalah karena imam-Ku berkata dusta, nabi-Ku bernubuat sesuatu yang tidak pernah Aku katakan kepada mereka. Ini adalah Firman yang diputar balik. Ujilah apa yang saya katakan dan uji untuk semua orang yang mengatakan Firman dan saudara baca bukunya. Biarlah saudara mengerti Firman yang diucapkan dan arah kotbah itu, apakah dia mengarah kepada takut akan Allah atau sebenarnya dia mengarah untuk mendapatkan suatu profit dari Firman ini untuk diri. Ini adalah sesuatu arah. Arah itu penting sekali. Yesus di dalam hal ini mengatakan, “Jangan engkau mencobai Allah.” Berarti Yesus menyatakan kepada kita, ini Firman dan ada di dalam Alkitab. Tetapi dikotbahkan oleh setan dan diputar, engkau harus tahu sebenarnya ini dusta. Orang Kristen yang bertumbuh adalah orang yang makin lama makin mengerti perbedaan. Orang Kristen yang tidak bertumbuh, dia pikir semuanya sama. Sama seperti anak kecil semuanya sama. Yesus Kristus mengajarkan kita harus punya kemampuan membedakan, tidak hanya menerima Firman. Maka baik-baik, milikilah hati nurani yang murni, milikilah penguasaan akan Firman dan engkau akan mengerti Firman ini dipakai secara jahat atau secara baik. Perhatikan baik-baik, tidak pernah ada satu orang pun termasuk kita, membaca Firman tanpa ada presaposisi. Tak pernah ada orang baca Firman itu otaknya kosong, pasti sebelumnya dia sudah isi lalu dia baca Firman dan celakanya adalah apa yang dia isi ini, baca Firman, Firman ini diputar sedemikian rupa untuk bisa menyalurkan apa yang dia mau. Semuanya sama. Maka dari itu, kemurnian hati dari anugerah Tuhan itu penting sekali. . Kalau saudara baca Firman setiap pagi, saudara bicara, Tuhan, murnikan hatiku, selidiki aku, apakah aku berdosa kepadamu atau tidak, apakah aku berjalan di dalam jalan yang serong atau tidak, dan tuntun aku di jalan yang kekal. Jaga hati dan pikiran kita di dalam segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan. Maka di sini Yesus Kristus mengatakan, “Jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu.”

      Di dalam seluruh Alkitab, minimal ada 5 tempat di mana Allah itu berkata kepada orang-orang Israel dan gereja-Nya, “Engkau mencobai aku.” Dua sudah saya pernah kotbahkan.

      1. Kita mencobai Tuhan dengan melimitasi, membatasi kuasa Allah.
        Itu terjadi ketika Israel di padang gurun. Israel sudah dijanjikan oleh Tuhan bahwa dia akan dipelihara oleh Allah tetapi kemudian Israel tidak mendapatkan daging dan air. Israel tiap hari dapat manna. Lalu mereka terus berkeluh kesah. Mereka terus menerus itu berteriak-teriak dan mereka memiliki suatu pergumulan dan sesuatu hal yang tidak puas hati. Mereka bersungut-sungut terus meminta kepada Tuhan. Kadang ketika orang itu bersungut-sungut kepada Tuhan seakan-akan kelihatan seperti sedang bergantung sama Tuhan. Itu adalah penipuan. “O, Engkau Maha Kuasa Tuhan, Engkau bisa lakukan ini.” Benar, Allah itu Maha Kuasa, tetapi di sini manusia membatasi Allah. Membatasi apa? Membatasi tempat, waktu dan cara Allah menolong kita. Kenapa harus sekarang? Kenapa harus di tempat ini? Kenapa harus pakai cara ini? Maka orang Israel bersungut-sungut. Masakan Engkau tidak bisa memberikan aku makanan? Masakan Engkau tidak bisa memberikan aku air? Musa begitu marah. Engkau mencobai Tuhan! Saudara-saudara, mereka pasti pikir Allah pasti bisa, tetapi masalahnya adalah engkau mencobai Dia dengan menyatakan, “Engkau Maha Kuasa, Engkau Maha Kuasa.” Maksudnya adalah, “Sekarang, dan di sini. Aku minta. Engkau harus mengikutiku!” Itu kekejian di hadapan Allah. Allah kemudian marah kepada sebagian besar dari mereka karena mereka mencobai Allah. Lihat dari Mazmur 78:18-19.
      2. Kita mencobai Tuhan dengan meminta tanda.
        Jikalau seseorang itu sungguh-sungguh mengetahui, menyadari dan mengenal Allah mencintai dirinya maka dia tidak pernah sangsi kepada Tuhan dan meminta tanda. Apakah minta tanda itu selalu tidak boleh? Tidak. Saya tidak katakan itu. Karena di dalam Alkitab ada beberapa orang yang meminta tanda. Misalnya saja Gideon itu minta tanda. Tetapi saudara perhatikan, Gideon minta tanda karena Tuhan itu sudah bicara kepada dia dan dia rasa dia tidak mampu. Dia rasa mungkin dia juga salah mengerti sehingga dia tidak mau melukai hati Tuhan dan dia mau minta tanda karena ketakutan melihat diri yang tidak kuat, tidak bisa, tidak mampu untuk memimpin seluruh prajurit Tuhan maka ia minta tanda. Tetapi itu beda dengan minta tanda karena ketidakpercayaan. Itu beda dengan meminta tanda karena sebenarnya meragukan terus menerus apa yang menjadi isi hati Tuhan. Perhatikan, kalau saudara-saudara bertumbuh mengenal Tuhan maka makin saudara itu mengenal Tuhan, makin saudara-saudara kadang tidak ada tanda tetapi saudara bisa peka akan isi hati Tuhan. Anak kecil selalu meminta tanda kepada orang tuanya, tetapi, kalau sudah remaja pemuda, dan saudara bergaul erat dengan orangtua, orangtua hanya diam, kadang tutupkan mata, langsung tahu, “Papaku kurang suka.” Mengerti maksud saya? Hal yang kecil, tidak ada sesuatu yang dilihat sama orang. You kok tau kalau papamu kurang suka? Tahu. Kerasa. Kok bisa tahu? Karena ada suatu kedekatan, tidak harus pakai tanda. Saya tidak katakan saudara tidak boleh meminta tanda. Saudara boleh minta tanda tetapi saudara-saudara bersyukur kepada Tuhan apapun saja yang Tuhan berikan terutama adalah konfirmasi di dalam hatimu.
      3. Kita mencobai Allah dengan terus menerus melakukan dosa.
        Itu mencobai Allah yang suci dan saudara-saudara seakan-akan tidak percaya bahwa pada akhirnya Dia akan menghakimi kita. Lihat di dalam Maleakhi 3:15 “…Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga.” Siapa yang mencobai mereka? Alkitab mengatakan siapa orang yang mencobai Dia? Yaitu orang yang terus menerus melakukan dosa yang sama. Orang yang terus menerus melakukan dosa tanpa dia takut akan Tuhan. Saya minta untuk saudara-saudara cek apa yang ada di dalam kehidupanmu, peristiwa hidupmu dan juga kondisi hatimu, dan juga untuk mungkin engkau bisnis dan engkau melakukan dosa; mungkin di dalam relasi suami istri engkau melakukan dosa; mungkin engkau di dalam pribadimu engkau melakukan dosa; uangmu engkau melakukan dosa ataupun di dalam perenungan di dalam hatimu engkau melakukan dosa. Saudara-saudara minta pengampunan dari Tuhan. Jangan terus menerus mengulang dosa-dosa yang sama yang begitu jelas, yang Tuhan sendiri sudah katakan kepada kita dan Tuhan sendiri sudah utus Roh Kudus-Nya untuk memberikan kepada kita kuasa untuk lepas daripada dosa itu. Perhatikan Bilangan 14:22. Mereka mencobai Tuhan, Tuhan hitung. Saya ketika baca ayat ini saya kaget. Kata-Mu adalah Engkau selalu tidak mengingat-ingat dosa. Tuhan tidak mengingat-ingat dosa kita kalau kita sudah bertobat, tetapi, Dia akan tuntut dosa kita sampai pada akhirnya di dalam kekekalan kalau saudara dan saya tidak bertobat. Ini adalah Firman yang begitu jelas.
      4. Kita mencobai Tuhan dengan menambahkan hal agamawi kepada karya Kristus yang sudah sempurna.
        Lihat Kisah Para Rasul 15:10, ini adalah ayat yang muncul karena persidangan di Yerusalem oleh para murid. Dan para murid adalah orang yang sudah menerima Yesus Kristus tetapi mereka berpikir bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah maka adalah terima Yesus Kristus ditambah melakukan hukum Taurat, terima Yesus Kristus ditambah melakukan sunat. Maka ini adalah sesuatu yang terus menerus mereka pikir dan mereka mau lakukan sampai kemudian rasul itu memutuskan, tidak, kita tidak bisa melakukan hal itu. Orang masuk ke dalam Kerajaan Surga adalah karena Yesus Kristus. Saudara-saudara, bagi orang-orang belum Kristen di tempat ini, saudara dengan perbuatan agamamu engkau tidak bisa masuk Surga. Dengan engkau punya kepandaian tidak bisa masuk surga kecuali engkau mendapatkan penebusan di dalam Yesus Kristus kalaupun engkau begitu baik melakukan seluruh kewajiban agamamu masakan engkau tidak memiliki sesuatu kecacatan dan dosa dan kelalaian di dalamnya? Saya mau tanya, dengan kecacatan dosa dan kelalaian di dalamnya siapa yang menebus engkau? Perhatikan ini terjadi di sepanjang sejarah gereja. Pada waktu jaman reformasi slogan mereka adalah: pertama Sola Gratia, kedua Sola Scriptura, ketiga Sola Fide, keempat Sola Kristus dan kemudian Soli Deo Gloria. 5 slogan Reformasi. Dan apa yang dikatakan yaitu Sola yaitu only, hanya. Sola Gratia berati hanya anugerah. Sola Fide berarti hanya iman. Sola Kristus itu berarti hanya Kristus. Sola Scriptura itu berarti hanya Alkitab.

        Lalu kemudian saudara-saudara mungkin berpikir, saya tahu yang penting adalah grace – gratia – anugerah, yang penting adalah iman, yang penting adalah dari Kristus, yang penting adalah Alkitab – bukan, pada waktu itu konteks gereja adalah gereja di pimpin oleh Roma Katolik, berbeda dengan Roma Katolik sekarang. Pada waktu itu Katolik menyatakan kalau engkau ingin diselamatkan, engkau ingin bertumbuh maka engkau harus mempercayai Kristus dan melakukan Taurat. Engkau kalau mau bertumbuh engkau harus punya iman kepada Kristus dan juga iman kepada bapa-bapa gereja yang sudah mati, seperti Petrus, Paulus dan semuanya. Kalau engkau mau bertumbuh maka engkau harus mengikuti Alkitab dan peraturan-peratuan gereja. Jadi sebenarnya yang dihancurkan, yang diteguhkan kembali oleh para reformasi itu bukan Gratia, bukan Fide, bukan Scripture, tetapi “Sola” – nya, “only, hanya.” Jadi apa yang diteguhkan oleh Reformed adalah Hanya Anugrah, Hanya Alkitab, Hanya Kristus, Hanya Iman, dan maka kalau semuanya sudah hanya, maka itu semua adalah perbuatan Allah – Soli Deo Gloria! Ini menjadi sesuatu hal yang penting kelihatannya sepele. Kalau Reformasi mengatakan, hanya Alkitab. Kitab para Rasul juga mengatakan hanya Kristus, jangan ditambah Taurat. Sekarang kalau ditambah Taurat itu masalahnya di mana? Salahnya adalah Kristus-nya tidak cukup. Sufficiency of Christ. Jadi kalau engkau mengatakan aku bisa pergi ke Surga adalah Kristus dengan Taurat itu berarti Kristus nya tidak cukup, aku bisa bertumbuh adalah karena Alkitab dan peraturan gereja, maka itu tidak cukup. Ini terus menerus terulang di dalam sejarah gereja. Ada aliran yang mengatakan engkau harus menerima Yesus Kristus kemudian dibaptis Roh Kudus. Harus ada 2 hal, Yesus dan Roh Kudus. Saudara-saudara sekarang saya tanya kalau itu 2 hal, orang bisa terima Yesus itu memangnya tidak pakai Roh Kudus? Orang bisa terima Yesus dan kemudian dia bertobat, menangis menyesali dosanya, mau hidup baru, itu pekerjaan siapa kalau bukan Roh Kudus? Maka ini sesuatu hal yang kelihatannya hampir benar tetapi di dalamnya ada sesuatu pengertian teologia yang totally wrong. Alkitab menyatakan kecukupan dari Kristus Yesus – The Sufficiency of Christ dan itu jikalau engkau tambahkan sesuatu maka Alkitab mengatakan maka engkau mencobai Allah.

      5. Kita mengabaikan ordinary providence dan menuntut extraordinary providence.
        Jikalau saudara tidak puas dengan hal-hal yang sehari-hari dan saudara-saudara menuntut sesuatu yang spektakuler selalu terjadi, di situ kita sedang mencobai Allah. Yesus Kristus, pada waktu itu baru saja dibaptis, lalu kemudian Dia dicobai oleh setan. Dan setelah itu Dia berjalan keluar masuk desa demi desa, kota demi kota, dengan melakukan hal yang biasa, dengan mengajarkan hal yang biasa. Dan setan mengatakan Engkau jangan lakukan itu, Engkau sekali saja loncat dan seluruh malaikat akan menatang Engkau dan kaki-Mu tidak terantuk kepada batu. Itu sesuatu yang spektakuler, semua orang akan melihat dan akan bertepuk-tangan, Engkau akan disanjung-sanjung, maka orang tidak perlu salah mengerti akan Engkau, Engkau akan langsung disebut sebagai Juruselamat. Mengapa harus mengajar? Mengapa harus pergi membesuk orang? Mengapa Engkau harus mengajar dari satu kampung ke kampung yang lain, dan orang-orang itu salah mengerti? Dan terutama, mengapa suatu hari Engkau harus dimahkotai duri? Mengapa Engkau harus dipecut sampai Engkau berdarah? Mengapa Engkau harus mati di atas kayu salib seperti itu? Tidak perlu! Lakukan sesuatu yang spektakuler, lakukan sesuatu yang Engkau sendiri inginkan yang paling penting tujuannya tercapai, yaitu semua orang percaya kepada-Mu. Kelihatannya sepele tetapi ini menghancurkan dan membuang suatu proses yang sebenarnya sedang ditonjolkan yaitu “aku” itu penting, “aku” tidak perlu melakukan semuanya ini, “aku” ini harus mendapatkan sesuatu hak istimewa, privilege. Tidak!

        Anak Allah tidak mengambil hak istimewa itu. Anak Allah tidak mengambil keuntungan untuk diri-Nya sendiri. Dia melakukan, Dia menjalani seluruh proses menggenapi kehendak Bapa. Dia tidak menganggap diri-Nya itu penting lebih penting daripada semua orang. Tidak! Ada satu orang yang memiliki satu perasaan seperti ini, persis seperti Yesus yaitu Daud. Suatu hari Daud harus lari dari musuh-musuhnya dan bersembunyi. Dia bersembunyi di depan tempat kota kelahirannya, Betlehem. Dia kemudian haus dan di hadapan beberapa jenderal, anak buahnya yang bersama-sama dengan dia, lalu kemudian dia berkata: “..kalau aku bisa dapat air dari sumur Betlehem itu aku puas.” Ini cerita yang indah sekali bagaimana seorang pemimpin yang sungguh-sungguh takut Tuhan dan satu anak buah yang sungguh-sungguh mendengarkan pemimpinnya. Satu daripada anak buahnya yaitu jenderalnya dengar, masuk dalam kupingnya, dan masuk dalam hatinya, mengenap-endap lari tanpa sepengetahuan Daud. Dia lari, mengusahakan supaya mendapatkan air, padahal kalau dia sampai ketahuan, mati. Lalu kemudian dia ambil satu cangkir saja, kemudian diberikan kepada Daud. Begitu Daud ambil, gemetar. “Ini apa?” “Ini air di Betlehem itu.” Langsung Daud buang air itu. “Tidak!” Daud berkata, “Masakan aku itu adalah orang yang lebih penting daripada seluruh nyawamu”. Saudara-saudara jangan menganggap diri itu lebih hebat dari orang lain, lebih penting dari orang lain. Kalaupun kita pemimpin, kalaupun kita adalah atasan, biar kita boleh menyadari Tuhan itu adalah di atas kita semua. Daud adalah satu orang yang tidak mau mencobai. Aku ini ordinary. Aku bukan extraordinary, aku biasa, aku bukan luar biasa. Yesus Kristus mau mengalami seluruh proses, kita yang tidak mau. Kita katakan, kalau aku anak Tuhan, aku harus sembuh cepat. Kalau aku anak Tuhan, aku harus kaya cepat. Kalau aku anak Tuhan, harus lancar. Siapakah kita? KIta hanya makhluk yang diciptakan dan dikasihani, dan semuanya dalam kedaulatan Allah. Jangan mencobai Tuhan Allahmu. Jangan mencobai Dia semasa kita hidup. Biar kita boleh taat, bersyukur, bersukacita akan seluruh rencana-Nya, dan biarlah namanya dipermuliakan.


  • Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (10)

    • Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 4:5-7, Mazmur 78:18-19, Lukas 11:16

      Pada pencobaan Yesus yang kedua, setan membawa Yesus ke bubungan Bait Suci dan meminta Yesus terjun dari atas. Setan mengingatkan Yesus akan Mazmur 91 yang mengatakan bahwa Malaikat akan diutus oleh Bapa di surga untuk menatang Yesus sehingga kaki-Nya tidak terantuk ke batu. Ini adalah pencobaan yang jauh lebih sulit daripada yang pertama. Kelihatannya setan memakai sesuatu yang baik, yang tidak berdosa, memakai sesuatu yang sungguh-sungguh agamawi, bahkan sesuatu yang merupakan inti dari gereja, yaitu Firman. Setan tidak memakai praise and worship untuk mencobai Yesus, setan tidak memakai segala ornamen di dalam gereja untuk mencobai Yesus. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Firman Tuhan itu penting sekali, pusat dari gereja adalah Firman Tuhan. Setan mengambil Firman dan menyodorkannya dengan tafsiran yang salah kepada Yesus Kristus. Perhatikan bagaimana Yesus keluar dari jebakan ini dan bagaimana Yesus melawan jebakan setan. Setan mengutip Firman, lalu Yesus Kristus mengatakan: “Ada pula tertulis janganlah engkau mencobai Tuhan Allahmu”. Yesus mengambil Firman dari kitab Ulangan 6:16. Perhatikan bahwa pencobaan kedua ini tidak bisa kita lawan kecuali kita mengenal dan mendalami Firman. Yang Yesus Kristus lakukan bukan melawan Firman di Mazmur dengan Firman di Ulangan 6. Yang Yesus lakukan adalah melawan tafsiran firman yang salah dari setan dengan tafsiran firman yang benar dari Yesus Kristus.

      Banyak orang Kristen terjebak di dalam pencobaan kedua ini. Jika kita tidak mengenal Firman, maka ketika seseorang mengatakan sesuatu yang ada di dalam Alkitab maka kita berpikir bahwa kita harus mentaatinya. Contoh yang sederhana, ada orang mengatakan bahwa ular adalah wujud dari setan, ini ada di kitab Kejadian. Ular yang mencobai Adam dan Hawa, maka ular itu setan. Dahulu ada suatu ajaran, yang mungkin menggelikan, tetapi banyak orang Kristen mempercayainya. Kalau ada lukisan ular, langsung dibakar. Demikian juga dengan patung ular harus dibuang, guci bergambar ular harus dipecahkan. Karena ular itu adalah lambang dari setan. Kelihatannya ini adalah sesuatu yang benar, ada di Alkitab tetapi jangan lupa bahwa Musa ketika di padang gurun dan orang-orang Israel sakit, Musa meninggikan tongkat ular, maka ular itu adalah lambang keselamatan. Kalau kita tidak mengerti yang satu, kita berpikir bahwa yang ini benar, tetapi kalau kita mengerti ada berbagai macam ayat di dalam Alkitab, maka kita akan menemukan paradoks, bukan anti-tesis, tetapi paradoks yang membuat kita berpikir secara lebih dalam sehingga pikiran kita mengkristal dan menemukan kebenarannya. Inilah sebabnya kalau kita melihat teologia reformed dari orang-orang reformed dan puritan maka kita akan mendapat berkat Tuhan yang luar biasa di dalam sejarah gereja. Ketika mereka berkotbah, satu kotbah mereka, di bawahnya begitu banyak ayat referensi. Sering sekali dalam bahasa yang aslinya. Ini membuat kita mendapatkan suatu pikiran yang luas, mengerti secara keseluruhan. Banyak hamba Tuhan tidak mau belajar baik-baik. Kalaupun mereka tidak mengerti bahasa asli, setidaknya mereka bisa membaca banyak commentary yang terpercaya dari para raksasa rohani yang menyatakan Firman, mengupas dalam bahasa aslinya dan memberi tafsiran, commentary yang begitu sehat. Tetapi mereka tidak mau akan hal itu, mereka membuang dari buku-buku yang baik yang Tuhan sudah berikan melalui sejarah gereja dan orang-orang yang Tuhan sudah urapi pada masanya.

      Paulus mengatakan kepada Timotius: “Timotius, apa yang aku perintahkan, aku ajarkan kepadamu saat ini, ajarkan kepada orang lain yang cakap untuk mengajar orang lain”. Maka Timotius harus mengingat kalimat Paulus, lalu kemudian diajarkan kepada seseorang yang cakap mengajarkan ke orang lain. Paulus sudah membuat patron bagaimana pengajaran yang benar itu terus sepanjang sejarah gereja. Dia sudah mempersiapkan Timotius untuk berbicara 3 level di bawah yaitu Paulus, Timotius, seorang yang cakap mengajar orang lain. Dengan begitu seluruh teologia gereja itu ada. Kita harus mengerti Firman. Kita harus mengerti Firman dengan tafsiran yang baik. Kita harus mengerti Firman dengan teologia yang sehat. Kita harus mengerti Firman untuk membawa kita semakin takluk kepada Tuhan, hidup dengan God-centred, not self-centred.

      Sekarang hamba Tuhan sudah tidak membahas dengan baik Firman, memiliki satu spirit untuk mendapatkan keuntungan dari jemaatnya. Itu semua sudah mendukakan hati Tuhan. Ketika saya mengatakan demikian, saya tidak mengatakan bahwa kita lebih baik atau kita satu-satunya gereja yang benar, sama sekali tidak. Tetapi bukankah kita harus menuju kepada yang Tuhan kehendaki? Gereja dipersiapkan sebagai mempelai wanita Kristus yang murni dan tidak bercacat cela sampai bertemu dengan Tuhan. Bukankah kita harus memiliki kemurnian di dalam hati? Pantaskah kita menggunakan Firman untuk mendapatkan uang? Bukankah kita memiliki satu kemurnian di dalam hati untuk mengharapkan Kristus? Pantaskah kita mengharapkan Dia untuk mendapatkan berkat? Arah hati kita harus benar. Seluruh gereja kita menuju ke sana. Tidak ada gereja yang sempurna, tetapi minimal arah dan tujuannya harus tepat.

      Yesus berkata di depan setan, kalimat ini diutarakan oleh Allah kepada kita untuk kita baca supaya kita tahu cara menghadapi setan. Perhatikan bagaimana cara untuk melawan setan. Kata Yesus: “Ada pula tertulis …”. Bila kita bertemu setan yang menggunakan ayat Alkitab, kalau kita tidak membaca ayat Alkitab, kita tidak mungkin bisa menghadapinya, bahkan kita terjebak dalam salah mentafsirkannya. Kita harus memiliki suatu tafsiran yang murni, yang benar dan yang sehat.

      Kata Yesus: “Ada pula tertulis jangan engkau mencobai Tuhan Allah”. Di dalam Alkitab ada beberapa kali kata “bagaimana manusia mencobai Tuhan.” Dalam Alkitab, mencobai Tuhan itu seperti apa:

      1. Mencobai Tuhan dengan membatasi Tuhan.
        Kita mencobai Tuhan dengan memberi batasan kepada Tuhan. Lihat Mazmur 78:18-19. Di sini kata mencobai Tuhan muncul. Ayat tersebut mempunyai konteks di mana Allah sudah berjanji kepada Israel bahwa Dia menyertai. Tetapi Israel selalu menjadi bangsa yang tegar tengkuk, mereka selalu bersungut-sungut. Ingin air. Ketika sudah diberi air, mereka meminta daging, terus seperti itu, tidak pernah puas. Mereka berteriak: “Apakah Tuhan beserta kita atau tidak? Apakah Tuhan sanggup menyediakan hidangan di padang gurun?” Teriakan itu adalah teriakan tuntutan. Sungutan itu adalah suatu bentuk tidak mengakui bahwa Allah sudah memberikan anugerah sebelumnya. Jangan kita bersungut-sungut, jikalau apa yang kita inginkan belum atau tidak terjadi. Kita boleh berdoa kepada Tuhan, kita boleh menyatakan isi hati dan keinginan kita kepada Tuhan, tetapi dengan ucapan syukur (seperti kata Paulus). Kalau kita bersungut-sungut, artinya kita tidak puas dengan hidup yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Apakah tidak ada berkat Tuhan yang besar dalam hidup kita? Kenapa terus marah? Kenapa terus bersungut-sungut? Kenapa terus mencobai Tuhan? Tuhan marah kepada Israel, mereka sudah ditolong, tetapi ketika mereka menginginkan sesuatu yang tidak ada, mereka bersungut-sungut. Ini adalah bentuk membatasi Allah. Dengan marahnya dan bersungut-sungutnya mereka, mereka mau menentukan waktu, cara, dan tempat Allah harus menyatakan kuasa-Nya. Kita tidak sadar akan hal ini.

        Ketika saya membaca, menyelidiki hal ini, sungut-sungut dan marah-marah adalah hal yang sepele dan biasa terjadi. Kenapa marah-marah atau sungut-sungut? Kenapa Israel berbuat seperti itu? Tidak puas dengan hidup. Tetapi itu bukan hanya tidak puas, itu adalah suatu teriakan untuk Tuhan: “sekarang dengar keinginanku, lakukan sekarang di tempat ini segera, dengan cara yang aku inginkan!” Tuhan pasti menuntun hidup kita, pasti memberi anugerah yang terbaik, Dia sudah memberikan Anak-Nya, apalagi yang lain. Tetapi tidak berarti kita boleh membatasi Tuhan, harus hari ini, di sini, dengan cara seperti ini Engkau memberkati aku. Dia adalah Allah yang bebas dan tidak terikat, Dia adalah Allah yang mengasihi kita di dalam kedaulatan-Nya. Kalau kita memaksa bahwa ini harus terjadi karena aku beriman, itu sebenarnya adalah suatu teriakan bahwa kita tidak beriman. Aku mengakui kuasa-Mu, lakukan sekarang! Dia berkuasa dan kalau Dia tidak mau melakukan sekarang, kita juga tidak dapat berbuat apa-apa. Jangan bersungut-sungut, jangan menuntut Allah untuk hal ini. Bersungut-sungut artinya tidak bersyukur, tidak mengakui anugerah yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Ada orang yang sudah bertahun-tahun dikeluarkan dari kesulitan yang besar, hidupnya sekarang terus bersungut-sungut. Saya tidak habis pikir. Dahulu Tuhan tolong, sekarang Tuhan pasti tolong, tetapi yang membuat Tuhan tidak menolong adalah sungut-sungut itu, karena kalau Tuhan menolong ketika kita bersungut-sungut, berarti Tuhan adalah budak kita. Jangan membatasi Allah. Dia berhak menolong kita sekarang, 10 tahun lagi, atau kapan saja. Dia berhak menolong kita dengan burung gagak, atau cara lain yang biasa. Tetapi yang paling penting adalah kita mau taat pada-Nya atau tidak. Alkitab mengatakan bahwa Israel mencobai Tuhan. Jangan sampai kita mencobai Tuhan dan membangkitkan kemarahan-Nya.

      2. Mencobai Tuhan dengan menuntut tanda.
        Lihat Lukas 11:16. Hati-hati ketika kita minta tanda, apa motivasi kita. Apakah kita sungguh-sungguh sedang berada di dalam suatu ketidakjelasan sehingga kita minta tanda atau karena kita sebenarnya tidak mau taat, kita tidak percaya, kita tidak mengenal Dia. Kalau kita terus minta tanda, sebenarnya kita tidak percaya kepada-Nya, kita tidak mengenal-Nya. Alkitab mengatakan: “mereka mencobai Yesus dengan meminta tanda”. Sebaliknya, Gideon meminta tanda, tetapi Allah tidak marah. Tidak setiap kali kita minta tanda Allah akan marah. Tetapi dalam hal Gideon, dia meminta tanda karena:

        – Dia mendapat tugas khusus dan dia tidak percaya dia diberi tugas khusus

        – Gideon merasa ragu-ragu ketika dia berjalan, apakah yang dipikirkannya benar. Ini adalah suatu ketulusan untuk mengetahui lebih lanjut akan pimpinan Tuhan. Tetapi sebenarnya banyak orang yang begitu jelas dan nyata, tetapi terus minta tanda, sebenarnya intinya adalah menunda ketaatan kepada Tuhan. Di sini Allah menyatakan suatu kemarahan. Yesus sudah melakukan tanda-tanda, Dia sudah mengajar dengan begitu jelas, tetapi orang Israel masih minta tanda. Yesus mengatakan: “Aku tidak akan memberimu tanda kecuali tanda nabi Yunus”. Tanda bahwa Anak Manusia akan mati, dikubur tiga hari dan akan bangkit sama seperti Yunus ada di perut ikan tiga hari. Dan tanda kedua dari nabi Yunus adalah Israel tidak akan percaya, tetapi bangsa-bangsa lain akan percaya kepada Yesus. Ini adalah tanda penghakiman kepada orang Israel.

      Masih ada 3 lagi prinsip mencobai Tuhan. Tetapi biarlah pada hari ini kita diingatkan supaya kita tidak membatasi cara kerja Allah. Juga jangan kita meminta tanda dengan didorong motivasi ketidakpercayaan. Biarlah kita hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.