• Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (14)

    • Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 4:8-11 & Lukas 4:13

      Salib merupakan satu hal yang setan mau hindarkan di dalam diri Yesus Kristus. Salib adalah sesuatu yang Yesus sendiri sebenarnya tidak inginkan karena salib artinya Allah Bapa menyingkirkan muka-Nya dan menimpakan seluruh murka-Nya kepada Allah Anak. Dia sendiri berdoa mengutarakan isi hati-Nya di dalam kesendiriannya bahwa kalau mungkin cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi jikalau tidak mungkin biar kehendak-Mu saja yang jadi. Tetapi adalah jelas, di dalam paktum salutis, di dalam covenant of redemption antara Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus di dalam kekekalan, maka tidak ada penebusan tanpa ada jalan salib, tidak ada pelayanan tanpa jalan salib, tidak ada kemuliaan yang bisa dibuat oleh manusia tanpa mengikuti jalan salib dari Yesus Kristus. Maka di sini di dalam pencobaan ketiga, Yesus mengajarkan kepada kita bagaimana kita bisa menyangkal diri. Dia menyangkal diri-Nya, Dia memikul salib-Nya, Dia mengatakan kepada setan enyah engkau setan, karena hanya kepada Allah saja engkau harus berbakti. Tidak ada kemuliaan bagi Allah kalau Anak Allah tidak dimuliakan. Allah oknum pertama dimuliakan jika dan hanya jika Allah oknum kedua dipermuliakan dan Allah oknum kedua dipermuliakan jika dan hanya jika harus melalui jalan salib. Ini sesuatu yang tidak terhindarkan, sesuatu tipuan dari setan jika kita menjadi pengikut Kristus tanpa jalan salib. Adalah isi hati Kristus sendiri untuk kita boleh mengabarkan injil dan melakukan misi di tengah-tengah dunia, tetapi, tanpa berita salib dan tanpa jalan salib itu adalah penipuan dan tidak ada dampaknya di dalam hidup manusia. Biarlah ini menjadi pelajaran bagi kita, biarlah kita boleh mendidik diri kita, tidak menipu diri, dan sungguh-sungguh kembali kepada Alkitab. Tanpa berita salib itu bukan kekristenan sama sekali. Kekristenan yang sejati adalah sangkal diri dan pikul salib.

      Salib adalah beban, kesulitan, jalan hidup, sesuatu penderitaan yang diberikan Allah, agar kita dibentuk menjadi serupa Kristus dan melaluinya nama Kristus dikenal. Salib adalah sesuatu hidup yang dikosongkan agar kehendak Kristus terjadi di dalam hidup kita dan melalui hidup kita. Ada 4 hal bagaimana sikap hati kita di dalam hal ini.

      1. Menyadari bahwa kita sangat lemah dan musuh sangat kuat untuk menyingkirkan kita dari jalan salib Tuhan.
        Lihat Lukas 22:31-34. Pada waktu perjamuan malam, Yesus mengatakan bahwa Dia akan diserahkan kepada pemimpin-pemimpin agama, Dia akan menerima jalan salib, Dia akan masuk di dalam penganiyaan yang luar biasa besar. Kemudian Petrus, yang adalah pemimpin dari seluruh murid, mengatakan walau semua murid pergi karena imannya tergoncang, maka ia tidak akan pergi. Petrus mengatakan dia berani mati dan mau masuk dalam penjara untuk Yesus. Oswald Chambers menyatakan Petrus jujur dan Petrus penuh dengan gagah berani tetapi dia naïf, dia bodoh. Kalau kita membaca seluruh dunia ini dari kacamata Alkitab, maka Tuhan sebenarnya memberikan kepada kita satu rahasia yaitu kita adalah makhluk yang sangat lemah dan setan adalah makhluk yang sangat kuat. Petrus adalah murid yang dipanggil sendiri oleh Yesus Kristus. Petrus melihat Yesus menyembuhkan, berjalan di atas air, Petrus sendiri bahkan berjalan di atas air, bukankah dia sendiri yang melihat bagaimana seorang anak dibangkitkan, dia sendiri dari tiga murid yang melihat transfigurasi Tuhan Yesus Kristus, tetapi seluruhnya itu menjadi seakan-akan tidak berguna sekarang, sekarang tidak kuat begitu dilawan oleh setan. Seharusnya bukankah dia berjalan mengikut Yesus di mana dia itu berada. Yesus sendiri menyatakan di mana aku berada maka pelayanku itu harus berada tetapi ketika dia mau menjalani jalan salib itu, jalan mengikut Yesus Kristus maka ketika dia sudah sampai titik tertentu, dia tidak kuat.

        Tetapi ada satu anugerah Tuhan yang Tuhan beritakan kepada kita di sini, yaitu Tuhan mengatakan “Aku sudah berdoa supaya imanmu tidak gugur” Hati saya hancur dan dalam doa saya, saya bicara kepada Tuhan, “Tuhan aku ingin mengenal Engkau tetapi terlebih lagi kenallah aku, ingatlah aku, berdoalah untuk aku Tuhan”. Janganlah kita sombong, kita ada sekarang itu hanya karena anugerah Tuhan. Kita harus terus menerus menyadari satu hal bahwa kita itu tidak mampu, orang yang tidak mampu adalah orang yang terus mencari wajah Tuhan minta belas kasihan Tuhan. Kalau kita menyadari betapa miskinnya jiwa kita dan begitu kuatnya musuh, maka kita terus menerus meratap karena salib itu harus kita pikul setiap hari, Tuhan tolong daku, Tuhan beri anugerah-Mu, ingat aku di dalam doa-Mu. Saya melihat sesuatu keindahan, karena pada hari ini Yesus itu duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Dia tidak sedang bersantai, Dia melakukan doa syafaat terus menerus. Ada 2 pribadi Allah yang berdoa syafaat bagi kita yaitu pertama adalah pribadi Allah oknum kedua yang menjadi perantara dan pendoa syafaat terus menerus dan yang kedua adalah Roh Kudus yang di dalam diri kita yang berdoa dengan kalimat-kalimat yang kita sendiri mungkin tidak mengertinya untuk dia itu berbicara meminta kekuatan di dalam hidup kita.

      2. Belajar memiliki satu arah hati hanya kepada Tuhan saja.
        Tidak kompromi dan memiliki kesetiaan (Fidelity). Fide atau faith itu artinya satu arah hati tidak bercabang. Orang yang mendua hatinya tidak akan mendapatkan apapun saja dari Tuhan, bahkan ia tidak akan mendapatkan pengertian sedikitpun berkenaan dengan kehendak Allah di dalam hidupnya. Prinsip untuk mengerti kehendak Tuhan adalah tidak boleh mendua hati, harus meletakkan seluruh hidup, seluruh hatimu untuk mau tahu kehendak Tuhan. Sama halnya dengan memikul salib kita setiap hari berarti belajar memiliki satu arah hati hanya kepada Tuhan saja.

        Di dalam tiga peristiwa setan mencobai Yesus Kristus, saudara bisa melihat prinsip-prinsipnya. Pencobaan pertama maka setan mengatakan ubah batu menjadi roti, Yesus tidak mau. Itu artinya Dia mau terus menerus bergantung kepada Firman, bukan bergantung kepada dunia. Pencobaan kedua maka Dia dibawa ke bumbungan bait suci, loncatkan dirimu, tetapi Yesus mengatakan tidak. Ini adalah bicara berkenaan dengan ketaatan, jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu. Orang yang taat, orang yang tidak mencobai Tuhan. Orang yang mencobai Tuhan orang yang memberontak kepada Tuhan, bersungut-sungut seperti Israel dipadang gurun. Pencobaan ketiga, setan mengatakan, “aku akan berikan seluruhnya”, tetapi Yesus mengatakan, “Enyahlah engkau! Hanya kepada Tuhan saja engkau harus berbakti” ini berarti setia hanya kepada Dia.

        Perhatikan baik-baik, point kedua ini yaitu kita harus memiliki satu arah hati, setia kepada Tuhan dan tidak berkompromi. Setelah Yesus dicobai yang ketiga, setan mundur untuk menunggu waktu yang tepat yaitu ketika Yesus Kristus mau pergi ke Yerusalem dan Yesus mengatakan kepada seluruh murid-Nya, “Anak manusia akan disesah sebentar lagi, akan mengalami jalan aniaya”. Lalu Petrus membawa Yesus ke samping mengatakan hal itu tidak mungkin terjadi pada Yesus. Lalu Yesus mengatakan kalimat yang sama persis seperti pencobaan yang ketiga, “Enyah engkau setan!” Perhatikan baik-baik mengapa satu arah hati, adalah karena di dalam menjalani salib ada kesulitan yang lain yaitu orang yang paling dekat dengan kita. Yesus Kristus sendiri pernah menyatakan ayat-ayat ini, lihat Matius 10: 34-38, Matius 16:23. Perhatikan, selama 3,5 tahun Yesus Kristus hidup bersama Petrus, mengajarkan seluruh jalan-Nya kepada Petrus, Dia menyatakan isi hatinya kepada seluruh murid-Nya dan di antara 12 murid itu yang menjadi soko guru jemaat dan 12 murid yang menjadi pilar seluruh bangunan gereja sampai di dalam kekekalan sampai bumi ini berhenti berputar, dan dari 12 murid itu yang paling atas adalah Petrus. Yang paling atas, yang paling dekat dengan Kristus, yang paling dipakai oleh setan. Betapa sakitnya hati Yesus Kristus, betapa Dia merasa satu kesendirian, orang yang paling dekat dengan Dia pun tidak bisa mengerti-Nya. Kalau saudara sudah bicara berkenaan dengan salib, saudara perhatikan dengan baik-baik orang yang paling dekat dengan kitapun tak akan mengerti. Ini adalah sesuatu keterpecahan yang luar biasa, tetapi Yesus menawarkan damai sejahtera. Damai sejahtera dan kesukacitaan yang Tuhan tawarkan berbeda dengan yang dunia tawarkan.

        Aplikasi dari prinsip ini adalah, suami jangan menjadi penghalang isteri, isteri jangan menjadi penghalang suami, anak-anak jangan menjadi penghalang orang tua, dan orang tua jangan menjadi penghalang anak-anak mereka, ingat kita masing-masing secara pribadi eksistensial kita dibeli oleh Kristus. Seluruh keluarga kita itu bukan milik kita. Mereka adalah milik Kristus yang saat ini untuk sementara dititipkan kepada kita.

        Sudah terlalu banyak kita mendukakan hati Tuhan, sudah berapa banyak isteri yang berusaha untuk terus menarik suaminya untuk tidak hidup bagi Tuhan. Berapa banyak suami yang terus tarik isterinya untuk tidak hidup bagi Tuhan. Saudara nanti akan berurusan dengan Tuhan sendiri, jangan engkau berpikir sudah menikahi seseorang, itu menjadi milikmu, tidak! Sebaliknya kalau saudara menyerahkan seluruh keluarga didedikasikan hidup bagi Kristus, keluarga saudara akan mengalami sukacita yang luar biasa besarnya.

        Di dalam hal ini, perhatikan bagaimana Yesus Kristus menjawab Petrus, tidak ada diskusi, “enyah engkau Setan! Ini adalah satu titik krusial, yang saudara harus mengerti kapan Yesus Kristus itu tidak lagi ada diskusi. Sampai di titik ini, persis seperti ketika Yesus Kristus bicara kepada Pontius Pilatus: “Aku datang, kerajaan-Ku bukan dari dunia ini, Aku datang menyatakan kebenaran”. Lalu Pontius Pilatus mengatakan: Apakah itu kebenaran? Sampai di situ, kalau dia sudah tidak mengakui adanya satu kebenaran yang bisa ditemukan di dunia ini, Yesus langsung diam. Banyak orang tidak tahu bagaimana bersikap. Saudara boleh debat apapun saja kalo sudah sampai orang itu mengatakan: Apa itu kebenaran? Saudara tidak usah debat lagi, Yesus pun tidak debat. Apakah engkau berpikir dengan berdebat bisa memenangkan jiwanya? Tidak perlu bicara lagi, lihat kapan Anak Allah itu diam.

        Tetapi ketika Yesus menjawab Petrus berbicara tidak seperti itu, “enyah! Tidak ada diskusi lagi. Maka kita harus mendidik diri kita, ini tidak mudah. Alkitab mengatakan, jangan berdiskusi kalau urusan dengan panggilan bahkan dengan isteri atau suami mu. Ini adalah sesuatu panggilan Allah di dalam hidup kita, saya harus taat. Itulah sebabnya banyak orang dipanggil oleh Tuhan untuk menjalani jalan salib, mengikut Tuhan menjadi hamba Tuhan, lepaskan semuanya. Yesus Kristus mengatakan, “seorang yang mau membajak lalu kemudian berpaling kebelakang, dia tidak layak bagi-Ku”.

        Hal-hal ini keras sekali. Yesus begitu sabar, murah hati, tekun mendidik tetapi kalau sudah berbicara mengenai salib, Dia diam, enyahlah engkau. Tidak perlu berdiskusi, karena makin berdiskusi hati kita makin lemah, makin diskusi kita sendiri makin sakit.

        Di dalam satu ayat Alkitab di Perjanjian Lama, ada satu tafsiran yang pernah dikotbahkan oleh seorang mengenai Abraham. Ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan anaknya di gunung, ia mentaatinya. Tidak ada di dalam bagian ini bicara mengenai Sara. Jika Abraham mendiskusikan terlebih dahulu salibnya dengan istrinya, Sara, mengenai persembahan anaknya itu, maka hari ini tidak ada Abraham bapa orang beriman. Ada hal-hal yang tidak perlu bicara kepada isteri, ada hal-hal yang tidak perlu bicarakan dengan isteri. Kalau itu dosa yah bicara, kalau itu salib, saudara lawan. Salib saudara harus jalani sendiri, itu sulit tetapi itu yang Tuhan nyatakan. Yesus Kristus mengajarkan satu arah hati, karena begitu mendua, kita akan mengalami kesulitan untuk memikul salib.

      3. Lembut hati.
        Marilah kita belajar rela pikul salib. Hanya ada dua benda yang di dalam Alkitab yang Yesus katakan kepada kita untuk kita pikul. Pertama, pikullah kuk yang kupasang, kuk itu lambang kerja keras. Kedua pikullah salibmu, itu adalah lambang kematian. Pikul kuk dan pikul salib. Jikalau kita tidak rela maka bebannya besar luar biasa, tetapi Yesus mengajarkan kepada kita dua-duanya itu menjadi sesuatu yang ringan. “Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah dari pada-Ku beban itu ringan”, Tidak ada kuk yang ringan. Tidak ada salib yang menyenangkan. Tetapi keduanya bisa ringan dan membahagiakan jikalau hati kita rela dan kerelaan itu dari kelembutan hati.

        Joni Eareckson Tada, adalah seorang tunadaksa (quadriplegic). Suatu hari ia melompat masuk ke dalam air, kepalanya terantuk batu di dasar air yang ternyata dangkal. Seketika itu juga seluruh tubuhnya mati rasa. Ia mederita kerusakan permanen pada tulang belakangnya. Beberapa kali Joni menghadiri kebaktian penyembuhan, tetapi ketika pulang dari kebaktian itu ia tetap di menggunakan kursi roda. Orang-orang mengatakan orang ini tidak beriman, karena ia tidak disembuhkan oleh Tuhan. Tetapi Joni Eareckson Tada sekarang dipakai oleh Tuhan keliling di mana-mana untuk menyatakan bahwa orang-orang cacat itu disayangi oleh Tuhan, dia dipakai oleh Tuhan di dalam penderitaan. Di dalam bukunya, Joni membicarakan berkenaan tentang kelembutan hati untuk rela memikul salib. Dia mengatakan bahwa gambaran lembut hati yang dipakai oleh Alkitab aslinya adalah tentara Romawi atau Yunani pada waktu itu yang berusaha untuk menaklukkan seekor kuda di hutan, untuk dipakai menjadi alat kerajaannya, semakin kuda itu liar, semakin punya kekuatan yang besar nanti di dalam pertarungan. Sebelum dipakai oleh tuannya di dalam pertarungan yang besar, maka tuannya harus bisa menaklukkan kuda itu dan kuda itu takluk, itu lembut hati. Sepanjang kuda itu tidak mau taat, sepanjang itu pula dia tidak bisa dipakai oleh tuannya. Tetapi kalau kuda itu mau takluk, mau menerima pimpinannya, agar kemudian dikeluarkan dari hutan, dilatih, dan dibentuk, kuda itu akan menjadi kuda perang yang akan memenangkan pertandingan. Kiranya kita berdoa minta agar Tuhan memberikan kelembutan hati sehingga kita rela.

        Alkitab menyatakan rahasia rohani bagaimana kelembutan hati itu muncul.

        a. Melihat Kristus menanggung salib lebih daripada kita. Lihat Ibrani 12:1-4. Jadi kelembutan dan kerelaan muncul karena mata yang melihat kepada Kristus yang memimpin kita dalam iman, membawa iman itu kepada kesempurnaan yang dengan mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib. Jangan melihat orang lain. Bagi kita yang memikul salib, biarlah kita boleh belajar mengenal Kristus, baca Firman dan minta anugerah Tuhan untuk kita boleh memandang Kristus secara mata rohani, itu membuat kita lembut hati.

        b. Karena Allah itu setia kepada kita. Ada satu kalimat dalam Mazmur bahwa orang-orang yang sudah lanjut usianya pun akan menyatakan bahwa Dia, Allah yang setia dan tidak ada kecurangan dari pada-Nya. Maka kesetiaan Allah itu membuat kita rela. Allah itu setia, Allah tidak pernah hutang. Setan tidak pernah dagang rugi, Allah itu tidak pernah hutang. Kalau engkau sekarang ada sulit, ada air mata, jalani dengan rela, engkau akan lihat, akan adanya kemuliaan dan Dia akan memberikan berkat demi berkat didalam salib yang kita tanggung.

        c. Dengan mengingat bahwa Dia mengerjakan segala sesuatu untuk kebaikan kita (Roma 8:28). Ini menjadi suatu ayat penghiburan bagi kita sejatuh apapun kita dalam dosa. Kalau saudara kemudian bertobat, saudara baca ayat ini. Perhatikan baik-baik, salib itu adalah cara Allah membentuk hidup kita untuk kita hidup serupa dengan Kristus. Banyak orang menjadi Kristen, bahkan aktif di gereja tetapi tidak mau menjadi orang Kristen yang sejati dan orang Kristen yang sejati adalah orang yang berani pikul salib. Orang pikul salib itu adalah orang yang dibentuk rela untuk menjadi serupa Kristus. Tujuan Allah kepada kita, Dia membenarkan kita. Tujuan Allah menebus kita bukan membawa kita pergi ke surga saja, tujuan Allah membentuk hidup kita, menebus hidup kita, membeli hidup kita adalah untuk kita serupa dengan Kristus didunia ini.

        Biar kita boleh mengerti, kelembutan itu muncul karena tiga hal, pertama melihat Yesus Kristus yang tekun memikul salib, kedua ingat bahwa Allah itu setia adanya, ketiga bahwa apa yang Dia berikan kepada kita adalah untuk kebaikan kita.

      4. Dari kerelaan itu akan muncul sukacita karena melihat kemuliaan dari salib.
        Sukacita ini tak akan muncul sebelum kita rela, tetapi begitu rela maka akan ada sukacita yang besar, karena melihat kemuliaan salib. Salib itu bukan lagi menjadi tanggungan berat saja, salib itu menjadi privilege, hak istimewa. Orang Kristen yang benar adalah orang Kristen yang menjalani jalan salib dengan senyum dan memuji Tuhan. Ini rahasia yang besar sekali. Lihat Kolose 1:24, “aku bersukacita karena aku menderita”, ini bukan orang Asketisme yang suka menoreh-noreh, membuat derita pada tubuh, lalu kemudian mengasihani diri. Sekarang saudara-saudara, “aku boleh menggenapkan apa yang dalam dagingku, apa yang kurang pada penderitaan Kristus”. Perhatikan baik-baik, penderitaan Kristus secara substansi, secara kualitas tidak kurang, penderitaan Kristus secara hakekat, ontological itu cukup untuk meredakan murka Allah, itu cukup untuk menebus kita dari dosa. Yang kurang adalah penderitaan Kristus itu kurang dikenal bagi seluruh dunia. Dia mati di Yerusalem, 2000 tahun yang lalu, bagaimana mungkin Dia dikenal sampai saat ini di seluruh dunia? Perhatikan baik-baik, Injil itu berjalan ke seluruh dunia dari jaman ke jaman dengan cara seperti ini, orang-orang itu pergi memikul salib dan kemudian memberitakan Firman dan hidup sesungguhnya bagi Allah, di dalam sakit penyakit, kesulitan, aniaya mereka memuji Tuhan, sampai kemudian seluruh mata orang-orang di sekitarnya bertanya kepada mereka, siapa yang engkau percaya ini? Kenapa engkau mau mati bagi Dia? Berapakah mulianya orang seperti ini? Siapa Dia sehingga seluruh hidupmu itu memiliki kekuatan untuk bersukacita memuji Allah, ketika engkau menderita? Aku mau tahu siapa Dia! Dan dengan itulah seluruh Injil itu pergi ke seluruh dunia, dan genapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus.

        Perhatikan baik-baik, salib adalah metode Allah di dalam meluaskan kerajaan-Nya di bumi ini. Itu adalah privilege. Jikalau kita berada dalam kesulitan, asal itu bukan karena dosa, tetapi kesulitan yang Tuhan ijinkan dan kemudian kita rela taat dan minta kekuatan setiap hari, mengubah kesulitan itu akhirnya menjadi puji-pujian bagi nama-Nya, orang akan melihat saudara dan orang akan bertanya apa yang menjadi kekuatanmu? Siapakah Dia sehingga engkau itu mau menyerahkan seluruh hidup, masa depan dan segala yang engkau miiki bagi Dia? Apakah Dia itu sungguh-sungguh mulia? Orang akan tergerak di dalam hatinya. Paulus mengatakan sekarang aku boleh bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Belajarlah bersyukur ketika berada dalam kesulitan hidup, belajarlah berterima kasih ketika kita berada di dalam air mata. Bersyukur kepada Tuhan untuk semuanya bahkan karena Tuhan sedang membentuk kita dengan salib yang diletakkan untuk nama-Nya dipermuliakan. Itulah sukacita dipakai oleh Tuhan, dipakai untuk kemuliaan Tuhan, untuk kehendak-Nya jadi dan nama-Nya dipermuliakan. Kiranya Tuhan memimpin hidup kita, kiranya Tuhan boleh memberikan semakin dalam pengertian salib, dan kerelaan kita untuk memikul salib-Nya.


  • Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (13)

    • Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Matius 4:8-10 & Lukas 9:22-23

      Kita sudah beberapa kali bicara berkenaan dengan temptation of Jesus Christ. Perhatikan, dari pencobaan pertama, kedua dan ketiga, setan menembus jantung dari pada Anak Allah. Ini adalah peperangan rohani yang besar sekali. Setan berusaha untuk menaklukkan Kristus di dalam hal ini. Setan menawarkan satu kemuliaan bagi Kristus Yesus tanpa salib. Bukankah itu satu pencobaan real bagi kita semua? Jikalau kita sudah lahir baru, kita makin bertumbuh secara rohani, ada satu keinginan di dalam hati kita yang tidak terkatakan, dan keinginan itu makin lama makin kuat, yaitu kita ingin hidup kita yang cuma satu kali itu mempermuliakan Bapa di Sorga. What is the chief end of man? To glorify God. Tetapi di dalam seluruh hidup kita, apa yang kita itu ingin hindari? Satu hal, yaitu salib. Lihatlah betapa setan berhasil menjebak kita semua di dalam temptation ketiga ini. Kita tertipu dengan satu pikiran bahwa kita sedang memuliakan Tuhan dan kita dapat memuliakan Tuhan tanpa salib. Jawabannya adalah tidak pernah. Alkitab menyatakan: “Bapa dipermuliakan jika dan hanya jika Anak dipermuliakan”. Anak dipermuliakan jika dan hanya jika Dia menjalani jalan salib. Hal ini juga menjadi dasar daripada seluruh kehidupan kita untuk mempermuliakan Bapa di Sorga. Kita akan mempermuliakan Bapa di Sorga jika dan hanya jika kita menjalani jalan salib.

      Dalam Yohanes 12:20-36, saudara akan menemukan: relasi antara kemuliaan Kristus dengan mati di atas kayu salib, dan kemudian relasi antara kemuliaan Kristus dengan kemuliaan Bapa di Sorga, dan kemudian ini juga menjelaskan bagaimana seharusnya kita hidup mengikut Kristus untuk mempermuliakan Bapa di Sorga.

      1. Lihat apa relasi antara kemuliaan Kristus dengan mati di atas kayu salib. Perhatikan ayat 23, begitu Dia bicara Anak Manusia dimuliakan, Dia langsung menggabungkannya dengan kematian. Ayat 24-25, ketika Anak Manusia menyatakan bahwa telah tiba saatnya Anak Manusia itu dimuliakan, Dia memberikan satu definisi, Kemuliaan Anak Manusia adalah ketika Dia menanggung apa yang menjadi kehendak Allah bagi Dia, yaitu salib. Perhatikan ayat 27, 32-33. Ini pasal yang penting sekali, satu ayat kunci, menggabungkan antara kemuliaan Anak Allah, kemuliaan Anak Manusia, yaitu Yesus Kristus dengan salib.
      2. Apa relasi kemuliaan Kristus dengan kemuliaan Bapa? Dia menyatakannya di ayat 28. Ayat ini berbicara mengenai bahwa telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Perhatikan, Bapa dipermuliakan, jika dan hanya jika Anak Manusia dipermuliakan dan Anak Manusia itu dipermuliakan, jika dan hanya jika Dia menjalani jalan salib.
      3. Dan kemudian apa yang Tuhan inginkan bagi kita semua. Perhatikan ayat 26. Banyak orang melayani karena ada waktu sisa untuk dia melayani. Banyak orang memberi karena dari kelimpahannya dia memberi. Tidak ada satu perasaaan korban atau sakit di dalamnya. Satu hal yang saya paling takuti di dalam hidup saya adalah saya itu melayani, tetapi Tuhan menyatakan engkau tidak melayani Aku, engkau melayani dirimu sendiri. Menakutkan! Aku melayani tanpa salib. Aku melayani tanpa kehendak Allah di dalam hidupku. Alkitab dengan jelas menyatakan untuk the glory of God, untuk memuliakan Bapa di Sorga, maka ada the glory of Son, Anak Manusia itu akan dimuliakan, tetapi harus dengan salib. Ini bukan satu berita yang menyenangkan, tetapi ini adalah sesuatu kebenaran. Apakah kita mencintai suffering? Jawabannya adalah tidak. Tetapi ini adalah Firman Allah yang harus dinyatakan.

      Yesus mengatakan, “Kalau engkau mau menjadi murid-Ku, engkau harus menyangkal dirimu, memikul salibmu setiap hari.” Jelas bahwa Bapa di Sorga akan dipermuliakan jika dan hanya jika Anak dipermuliakan dan Anak dipermuliakan jika dan hanya jika harus melalui salib. Yesus Kristus mengatakan salib itu bukan sesuatu yang Dia pikul sendiri. Dia mau untuk seluruh pengikutnya mengikut Dia. Kehidupan Kristen itu adalah kehidupan yang memikul salib setiap hari, mungkin penuh dengan air mata tetapi ada kekuatan dan anugerah dan sukacita dari Tuhan sampai mati, dan itu adalah kemenangan. Salib Kristus adalah tempat di mana Kristus mati menggenapi kehendak Bapa yang melaluinya kita dilepaskan dari tuntutan kematian karena murka Allah, yang melaluinya kita mendapatkan hidup yang baru dan hidup yang baru itu adalah hidup yang dibenarkan dan hidup yang terjadinya proses pengudusan sampai kita bertemu dengan Tuhan. Kita mengerti, kita bisa mendefinisikan salib Kristus. Dan Kristus menyatakan dengan salib yang Dia tanggung, maka kita dibebaskan dari neraka, tetapi Alkitab juga menyatakan dengan salib yang Kristus tanggung, kita bukan saja dibebaskan dari neraka tetapi itu juga berarti kita diminta memikul salib kita setiap hari.

      Lalu kemudian bagaimana kita bisa mendifinisikan salib kita? Apa bentuknya? Ini adalah satu kata yang seakan-akan kita mengerti tetapi begitu kita pikirkan, kita makin lama makin memikirkan kata ini begitu luas dan sulit untuk didefinisikan. Sama seperti mendefinisikan kasih. Orang mengkaitkan kasih dengan feeling atau afeksi yang dalam tetapi tetap tidak bisa mendefinisikannya. Sampai saya menemukan karena God is love. Kalau saya mau mendefinisikan kasih, maka itu artinya saya bisa menjabarkan dan mendefinisikan Tuhan itu siapa. 1 Korintus 13 berbicara mengenai kasih itu panjang sabar, kasih itu tidak mencari keuntungan lalu kemudian di bawahnya dan kasih itu tetap untuk selama-lamanya. Kasih itu tidak berkesudahan. Itu berarti menyangkut eternity. Itu menyangkut karakter. Itu bukan hanya feeling. Itu menyangkut kebenaran, kesucian, semuanya. Kalau engkau mau tahu kasih, engkau tidak bisa mendefinisikannya, tetapi engkau bisa mengenal Kasih, maka lihatlah Yesus Kristus. God is love. Ketika Yesus mengajar, itu kasih. Ketika Dia menyembuhkan, itu kasih. Ketika Dia itu menyerang dosa, itu kasih. Ketika Dia menghardik orang Farisi, ahli taurat dengan kalimat yang begitu tajam, itu kasih. Kita selalu salah, kalau ada orang memberikan senyumannya, itu kasih. Kalau menghardik tajam, bahkan mengatakan engkau munafik, itu bukan kasih. Kristus adalah penjelmaan dari kasih Allah. Dia adalah pribadi kasih yang pergi kemana-mana.

      Sekarang balik lagi kepada salib. Kita bisa mendefinisikan salib Kristus tetapi apakah salib kita? Ini adalah sesuatu yang sulit untuk didefinisikan, tapi ini adalah sesuatu kehidupan yang harus kita jalani. Saya akan memberikan beberapa pendekatan.

      1. Salib kita itu bukan karena dosa.
        Segala penderitaan, ketidaknyamanan, sesuatu hal karena dosa atau akibat pilihan hidup yang bodoh, itu bukan salib. Saya harus mengatakan hal ini karena banyak orang mengatakan hal-hal yang salah mengenai salib. Ada orang itu berani mengatakan suamiku itu salibku. Itu adalah karena saudara salah menikah. Kehidupan yang kita derita karena dosa, karena akibat pilihan hidup yang bodoh, bukan salib. Jikalau Saudara tidak mendidik anak, tidak mengajarkan anak menjadi orang yang bertanggung jawab, jujur, dan tidak mengajarkan anak dengan sungguh-sungguh sepenuh hati untuk takut kepada Tuhan meskipun kita tidak tahu hasil akhirnya seperti apa karena itu adalah kedaulatan Allah. Jikalau Saudara tidak mengeluarkan air mata untuk itu, tidak mau untuk ambil waktu untuk itu, menjadikan anak itu kemudian bukan saja rebel kepada saudara, tetapi juga kepada kebenaran, maka anak itu menjadi orang yang hidup seenak-enaknya, susah sedikit langsung menangis, tidak mau kerja keras, tidak mau berjuang, tidak mau bersungguh-sungguh bagi hidupnya, dan kemudian menjadi beban seumur hidup di masa tua saudara. Saudara jangan mengatakan itu salib! Itu adalah kebodohan, dan dosa kita sendiri. Banyak orang melakukan free sex lalu kemudian ada AIDS, hamil di luar nikah, lalu kemudian mengatakan: ‘Anak ini salib yang Tuhan itu berikan.’ Tidak ada! Jangan merohanikan sesuatu yang dosa! Itu adalah kebodohan mereka sendiri. Tetapi adalah benar jikalau kita yang sudah jatuh di dalam kesalahan dan dosa seperti ini, kemudian kita bertobat, kita kembali ke jalan Tuhan, maka uniknya, Alkitab dengan jelas menyatakan itu ada sebuah rest yang engkau akan dapatkan di dalam jiwamu dan all things work together, segala sesuatu bekerja bersama-sama dengan kemudian engkau rela jalani dan engkau akan melihat bahwa kesulitan itu, penderitaan yang tadinya adalah karena dosa; Tuhan bisa ubah untuk menjadikan salib yang Dia berikan kepada kita menjadi kemuliaan bagi nama-Nya. Itu adalah miracle yang besar dari Tuhan. Orang-orang di dalam Kristus tetap akan diberikan anugerah jikalau kita kembali kepada Tuhan. Apapun saja kesalahan saudara dan dosa yang harus ditanggung, akibatnya harus ditanggung. Asal sungguh-sungguh kita bertobat, dan kemudian kita rela menjalani seluruh jalan yang memang karena kesalahan kita, di dalam anugerah yang besar, yang tidak terkatakan, Dia sanggup memutarnya dan akibat dosa menjadi kemuliaan bagi nama Dia.
      2. Salib juga tidak bisa kita lihat dari fenomenanya.
        Seseorang hidupnya miskin bukan karena dia menjalani salib. Apakah harus miskin baru namanya salib, seperti Abraham? Belum tentu. Apa yang terjadi pada Abraham tidak terjadi pada Ayub. Apakah harus ada kematian baru namanya salib? Tidak tentu. Ayub menjalaninya tetapi yang lain tidak. Apakah harus ada turun jabatan baru itu namanya salib? Belum tentu. Mungkin juga bisa naik jabatan tetapi pikul salib di dalamnya. Turun jabatan itu salib siapa? Nehemia. Apakah harus ditolak seperti Yesaya baru namanya salib? Memang kita akan ditolak oleh orang dunia tetapi tidak berarti orang yang memikul salib itu pasti tidak dikenal oleh orang lain dan tidak dihargai oleh orang lain. Apakah harus melayani musuh baru itu adalah pikul salib di dalam pelayanan seperti Yunus. Jawabannya dalah tidak. Apakah itu harus diberikan direct oleh Tuhan seperti Abraham itu: “Engkau keluar dari Ur-Kasdim.” Itu kalimat dari Tuhan. Jawabannya adalah tidak. Ayub mendapatkan salib yang dari Tuhan, kehendak Tuhan terjadi dari second cause of provident. Ada orang jahat yang akhirnya membunuh anak-anaknya. Ada orang lain dan tidak ada kalimat Tuhan di situ. Ketika melihat salib, sebenarnya melihat secara keseluruhan kehidupan manusia. Hidup memikul salib adalah hidup yang selalu disatukan di dalam Kristus.

      Hidup memikul salib adalah hidup yang merupakan panggilan kita. Jikalau saya boleh memberikan beberapa hal, maka ketika bicara mengenai salib; maka hal yang pertama itu adalah adanya beban, penderitaan, kesulitan, adanya jalan hidup. Yang kedua, bukan saja jalan hidup beban, kesulitan, penderitaan tetapi diberikan oleh Allah baik secara langsung maupun menggunakan second causes. Hal yang ketiga adalah agar kita dibentuk serupa dengan Kristus. Dan yang keempat adalah: dan melaluinya nama Kristus itu dikenal. Keempat hal ini jika digabungkan menjadi satu menjadi hidup yang dikosongkan agar seluruh kehendak Allah jadi di dalam dan melalui hidup kita untuk menggenapi nama-Nya, untuk nama-Nya dipermuliakan.

      Banyak orang menginginkan melalui hidupnya nama Tuhan dipermuliakan tetapi tidak masuk proses di dalam hidupnya. Ketika seseorang disatukan di dalam Kristus, union with Christ, dua hal ini terjadi, pertama adalah pembenaran (justification). Justification, didapat dari event pada masa lampau yaitu Christ died for us, Kristus mati bagi kita. Kita dilepaskan dari kematian kekal. Itu adalah pembenaran (justification). Tetapi aspek kedua, pengudusan (sanctification) kalau saudara-saudara mau mendefinisikannya berdasarkan salib adalah satu jalan hidup sekarang, setiap hari di dalam diri kita untuk kita mati setiap hari. Bagi orang Kristen, salib itu bukan hanya sesuatu tempat subtitusi pada masa yang lalu tetapi satu tempat eksekusi setiap hari, daily execution. Eksekusi terhadap diri kita, menjatuhkan kematian kepada diri kita. Mati terhadap kesombongan diri, mati terhadap rancangan-rancangan masa depan yang kita sendiri create bagi diri kita, mati untuk hidup yang berpusatkan pada diri. Salib akan membentuk hidup kita. Dan ketika itu ada, ketika bentukan itu ada di dalam, maka kemudian kita baru bisa menyatakan kemuliaan Allah di luar. Oswald Chambers menyatakan: Sebenarnya seluruh pengalaman hidup kita dirancang untuk menyanggupkan kita memasuki hubungan terakrab, kesatuan dengan Yesus Kristus dan kesatuan yang terakrab dengan Yesus Kristus adalah jikalau kita rela memikul salib yang disediakan bagi kita. Sekali lagi, ini bukan hal yang mudah. Tetapi tidak ada jalan lain, Alkitab tidak memberikan jalan yang lain. Alkitab tidak memberikan kemungkinan yang lain untuk hidup kita mulia kecuali melalui jalan salib dan tidak mungkin ada jalan yang lain untuk hidup kita mempermuliakan Bapa di Surga tanpa jalan salib.

      Satu hal yang hilang di dalam kekristenan adalah berita tentang salib. Dan karena berita tentang salib itu sudah digeser dari mimbar gereja, maka banyak jemaat yang begitu sangat tulus, mereka tidak mengerti dan tidak mengenal apa itu salib yang Tuhan nyatakan di dalam hidup kita sehari-hari untuk kita tanggung setiap hari. Menjadikan kekristenan itu kelihatan sekali Kristen tetapi sebenarnya itu tidak pernah mempengaruhi dunia. Kelihatan besar tetapi sebenarnya intinya itu hilang. Ketika kebesaran itu meletus, itu seperti balon yang di tengah-tengahnya kosong. Dan itu yang sudah mencemari dunia ini, mencemari gereja ini, mencemari gereja di seluruh dunia karena berita tentang salib dan orang-orang yang memikul makin lama makin sedikit.

      Mari kita lihat sekarang beberapa ayat penting berkenaan dengan salib Kristus. Lihat Filipi 3:17-19. Paulus menangis untuk hal ini. Orang-orang yang menjadi seteru salib. Ini adalah bicara mengenai gereja. Perhatikan ayat yang ke 19. Kemuliaan dunia, uang dan juga seluruh kemuliaan mereka, pikiran mereka adalah segala sesuatu yang duniawi yang dikhotbahkan, diajarkan di dalam gereja. Paulus mengatakan orang-orang seperti ini adalah seteru salib. Lihat 1 Korintus 1:23. Perhatikan, gereja yang akan terus menerus memberitakan salib dan kita yang mau untuk rela pikul salib, bagi orang-orang Yahudi, orang-orang beragama adalah satu batu sandungan. Bagi orang-orang gentile, orang-orang dunia, adalah sesuatu kebodohan. Saudara harus mengerti; gereja ini adalah gereja yang bodoh. Sungguh. Sebagai hamba Tuhan, saya musti mengatakan sesuatu. Saya tidak dipanggil untuk menyenangkan manusia. Saya tidak dipanggil untuk uang. Saya juga tidak dipanggil untuk masa depan saya itu gilang-gemilang dan dikenal oleh banyak orang. Gereja ini adalah gereja yang bodoh. Dan saudara adalah orang-orang yang bodoh jikalau mengikuti gereja ini. Saudara harus tahu, itu adalah hal yang disediakan Tuhan bagi kita.

      Terakhir, lihat Lukas 14:25-26. Ada satu rahasia rohani di dalam hal ini. Perhatikan ayat 33-35. Perhatikan 2 hal ini yang menjadi dasar seluruh pelayanan kita.

      1. Beritakanlah Kristus yang tersalib. Jikalau Anak Manusia itu ditinggikan, Dia akan menarik banyak orang kepada-Nya. Jangan pernah mengganti berita salib untuk membawa banyak jiwa ke dalam gereja. Kita tidak dipanggil untuk membawa orang lain datang kepada kita, tetapi kepada Kristus. Orang lain datang kepada Kristus itu adalah harus dengan salib yang diberitakan. Dan camkan di dalam hati kita seumur hidup, kapanpun dan sampai kapanpun Tuhan memberikan kita untuk pelayanan kepada Dia. Kabarkan salib, percayalah kepada Firman itu dan lihat bagaimana Tuhan akan membangkitkan orang-orang yang bahkan kita tidak pernah duga sebelumnya. Bicarakan Tuhan yang tersalib dan itu adalah kunci pertumbuhan jumlah jemaat yang sejati. Perhatikan ayat yang tadi kita baca. “Barangsiapa yang tidak memikul salib dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Lalu Yesus Kristus menyatakan bagaimana kita harus menghitung harganya. Lalu kemudian yang terakhir itu Dia katakan: “Garam itu memang baik tetapi jika garam menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?” Saya sangat terkejut dengan prinsip ini. Saudara dengarkan baik-baik. Gereja yang menghilangkan salib itu adalah gereja yang sudah jadi tawar. Saya menemukan satu prinsip ini, secara rohani, saudara dan saya mau menjadi garam yang tidak tawar? Kabarkan salib. Maka mari kita rela meskipun sulit, pikul salib.
      2. Belajarlah mengenal Allah yang mulia sehingga kita rela memikul salib kita. Salib itu memang sesuatu yang tidak mudah, tidak enak, menjadikan kita berair mata. Tetapi uniknya di dalam kerelaan, Tuhan sekali lagi, mengubahnya di dalam mujizat-Nya, salib itu menjadi mulia karena kita ketika memikul salib itu menjadi priviledge, hak istimewa yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Salib itu menjadi sesuatu yang mulia. Lihatlah semua orang yang dipakai Tuhan, para misionaris dan bapak-bapak gereja. Mereka itu mulia bukan karena mereka diam saja, saat teduh setiap hari. Tidak. Mereka mulia itu karena mereka memikul salib. Apa yang menjadi saat teduh itu mereka jalankan di jalan. Di dalam perjalanan mereka memikul begitu banyak kesulitan dan aniaya. Tetapi itu menjadi kekuatan. Ketika memikul salib kita sedih, tetapi uniknya Alkitab mengatakan: kalau engkau memikul salib, engkau bisa tersenyum karena itu mulia. Alkitab mengatakan: Kekuatan kita adalah salib Kristus. Paulus menyatakan: Aku tidak mau bermegah selain dari salib Kristus. Dua hal ini sekali lagi, pertama; kabarkan salib. Kedua adalah kenallah Tuhan karena Dia itu begitu mulia dan karena kita makin lama makin melihat kemuliaan. Salib yang kecil itu yang kita tanggung, tidak menjadi sesuatu hal yang hina; menjadi sesuatu hal yang membuat kita mengasihani diri tetapi membuat kita menjadi terhormat, menjadi mulia, menjadi anugerah yang besar karena siapakah kami sehingga kami boleh memiliki salib untuk boleh mempermuliakan nama-Mu. Kiranya kita boleh berbangga di dalam salib Kristus.

  • Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (12)

    • Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
      Ulangan 34 : 1-4 & Matius 4 : 8-11

      Kita sudah sampai kepada pencobaan dari setan kepada Yesus Kristus yang ketiga. Alkitab sekali lagi menyatakan bahwa Yesus Kristus itu dicobai dari segala aspek tetapi tidak berbuat dosa. Itulah yang membedakan antara Yesus Kristus dengan seluruh pendiri agama yang lain. Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, dicobai dari seluruh bagiannya. Dia adalah manusia yang sejati dan tidak berbuat dosa. Ini adalah sebuah proklamasi, sebuah ajakan untuk semua orang melihat siapa Kristus. Matius adalah pemungut cukai, Matius adalah orang berdosa, Matius adalah orang kotor, tetapi ketika melihat Kristus Yesus, hatinya terpesona. Yesus Kristus mengatakan “Ikutlah Aku” pada waktu itu Matius mungkin saja sedang menghitung semua uang yang didapatkan, dia tinggalkan dan mengikuti Yesus. Dia memperhatikan Kristus, ini bukan pendiri agama, ini bukan orang Farisi dan ahli taurat, ini lain, dan Matius mengatakan “Ini Juruselamat”. Banyak orang mengatakan “Yesus itu Tuhan”. Dia bukan saja memiliki sebutan, dia memang benar-benar Tuhan dan Dia menyatakan Dia sama sekali tidak bersalah. Maka ini adalah pencobaan yang ketiga, yang ditawarkan oleh setan kepada Yesus Kristus. Setan membawa Yesus Kristus masuk ke satu puncak tertinggi. Alkitab menyatakan di dalam Lukas, bahwa setan memperlihatkan dan menawarkan seluruh kerajaan dunia, kuasa, dan kemuliaan kepada Yesus, “Jika Engkau sekali menyembah aku.”

      Apakah setan bohong? Kalau setan 100% bohong, Yesus tidak mengatakannya, itu berarti di dalamnya ada suatu kebenaran. Ini yang membuat kita pasti selalu akan terkelabui oleh setan kecuali kita benar-benar mendapat anugerah oleh Tuhan, mengerti cara kerjanya dan mendapatkan inti kebohongannya. Perhatikan baik-baik, setan tidak pernah akan menyatakan 100% kebohongan. Setan akan menyatakan 99% kebenaran dan 1% kebohongan, itu yang menjadi masalah. Itulah sebabnya di dalam Alkitab ada yang mengatakan bahwa ada jalan yang disangka lurus tetapi ujungnya maut. Lalu bagaimana kita bisa tahu kalau ini adalah kebohongan yang tersembunyi di balik seluruh kebenaran. Maka kalau kita tidak dekat dengan Tuhan, tidak teliti menyelidiki Alkitab, tidak minta pimpinan Roh Kudus, pasti hidup kita tak mungkin tidak kena jebakan setan. Setan akan menyodorkan sesuatu yang merupakan kenyataan. Ini cara kerjanya setan. “Aku berikan kepada-Mu Yesus seluruh kekayaan, kemuliaan dunia kepada-Mu”. Apakah setan memilikinya? Jawabannya adalah, secara essential dia tidak memilikinya, tetapi untuk sementara dan tidak sah, dunia ini memang dimiliki oleh setan. Pemilik dunia ini sesungguhnya adalah Tuhan. Tuhan yang memberikan kekuatan dan kuasa kepada semua orang. Setan sebenarnya tidak punya modal lain kecuali dari kalimat-kalimat Allah. Di dalam Daniel 4:17, maka dikatakan, “Yang Maha Tinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya”. Nah ini adalah kalimat yang sama dengan yang diucapkan oleh setan. Setan mengucapkan kalimat yang sama. “Semua ini milikku dan aku memberikan kepada siapa aku mau memberikan”. Ini adalah kalimat yang menghina Bapa di surga. Bapa di surga sendiri melalui mulut Daniel berkata “Semua ini milik-Ku dan Aku memberikan kepada siapa yang Ku-kehendaki”. Ada kebenaran tetapi ada dusta. Yesus Kristus sendiri menyatakan “Engkau harus hati-hati, engkau harus melihatnya sampai jeli, karena ada jalan yang disangka lebar, pintunya luas, tetapi ujungnya maut. Jadi mungkin setan memberikan kuasa dan kekayaan kepada seseorang, seseorang kemudian tunduk kepada setan dan setan memberikan begitu banyak hal di dunia ini untuk dia memuaskan dirinya. Tetapi perhatikan, jikalau engkau meminta itu, dua hal ini terjadi. Pertama adalah kita tidak setia kepada Allah, dan yang kedua perhatikan kalimat dari Pdt. Stephen Tong , setan tidak pernah dagang rugi. Setan akan memberikan kekayaan dan kemakmuran di dunia ini, tetapi dia tidak pernah memberikan dengan cuma-cuma.

      Kembali ke peristiwa Yesus dibawa ke puncak gunung yang tertinggi dan setan kemudian memperlihatkan seluruh kekayaan kemuliaan dunia ini. Pertanyaannya, kenapa harus di sana? Apa yang sebenarnya itu ditawarkan? Saudara-saudara, apakah Yesus itu gila hormat sehingga menginginkan seluruh dunia ini respect kepada Dia? Apakah Dia itu seperti orang mata duitan, yang mencari harta, sehingga kekayaan dunia ini, kebesarannya, kemuliaannya semuanya Dia ingin untuk dapatkan. Jawabannya bukan itu. Jawabannya adalah tidak mungkin Yesus seperti itu. Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

      Pencobaan pertama adalah bicara mengenai kebutuhan. Pencobaan kedua adalah bicara mengenai Firman. Pencobaan ketiga ini adalah satu pencobaan yang akan masuk ke dalam isi hati Kristus yang terdalam. Setiap pencobaan itu akan terus menjadi hal yang luar biasa sangat sulit. Yesus diperlihatkan seluruh keagungan dunia, di mana ada satu tempat bisa melihat seluruh tanah perjanjian. Setan kembali lagi mengulang hal yang sama yang dilakukan oleh Allah kepada Musa. Musa adalah tipologi dari Kristus. Tempatnya adalah di gunung Nebo dan puncaknya adalah puncak Pisga. Di tempat itu sebelum Musa mati, maka Tuhan mengatakan, “engkau tidak boleh masuk”. Tuhan tidak memperbolehkan Musa masuk ke tempat tanah perjanjian. Tuhan hanya menempatkan Musa di puncak gunung Nebo, di puncak Pisga. Lalu Tuhan mengatakan “Lihat Musa, engkau tidak akan masuk, lihat sejauh matamu memandang, itu adalah tempat di mana tanah perjanjian yang Aku berikan.” Sangat mungkin bahwa tempat Yesus Kristus itu berdiri adalah tempat di mana Musa berdiri. Kemudian apa yang setan sebenarnya mau tawarkan kepada Yesus? Melihat hal ini kita harus mengerti Teologia apa yang menjadi dasar di dalamnya, yaitu apa itu tanah perjanjian, apa itu signifikansi tanah perjanjian. Itu bukan kebesaran tanahnya, atau uangnya, tidak. Semua ini ada di dalam satu Teologia yang penting sekali yang menjadi benang merah dari Kejadian sampai Wahyu yaitu Kerajaan Allah. Perhatikan baik-baik, satu keinginan terdalam dari Yesus Kristus adalah menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini. The Kingdom of God. Yohanes Pembaptis pertama kali berkotbah, dia mengatakan, “Bertobatlah! karena Kerajaan Allah sudah dekat. Pertama kali Yesus Kristus berkotbah, “Bertobatlah! Karena Kerajaan Allah sudah dekat. Pertama kali ketika murid-murid itu diutus, mereka pergi ke seluruh pelosok-pelosok desa, mengabarkan mengenai Kerajaan Allah. Maka ini adalah inti Teologia yang penting sekali. Ini menjadi benang merah, dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru.

      Yesus Kristus suatu hari ditanya, “Tuhan ajar aku berdoa, seperti Yohanes Pembaptis mengajar murid-muridnya berdoa.” Jikalau engkau mau berdoa, berdoalah demikian, Bapa kami di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu. Jadi yang menjadi isi hati Yesus yang terdalam yaitu Kerajaan Allah itu datang. Tetapi perhatikan baik-baik, Kerajaan Allah atau pemerintahan dari Allah itu kalau datang maka selalu akan bersangkut paut dengan tanah perjanjian. Itu akan dimulai dari tanah perjanjian dan kemudian akan menyebar ke seluruh muka bumi. Dari tanah perjanjian itulah Allah menetapkan kerajaan-Nya. Perhatikan baik-baik, seluruh kaitan rencana Allah, kerajaan Allah dan tanah perjanjian, yaitu Yesus harus lahir di tanah perjanjian. Yesus harus pertama-tama mengajar di tanah perjanjian. Yesus harus mati di tanah perjanjian dan gereja akhirnya dibangunkan dan Roh Kudus kemudian turun itu adalah di tanah perjanjian, baru ke seluruh muka bumi. Ada kaitan yang sangat erat antara kerajaan Allah dan tanah perjanjian, dan bukan itu saja Kristus dilantik menjadi raja di tanah perjanjian. Lihat Mazmur 2:6. Ini adalah salah satu Mazmur mesianik. “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus”, di Yerusalem. Maka perhatikan, Kerajaan Allah yang rajanya adalah Yesus Kristus dan tanah itu selalu akan berkait erat dan bukan itu saja, di dalam Perjanjian Lama, sebenarnya ada bayang-bayang yang menjadi kenyataan di dalam Perjanjian Baru.

      Adam dan Hawa begitu berdosa maka dia diusir dan keluar dari taman Eden kemudian di taman Eden ditempatkan Allah malaikat-malaikat yang memutar pedang itu sehingga tidak ada seorang pun yang masuk dari tempat itu menuju ketempat Eden. Dan tempat itu ketika diputar pedangnya, di bagian Timur. Perhatikan, pertama kali dari Yosua menggantikan Musa masuk ke tanah perjanjian arahnya Timur. Seluruh kalimat ini mau menyatakan bahwa tanah perjanjian itu penting sekali di hadapan Allah. Harus ada claim kembali akan tanah perjanjian dan Mesias akan ada di sana. Kerajaan Allah, Kristus menjadi Raja di tanah perjanjian dan kemudian setelah itu, hasil dari semuanya maka Bapa dipermuliakan. Mari kita lihat Filipi 2:11. Dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah Bapa! Mengapa harus ditambahkan kalimat “Bagi kemuliaan Bapa di Surga?” Perhatikan dasar yang penting ini. Allah Bapa dipermuliakan, jika dan hanya jika Allah Anak dipermuliakan. Sekarang gabungkan seluruh dari apa yang sudah saya katakan. Pertama, kerajaan Allah, dan itu menjadi isi hati Yesus Kristus dan kerajaan Allah itu, Yesus menjadi Raja dan Yesus menjadi Raja di mana? Mulai dari tanah perjanjian sampai ke seluruh bumi. Jikalau itu terjadi, jika dan hanya jika itu terjadi, maka Bapa dipermuliakan. Apa yang menjadi isi hati Kristus yang terdalam yaitu Bapa dipermuliakan. Itulah sebabnya di dalam satu kalimat Yesus Kristus “Bapa permuliakanlah diri-Mu” maka kemudiaan Bapa di surga mengatakan “Aku akan mempermuliakan-Mu, sekarang Aku akan mempermuliakan-Nya lagi.”

      Baca Yohanes 12:20-33, ini akan menggabungkan seluruh cerita ini. Ini luar biasa penting, yang merupakan isi hati Kristus, dan sebenarnya adalah isi hati kekristenan. Apa yang sebenarnya ada di dalam kehendak Kristus? Adalah Kerajaan Allah harus jadi sehingga Bapa di Surga dipermuliakan. Sekali lagi, Allah Bapa dipermuliakan jika dan hanya jika Allah Anak dipermuliakan. Dan Kristus menjadi Raja, seluruh bumi akan mengaku, seluruh lidah akan mengaku, seluruh lutut akan bertelut dan mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa. Dan Setan menawarkan tujuan akhir dari seluruh rencana Bapa di Surga yang menjadi keinginan yang terdalam kepada Yesus Kristus.

      Tujuan hidup Yesus Kristus adalah Bapa di Surga dipermuliakan. Dan itu terjadi jika dan hanya jika Yesus itu dipermuliakan di seluruh bumi, dan pada hari itu tidak ada satupun orang percaya kepada Kristus. Pada hari itu, Yesus sama sekali tidak dikenal. Pada hari itu adalah hari pertama sebelum Dia memulai pelayanan-Nya sepanjang 3.5 tahun yang penuh dengan seluruh penderitaan, kesulitannya yang ada, setan sudah menawarkannya di depan sehingga Dia tidak perlu masuk ke dalam seluruh proses itu. Kalau begitu, apa yang menjadi permasalahannya? Begitu tipis tetapi menjadi inti Kristen. Di dalam rancangan Bapa di Surga, di dalam pactum salutis, di dalam Covenant of Redemption sebelum dari dunia ini ada, Bapa di Surga dipermuliakan jika dan hanya jika Anak dipermuliakan, dan Anak dipermuliakan jika dan hanya jika Dia mati diatas kayu salib.

      Dan setan itu mau skip salib, supaya tidak ada salib! Dan salib adalah satu bagian yang Kristus sendiri tidak ingin hadapi. Kristus boleh dihina, Dia boleh dicerca, Dia boleh untuk tidak diperhitungkan, dan Dia tidak pernah mengeluh untuk hal itu. Satu-satunya tempat di mana Dia mengeluh adalah di taman Getsemani, ketika Dia mesti meminum cawan murka Allah, menanggung seluruh dosamu dan dosaku. Dan Dia tidak mau, Dia mengatakan kalau bisa ini lalu dari pada-Ku. Dia mengatakan 3 kali, itu menyatakan keinginan-Nya untuk ini tidak ada. Kristus bukan takut untuk disalib, Kristus tidak mau dimurkai oleh Bapa di Surga. Kristus tidak mau seluruh dosa itu timpa pada Dia, dan akhirnya Bapa di Surga itu memurkai Dia.

      Sekarang anda mulai mengerti ini adalah inti kekristenan, inti kehidupan kita. Saudara, perhatikan kalimat di bawah ini. Tidak pernah ada kemuliaan kepada Bapa di Surga jikalau hidup tanpa salib. Inti seluruh kehidupan kita itu adalah salib! Tidak pernah ada kehendak Bapa di Surga jadi tanpa salib. Setan mengelabui pikiran kita. Tidak ada suatu kedekatan dengan Bapa di Surga tanpa salib! Tidak ada gereja yang sejati tanpa salib! Tidak ada hamba Tuhan yang sejati yang berbicara tanpa salib! Salib adalah isi hati Bapa di Surga dan dinyatakan di dalam Kristus. Engkau boleh melayani, engkau boleh seakan–akan mengikuti apa yang dikatakan gereja, kita seakan–akan boleh kerja keras bagi gereja, tetapi engkau sendiri yang tahu di dalam hatimu yang terdalam apakah engkau membuang salib atau memikul salib. Itulah sebabnya Yesus Kristus menyatakan: barangsiapa mau mengikut Aku, dia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Salib bukan saja tanda kekristenan. Salib itu adalah kehidupan kita. Salib bukan saja lambang gereja. Salib adalah isi hati seluruh anak–anak Tuhan.

      Kalau melihat Alkitab, saudara melihat seluruh pencobaan Yesus Kristus, pencobaan pertama adalah pencobaan bagi seluruh umat manusia. Karena seluruh umat manusia akan mencari makanan terlebih dahulu dibandingkan mencari Tuhan. Yesus Kristus mengatakan: Manusia hidup bukan dari roti saja melainkan dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Aku sudah tahu sekarang, aku harus mendahulukan Tuhan. Ini adalah satu-satunya waktu yang dipakai oleh Tuhan, ditentukan di dalam Alkitab untuk menghormati Sabat. Tetapi saudara pergi ke gereja yang mana? Pencobaan kedua lebih sulit lagi. Alkitab mengatakan adalah kita harus masuk ke dalam satu gereja yang benar yang tidak memutarbalikkan Firman. Yesus Kristus di dalam pencobaan yang kedua memberikan arah kepada kita semua, yaitu bahwa engkau pergi ke gereja, engkau cari Firman yang baik, bukan sembarangan. Bukan hanya community yang baik, tetapi Firman yang baik harus aku dengarkan. Banyak orang mendengarkan Firman yang baik, menjadi orang Kristen yang baik, bahkan dia mau melayani, ikut Perkabaran Injil bahkan, menjadi pengurus, tetapi dia sebenarnya tidak mau memikul salib. Alkitab dengan jelas menyatakan tidak ada kemuliaan bagi Allah Anak tanpa salib. Dan Allah Anak tidak bisa membawa kemuliaan kepada Bapa di Surga tanpa salib. Salib adalah denyut jantung Kristus. Dan itu menjadi denyut jantung gereja Tuhan, dan semua orang – orang yang ditebus-Nya.

      Perhatikan baik–baik, kalau mau ambil dari sisi yang lain, maka pencobaan yang pertama yaitu persis seperti gereja–gereja yang jatuh kepada Injil sosial. Pekerjaan Yesus Kristus itu termasuk salah satunya memberikan cinta, kasih sembako, kasih makanan. Yesus mengatakan: No, manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Tidak salah saudara membagikan sembako, tetapi kalau itu ada dan Firman tidak kuat, itu tidak beres. Lalu kemudian pencobaan kedua setan menawarkan jatuhkan diri-Mu dari bubungan, maka Dia akan menatang Engkau. Tidak, tidak seperti itu. Setan menginginkan Injil mujizat. Mujizat akan membuat Dia cepat populer bukan? Yesus katakan tidak. Perhatikan pencobaan ketiga, setan menawarkan Injil kemakmuran, tidak perlu salib. Banyak gereja gagal di dalam poin ketiga. Dia mau memuliakan Allah tanpa salib. Dia mau berkotbah tanpa berita salib. Dan ini yang terjadi, kemakmuran terus dan terus ditekankan. Hamba–hamba Tuhan tidak mau berbicara berkenaan seseorang harus memikul salibnya untuk dia bisa memuliakan Bapa. Ini adalah satu-satunya jalan. Salib adalah hidup yang dikosongkan sampai seluruh kehendak Allah jadi. Mengikut Kristus adalah mengikut jalan Kristus. Ikut Yesus itu adalah Dia pikul salib, kita harus pikul salib. Tidak enak! Tetapi itu adalah inti kekristenan. itu adalah satu–satunya rel yang Tuhan tetapkan untuk memuliakan Bapa di Surga. Di situ kemuliaan gereja Tuhan, dan kemuliaan kita semua, orang–orang yang sudah ditebus-Nya. Jangan pikir salib itu hanya lambang dan simbol gereja. Salib itu adalah aliran darah seluruh kehidupan Kristiani.

      Saya bawa saudara untuk melihat satu persatu orang–orang yang dipakai Tuhan. Tidak pernah orang dipakai Tuhan tanpa pikul salib. Makin saya menjadi hamba Tuhan, makin saya mau tahu, bukan hanya saja teologia yang diajarkan, saya ingin tahu 2 hal. Pertama, ada di dalam kehidupan orang yang dipakai Tuhan, apa yang menjadi salibnya? Kedua, apa yang menjadi inner sanctum-nya? Inner sanctum adalah perkataan atau doa yang paling dalam yang dia inginkan. Perhatikan Abraham keluar dari Ur-Kasdim, tempat yang begitu nyaman. Dia orang yang paling dihargai di sana, dan orang yang begitu kaya. Lalu kemudian dia lepas semua, dia jalan dan tidak memiliki rumah. Jalan pergi ke mana? Tidak tahu. Pokoknya nanti Tuhan pimpin ke mana, Tuhan pimpin sampai di sana. Itu Abraham. Itu salib bukan? Suatu hari dia harus menyembelih anaknya, dan di dalam pikirannya, anaknya itu pasti mati, tetapi Tuhan akan membangkitkan lagi. Itu bukan iman yang mudah, itu adalah pergumulan yang luar biasa, itu adalah salib bukan?

      Lihat Yunus. Saudara pikir Yunus ini orang yang tidak taat. Arti nama Yunus adalah burung merpati (dove), sangat mungkin dia adalah orang yang paling lembut hati. Alkitab menyatakan Yunus itu menentang Tuhan, tidak taat sama Tuhan itu mau menyatakan apa yang Tuhan berikan kepada hamba-Nya mungkin bahkan buat orang yang paling lembut pun rasa sulit. Yunus harus pergi ke Niniwe. Niniwe itu Asyur. Dan dia itu adalah orang Israel Utara. Israel Utara nanti akan dihancurkan oleh Asyur sedangkan Israel Selatan itu nanti dihancurkan oleh Babel. Itu salib.

      Perhatikan apa salibnya Yesaya? Yesaya adalah Mount Everest of Hebrew’s literature. Tulisannya mengalahkan seluruh literatur orang–orang Ibrani. Ini adalah salah satu dari antara 4 nabi besar, yang sangat brilliant dalam berkotbah dan menulis. Ini adalah orang yang luar biasa pintar. Tetapi apa yang terjadi? Yesaya mengatakan: ini aku, utuslah aku, Tuhan. Maka baik, Aku akan utus ke satu bangsa. Engkau bicara, mereka akan tutup telinga. Engkau berbicara, mereka akan tutup mata. Sepanjang hidup Yesaya tidak ada satu orang pun yang bertobat. Kalau saudara melihat nabi yang gagal, salah satu yang terbesar adalah Yesaya.

      Seluruh nabi sebenarnya gagal, karena 12 nabi besar, 4 nabi kecil, semuanya diutus Tuhan untuk bicara, satu orang pun tidak ada yang bertobat. Apa salibnya Yeremia? Yeremia tidak boleh menikah, Yeremiah harus berkotbah dan kemudian seluruh kampung dan keluarganya membenci dia. Suatu hari nabi Yeremia lari dan sangat mungkin dialah yang dipotong belah dua tubuhnya karena dia masuk ke dalam satu kayu dan dipotong dua oleh raja mungkin Manasye.

      Seluruh nabi ini adalah orang–orang yang memikul salib. Maka saya mau katakan sebagai hamba Tuhan, meskipun ini sulit tetapi ini adalah realita hidup yang kita tidak bisa hindarkan. Tidak pernah ada kemuliaan tanpa salib. Tidak pernah ada gereja yang sejati tanpa salib. Tidak pernah ada kehidupan kekristenan yang sesungguhnya tanpa salib. Barangsiapa tidak menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Aku, dia tidak bisa menjadi murid-Ku. Dan ini yang Tuhan itu nyatakan. Setan akan memperbolehkan saudara melakukan apapun saja, tetapi jangan baca Firman. Setan memperbolehkan kita untuk beribadah apapun saja, tetapi tidak pikul salib. Mari kita renungkan hidup kita, sungguhkah saudara orang Kristen yang sejati? Sungguhkah saudara-saudara masuk ke dalam gereja yang sejati dan mengerti kekristenan sejati? Jangan main-main di hadapan Allah. Engkau pilih masuk ke gereja, dan engkau pilih bacaan–bacaan yang menyenangkan dan memotivasi engkau untuk engkau sukses di hadapan Tuhan. Penipuan! Dan itu adalah penipuan setan salah satu yang tertinggi di dalam hidup kita. Tidak pernah ada. Yesus Kristus tidak masuk di dalam jebakan ini. Dia mau mempermuliakan Bapa di Surga, melakukan kehedak-Nya, Dia sendiri akan dipermuliakan tetapi harus melalui satu, jalan salib. Kiranya Tuhan boleh memimpin hidup kita, mari kita berdoa.