Renungan Harian

Mazmur 61

Sungguh, Engkau, ya Allah, telah mendengarkan nazarku, telah memenuhi permintaan (terjemahan lain: memberikan warisan) orang-orang yang takut akan nama-Mu. Allah tidak pernah mengecewakan hamba-hamba-Nya, melainkan memahkotai pergumulan dan tekanan-tekanan yang dapat melatih iman mereka, dengan kebahagiaan kekal. Tersirat teguran pada keyakinan kosong yang dipelihara orang fasik, ketika Allah oleh kesabaran-Nya memberikan masa kemakmuran. Keberhasilan yang melambungkan hati mereka adalah khayalan, dan segera menghilang. Tetapi warisan berarti umat Allah menikmati kemakmuran dari jenis yang lebih teguh dan bertahan. Masalah-masalah mereka yang sejenak dan singkat hanya memiliki efek memajukan kesejahteraan kekal mereka. Daud memuji Allah karena orang-orang yang takut pada nama-Nya bukanlah mendapat hak bersukacita beberapa hari saja, melainkan aman dalam warisan kebahagiaan yang tetap. Kebenaran ini tidak dapat dipertanyakan. Orang fasik hidup dari satu hari ke hari berikutnya, seperti orang yang hidup dari hasil jarahan. Mereka mungkin berbagian dalam berkat ilahi untuk sementara waktu, tetapi mereka tidak berbagian di dalamnya oleh iman. Hanya orang-orang yang takut pada Tuhanlah yang memiliki kenikmatan sejati dan sah akan berkat-berkat-Nya.

Tambahilah umur raja, tahun-tahun hidupnya kiranya sampai turun-temurun. Tahun-tahun, bahkan jaman-jaman, yang dibicarakan Daud di sini, berlanjut sampai kedatangan Kristus. Inilah syarat kerajaan, bahwa Tuhan memelihara mereka sebagai satu bangsa di bawah satu pemimpin, atau, ketika mereka terserak, Ia mengumpulkan mereka kembali. Kelanjutan ini masih ada, dengan rujukan pada kita. Kristus harus dimengerti sebagai yang hidup dalam para anggota tubuh-Nya sampai akhir dunia. Inilah yang dimaksud Yesaya, ketika ia mengatakan, “Siapa yang akan menyatakan kelahiran atau umurnya?” – yaitu nubuatan bahwa Gereja akan bertahan melewati segala jaman, melewati bahaya penghancuran yang tiada henti oleh serbuan musuh-musuhnya, dan banyaknya topan badai yang menyerangnya. Maka Daud di sini menubuatkan kelanjutan kerajaan sampai pada waktu Kristus.

Heart Aflame: Daily Readings from Calvin on the Psalms by John Calvin