Quote of the day

Dont pray when you feel like it. Have an appointment with the Lord and keep it. A man is powerful on his knees

Corrie Ten Boom



Upcoming Events GRII Sydney

Upcoming Events GRII Sydney

Kunjungi Facebook kami disini.

Upcoming Events GRII Pusat

Upcoming Events GRII Pusat


Our Facebook Feed


Jadwal Kebaktian:

Kebaktian Umum: Minggu, Pukul 10 Pagi
Sekolah Minggu Remaja & Anak-Anak: Minggu, Pukul 10 Pagi

Lokasi Kebaktian:

Holmes Institute
Level 2 / 91 York Street , Sydney NSW, 2000

View map


Reformed 21 TV


Abide in Christ

Takut Mati

“Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman2nya, yaitu murid2 yang lain: ‘Marilah kita pergi juga untuk mati ber-sama2 dengan Dia’” Yohanes 11:16

Bukankah ketakutan akan kematian membuat hidup kita tersiksa terus menerus? Erasmus berkata: “ketakutan atas kematian menyebabkan lebih banyak kesusahan daripada kematian itu sendiri.” Hidup kita dapat dipenuhi banyak sukacita karena perenungan indah setiap hari tentang kesukaan surgawi, tetapi kita mengisinya dengan kengerian dan ketakutan. Kita menelan habis penghiburan kita sendiri. Orang yang takut mati pasti senantiasa dirundung ketakutan karena senantiasa dihantui kematian.

Mungkinkah hidup dapat menyenangkan jika anda terus menerus ketakutan kehilangan kenyamanan anda? Ini adalah penderitaan hasil ciptaan sendiri, dan kita menjadi algojo malapetaka sendiri. Se-akan2 Allah belum cukup menindas kita, sehingga kita harus menindas diri sendiri lagi. Kematian itu sendiri sudah cukup pahit bagi jasmani, mengapa kita harus melipatgandakan kepahitannya? Masakan kita mengeluh tentang beban berat kesulitan2 kita, tetapi mengapa kita masih menambah kesulitan setiap hari? Keadaan sebagai manusia fana sudah cukup membuat kita sengsara tanpa harus memperburuknya. Ini adalah ketakutan yang tidak perlu dan tidak berguna.

Ketakutan kita tidak dapat menghindarkan kita dari penderitaan atau menunda saat kematian kita satu jam-pun. Mau tidak mau, kita melayang lenyap. Ketakutan kita dapat menjebak jiwa kita dalam banyak pencobaan. Seandainya kita dipanggil untuk mati bagi Kristus, bukankah ketakutan akan menarik kita meninggalkan Tuhan? Ketika anda melihat tiang gantungan, atau mendengar vonis, bukankah anda akan berkata ‘saya tidak mengenal orang ini?’ Orang yang takut mati tidak akan bertarung dengan gagah berani. Kiranya kita merasa puas dengan bagian yang diundikan bagi kita. Tidak pantas kita menggerutu mengenai tingkat kekayaan atau kehormatan kita, atau mengenai porsi waktu yang diberikan kepada kita.

Oh jiwaku, pergilah dalam damai sejahtera. Tidakkah anda menikmati bagian anda yang memadai? Jatah waktu yang banyak juga disertai dengan tugas yang banyak. Mintalah anugerah untuk meningkatkan kualitas waktu anda, dan jadilah puas dengan jatah anda. Hidup yang kurang panjang mungkin menjadi lebih luas, berbobot, dan indah. Kristus telah menjalani jalan ini dan telah menguduskan pusara. Anda tidak memasuki jalan yang belum pernah dilalui orang.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), The saints’ Everlasting Rest, pp. 224-234

Klik untuk lanjutkan membaca >