ANZREC

Australia & New Zealand Reformed Evangelical Conference
29th September – 2nd October 2016

Firman Tuhan yang akan kita pelajari bersama dalam retreat ini akan membukakan 10 pergumulan manusia terdalam yang selalu hadir dalam hidup kita dan bagaimana Tuhan menyatakan jalan kemenanganNya bagi umat yang ditebusNya. Doakan, hadiri dan dengar Firman Tuhan dalam event ini.
Klik untuk informasi lebih lanjut

 

GRII Sydney warmly invites every students, youth and young workers in Sydney to come and join us in this Welcoming Day – Winter 2016.

Theme: “Eat Drink & Be Merry, For Tomorrow We Die”
Speaker: Rev. Agus Marjanto, M.Th.
**ENGLISH TRANSLATION IS AVAILABLE**


 

Quote of the day

Christ did not die for any upon condition, if they do believe; but He died for all God’s elect, that they should believe.

John Owen



Upcoming Events GRII Sydney

Upcoming Events GRII Sydney

Kunjungi Facebook kami disini.

Upcoming Events GRII Pusat

Upcoming Events GRII Pusat


Our Facebook Feed


Jadwal Kebaktian:

Kebaktian Umum: Minggu, Pukul 10 Pagi
Sekolah Minggu Remaja & Anak-Anak: Minggu, Pukul 10 Pagi

Lokasi Kebaktian:

Holmes Institute
Level 2 / 91 York Street , Sydney NSW, 2000

View map


Reformed 21 TV


Abide in Christ

Andalkan Hanya Tuhan (2)



“Percayalah kepada Tuhan” Mazmur 4:6



Tuhan Yahweh seharusnya menjadi obyek tunggal andalan orang percaya. Saat topan badai mengamuk, kita harus datang kepada Batukarang ini sebagai tempat perlindungan (Yes. 26:4). Ketika panas terik membakar, pohon jarak Yunus terbukti tidak berarti; tidak ada tempat teduh yang menyamai naungan sayap-Nya (Maz. 36:8). Andalan kudus merupakan tindakan menyembah kepada Allah yang suci, ibadah yang pantas dan sekaligus istimewa. Ciptaan tidak dapat berbagian dalam hal ini, karena akan menjadi ilah atau allah palsu. Mempercayai dan mengandalkan Allah akan mempreteli engsel2 kepercayaan lain.

Kita tidak dapat mengandalkan Allah dan juga uang [mamon]. Hanya ada satu tali busur kepercayaan kita, dan itu adalah Tuhan. Secara lebih khusus: kita tidak boleh menggeser andalan kudus kita ke manapun, baik di dalam maupun di luar kita, selain kepada Allah. Kita tidak dapat bersandar pada pengertian sendiri (Ams. 3:5) karena hanya akan menuntun kita ke rawa lumpur. Kita juga tidak dapat mempercayai hati kita sendiri, karena terlalu licik (Yer. 17:9). Kita tidak dapat mengandalkan kekuatan fisik kita. Lengan yang paling berototpun akan gagal sama sekali tatkala terserang penyakit dan kematian.

Kaki yang sekarang kokoh berdiri laksana pilar tembaga, segera akan nampak aslinya, hanya pilar cetakan tanah liat yang rapuh. Kita tidak dapat mengandalkan keunggulan2 alami dari hasil pinjaman kita, semua ini adalah ke-sia2an. Tidak ada hal2 apapun di luar diri kita yang dapat kita andalkan. Mengandalkan apapun yang merupakan bagian dari alam ciptaan laksana memakan kerikil. Kita tidak boleh mengandalkan kekayaan yang melimpah; bahkan pada saat alirannya paling lancar & penuh, kekayaan merupakan hal yang paling tidak menentu dan tidak akan berfaedah pada hari penghakiman.

Orang yang mengandalkan kekayaannya tidak pernah dapat mengharapkan pusaka di surga. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya melewati gerbang kemuliaan surga. Demikian juga manusia, sama dengan buluh yang patah, tidak dapat diandalkan. Manusia hanyalah debu tanah dan semua harapan lenyap ditelan kematian. Ah, tetapi orang kudus dapat mengandalkan Allah seperti mendirikan bangunan di atas fondasi yang kokoh! Semua yang kita temukan di dalam Allah akan mengajarkan kita untuk meletakkan kepercayaan kita di dalam Dia semata. Allah kita adalah tempat kita bersandar dengan aman.



Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan kotbah Thomas Lye (1621-1684), Puritan Sermons 1659-1689, I:375-376



Klik untuk lanjutkan membaca >